Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 39


"Siapa mereka?" tanya Kaylin dengan wajah yang terkejut, saat melihat beberapa orang masuk ke dalam mansionnya.


"Mereka pelayan yang ada di mansionku, dan mulai saat ini akan bekerja dan mengurus semua pekerjaan yang ada di mansion Meyer," jelas Cleo dengan senyum lebar dibibirnya. Tidak sia-sia dia menghubungi kakak iparnya untuk meminta tolong agar para pelayan datang kemari.


"What? Ta-tapi di dalam surat perjanjian itu—"


"Di sana hanya tertulis, aku harus melakukan pekerjaan tanpa di bantu oleh pelayan yang ada di mansion Meyer bukan? Jadi aku membawa pelayan sendiri, untuk melakukan semua pekerjaan yang seharusnya aku lakukan."


"Tidak bisa! Kau tidak bisa berbuat curang seperti itu!" Kaylin tidak terima rencananya untuk mengerjai Cleo menjadi gagal.


"Kau pikir apa yang kau lakukan tidak curang? Menyuruh kakakmu menikah dengan ku, hanya untuk balas dendam!" ucap Cleo dengan penuh penekanan di setiap katanya.


Deg.


Kaylin terdiam tidak bisa berkata-kata, dan hanya mampu mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


"Jadi adik iparku yang cantik, tunggu sarapan mu beberapa menit lagi! Kau tidak apa-apa kan sarapan sendirian? Karena aku harus pergi bekerja," Cleo meninggalkan Kaylin dengan senyum penuh kemenangan. Berjalan menuju kamarnya setelah sebelumnya menyuruh para pelayan untuk mulai bekerja. "Aku Cleopatra Mateo, dan kau salah mencari masalah denganku!" gumamnya dalam hati.


*


*


Sementara itu di sebuah ruangan kerja yang begitu luas. Terlihat seorang pria tampan dengan raut yang datar, tengah menyimak dan melihat apa yang terjadi di mansion Meyer dari layar laptopnya.


"Akhirnya kau menggunakan otakmu untuk berpikir," gumam Kenan tersenyum dalam hati.


"Apa maksudmu?" tanya Kenan dengan dingin.


"Kalau aku jadi Anda, aku akan menjadikan Nona Cleopatra sebagai istriku selamanya! Karena wanita cantik, kaya, berani, dan pintar seperti Nona Cleo sudah sangat jarang ditemukan," puji Bram tanpa sadar, hingga dia tidak melihat perubahan ekspresi di wajah tuannya.


"Sudah selesai kau memujinya?" tanya Kenan dengan dingin.


Bram yang tersadar langsung terdiam, sambil menganggukkan kepala.


"Sepertinya wanita itu akan pergi," ucap Kenan saat menatap kembali pada layar laptopnya. Melihat dengan jelas sosok Cleo yang sudah berganti pakaian, dan berjalan keluar dari mansion. "Perintahkan pengawal kita untuk mengikuti kemanapun wanita itu pergi!"


"Baik Tuan, tapi kalau boleh tahu untuk apa Anda melakukannya? Bukankah Anda tidak peduli pada Nona Cleo?"


"Jangan banyak bicara! Lakukan saja apa yang aku perintahkan!" Kenan berkata dengan tegas dan sorot mata yang tajam.


"Ba-baik Tuan," Bram pun segera keluar dari ruang kerja tuannya, karena takut mendapatkan kemarahan dari pria itu. "Aneh sekali? Kenapa Tuan menyuruh pengawal pribadi untuk mengikuti Nona Cleo? Atau jangan-jangan Tuan sudah mulai tertarik pada istrinya?" gumam Bram dalam hati, sembari mengambil ponselnya untuk menjalankan perintah tuan Kenan.


Beberapa menit kemudian. Bram kembali keruang kerja Tuan Kenan setelah mendapatkan informasi keberadaan Nona Cleopatra.


"Apa ini?" Kenan menggenggam ponsel milik Bram dengan sangat kuat, saat melihat foto-foto yang ada di dalamnya.


"Nona Cleo sepertinya sedang melakukan pemotretan untuk majalah dewasa, Tuan." Jawab Bram dengan panik saat melihat ponsel kesayangannya di genggaman sedemikian rupa oleh tuannya. "Aku mohon jangan sampai ponselku di lempar," doanya dalam hati.