Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 82


Namun Kenan masih tetap diam, tidak menjawab pertanyaan Mom Sofia dan Thalia.


"Ini pasti karena Kaylin bercerita yang tidak-tidak?" Sofia menatap tajam kearah putrinya, karena ia menebak Kaylin bercerita tentang kejadian kemarin. "Mommy berani bersumpah tidak menguping di depan kamar mu, Mom hanya menemani Thalia untuk bertemu denganmu, karena ingin membahas masalah pekerjaan. Tapi tidak jadi karena tidak ingin mengganggu kau yang sedang beristirahat," jelas Sofia panjang lebar.


Kenan dan Cleo sontak menatap pada Kaylin, terlebih Kenan karena dia tidak tahu kalau Mom Sofia dan Thalia berada di depan kamarnya.


"Kenapa kau tidak cerita?" Kenan menatap intens adiknya.


Deg.


Sofia membelalakkan kedua matanya, begitu pun dengan Thalia. Mereka tidak menyangka jika Kaylin tidak bercerita sama sekali tentang kejadian kemarin.


"Untuk apa? Menurutku itu tidak penting," jawab Kaylin dengan senyum penuh luka, karena Mom Sofia menuduhnya. Padahal dia tidak menceritakan sama sekali kejadian saat memergoki ke-duanya yang menguping di depan kamar kak Kenan, karena Kaylin tidak ingin Mom Sofia terkena masalah.


Kenan yang melihat bagaimana raut wajah Kaylin, mengalihkan tatapan matanya pada Mom Sofia. Kini ia semakin yakin dengan keputusannya semalam, karena tenyata Mom Sofia tidak bisa berubah dan semakin keterlaluan.


"Aku meminta kalian untuk berkemas bukan karena hal itu, tapi karena ada hal lainnya," ucap Kenan dengan jujur. Karena memang ada alasan utama yang membuat dia memutuskan hal tersebut, yaitu demi menjaga hubungannya dengan Cleo. Dia tidak ingin Mom Sofia mencoba mempengaruhinya lagi, dengan semua kebohongan seperti yang kemarin dilakukan ibu kandungnya itu.


Kenan hanya diam tidak menjawab pertanyaan Mom Sofia, dia memanggil pelayan dan memerintahkannya untuk membereskan semua pakaian dan barang milik Sofia dan Thalia.


"Tunggu Kenan! Jangan usir Mommy seperti ini," Sofia hendak berjalan mendekati putranya. Namun tidak jadi dilakukan karena tangan Kenan lebih dulu menghentikan langkahnya. "Kenapa kau tega membiarkan Mommy di luar tanpa tempat tinggal?" Sofia mulai menangis agar Kenan merubah keputusannya.


Kenan tidak menggubris perkataan Mom Sofia, wajah datar dan dinginnya tidak melunak sedikitpun melihat dan mendengar tangisan Mom Sofia.


Sementara Cleo yang sejak tadi diam menyaksikan dan mendengar semuanya, kini menatap Kenan dengan penuh tanda tanya. Dia tidak menyangka jika pria itu bisa bersikap kejam, dan tak mempunyai belas kasih pada Ibu nya sendiri. Ya, meskipun Cleo tidak menyukai Mom Sofia, dan merasa senang sebentar lagi Mom Sofia tidak tinggal bersama mereka. Tapi dia juga tidak tega jika melihat seorang ibu di usir dari rumah putranya sendiri.


"Kay, kau putriku. Tolong bantu Mommy nak," pinta Sofia pada Kaylin.


Kaylin memilih diam sama seperti yang dilakukan Kenan, dia sudah tidak bisa membantu Mom Sofia seperti dulu lagi karena Kakaknya sudah memutuskan seperti itu. Entah apa yang membuat Kak Kenan mengusir Mom Sofia, tapi yang jelas keputusan itu sudah tidak bisa diganggu gugat.


Melihat putrinya hanya diam saja, Sofia kembali menatap putranya. "Kenan, mom akan tinggal di mana jika kalian usir? Kenapa kau tega pada Mommy mu ini, Nak?" Sofia terus menangis. "Sial! Kenapa jadi begini?" umpatnya dalam hati.


Sementara Thalia yang duduk di samping Mom Sofia, hanya diam tanpa tahu harus melakukan apa. Karena yang ada di otaknya kini, semua usahanya untuk mendekati Kenan terancam gagal total karena terusirnya mereka.