Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 49


"Kenapa kau berbuat seperti ini?" tanya Cleo, disaat Kenan hendak melepas bawahan yang dikenakannya. "Kita hanya dua orang asing yang terikat karena sebuah kepentingan di dalamnya. Kau menikah dengan ku atas keinginan Kaylin, dan aku menikah denganmu hanya untuk memenuhi keinginan kedua orangtuaku, sekaligus ingin hidup bebas menjalani pekerjaan sebagai modeling. Tapi kenapa sekarang kau berubah pikiran hanya karena sudah menyentuhku?" Cleo bertanya panjang lebar, sambil menatap intens kedalam sorot mata pria yang berada di atas tubuhnya.


"Karena aku—"


Tok.. tok.


Kenan mengurungkan niatnya untuk menjawab pertanyaan Cleopatra, saat mendengar suara pintu ruangan yang diketuk dari luar.


"Kita lanjutkan nanti!" Kenan menarik tubuh Cleo, dan membantu wanita itu merapihkan pakaiannya. Setelah itu baru membuka pintu untuk melihat siapa yang sudah mengganggunya. "Ada apa?" tanya nya saat melihat pelayan berdiri dengan wajah yang terlihat panik.


"Tuan, Nona Kaylin pergi."


"Biarkan saja!"


"Tapi Tuan, Nona membawa kopernya."


"Sial!" Kenan segera keluar dari ruang kerjanya, meninggalkan Cleopatra yang tengah terkejut mendengar perkataan pelayannya.


"Kaylin pergi? Jangan bilang wanita itu melarikan diri karena kejadian tadi?" Cleo bergumam pada dirinya sendiri. "Ish, kenapa juga aku memikirkan adik ipar laknat itu? Seharusnya yang ku pikirkan sekarang adalah pergi dari mansion ini sebelum semuanya terlambat." Dia tidak ingin terbelenggu dalam ikatan pernikahan selamanya bersama Kenan Meyer, karena baru jadi istrinya selama beberapa hari saja sudah dilarang berkarier di dunia modeling. Apalagi jika menjadi istri pria itu selamanya? Jangan-jangan dirinya akan dikurung di mansion tidak boleh keluar sama sekali.


*


*


Sementara itu ditempat lainnya. Kenan yang berada di dalam mobilnya, tengah menyusul mobil Kaylin yang sudah berhasil di berhentikan oleh para pengawal pribadi mereka.


"Aku tidak mau kak, aku ingin tinggal bersama Edgar saja."


"Aku bilang masuk!" Kenan meninggikan suaranya, membuat Kaylin mau tidak mau akhirnya masuk ke dalam mobil kakaknya.


Setelah itu mobil yang ditumpangi oleh kakak beradik tersebut berjalan menuju suatu tempat. Dan di sepanjang perjalanan tidak ada yang mau membuka suaranya, baik Kenan maupun Kaylin lebih memilih diam. Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di tempat yang dituju.


"Turun! Kita sudah sampai!" Kenan membuka pintu mobilnya, lalu berjalan menuju tempat yang selalu didatanginya di saat mempunyai masalah dengan sang adik.


Kaylin yang tersadar berada di mana, segera keluar dari mobil dan menyusul kakaknya yang sudah lebih dulu masuk ke tempat peristirahatan orang yang mereka sayangi.


"Kau ingat janji yang aku ucapkan di depannya?" Kenan membuka suaranya, setelah lama berdiri di depan makam yang bertuliskan Kevin Jose Meyer.


Kaylin menganggukkan kepalanya. "Kakak berjanji akan menjagaku, dan akan menuruti semua keinginanku."


"Apa aku pernah melanggar janjiku?" Kenan berkata dengan raut wajah datar yang begitu dingin.


Kaylin meng-gelengkan kepala. "Tidak," ucapnya dengan lirih.


"Dan kau pasti ingat dengan keinginan terakhir yang kau minta?"


Kaylin terdiam, menatap wajah sang kakak yang saat ini menatap tajam kearah tempat pembaringan terakhir Daddy mereka. Ya, kini mereka berada di tempat pemakaman Daddy mereka yang telah lama berpulang kehadapan sang pencipta. Meninggalkan dirinya dan sang kakak di saat keadaan ekonomi mereka terpuruk, dengan hutang perusahaan yang menumpuk.


Jika bukan karena kerja keras kak Kenan yang merintis perusahaan keluarga mereka dari nol, entah apa yang akan terjadi padanya. Dan hanya kak Kenan yang menjadi sandaran dan tempat berlindung bagi Kaylin, di saat semua orang bahkan ibu kandung mereka pergi tanpa mau membantu sama sekali.