Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 140


"Sial!" umpat Kenan saat panggilan teleponnya tidak juga diangkat Cleopatra. "Bram kita kembali ke Jakarta!"


"Apa? Kembali ke Jakarta?" tanya Bram dengan terkejut, bahkan rasa terkejutnya melebihi saat mendengar berita kehamilan Cleopatra. "Tapi kita baru sampai?"


"Sekarang Bram!" perintah Kenan sembari menghubungi kembali nomer istrinya.


"Tapi Tuan, bagaimana dengan kerjasama perusahaan kita dengan KDDI Corporation?" Bram mencoba mengingatkan tujuan mereka datang ke Jepang. Sebuah perjalanan bisnis dengan keuntungan puluhan milyar jika kerjasama mereka berhasil di sepakati ke-dua belah pihak. Jangan sampai karena berita kehamilan nona Cleopatra, membuat tuannya bersikap gila dengan membatalkan pertemuan mereka.


"Kalau begitu kau yang urus semuanya, aku akan kembali ke Jakarta," putus Kenan dengan wajah yang gusar karena sejak tadi Cleo tidak juga mengangkat panggilan teleponnya.


"Tapi Tuan—"


"Sst..." Kenan mengisyaratkan asistennya untuk diam, karena panggilan teleponnya diangkat Cleopatra. "Sayang apa benar kau,—"


"Kenan Meyer cepat pulang ke Jakarta! Aku tunggu secepatnya," potong Cleo lalu menutup teleponnya secara sepihak.


"Ya sayang, tapi apa benar kau sedang..." Kenan menatap ponselnya saat mendengar sambungan telepon yang terputus. "Ah sial!" umpat Kenan dengan kesal, namun kembali tersenyum saat mengingat istrinya tengah hamil.


"Tuan aku tidak mungkin mewakili Anda, bagaimana jika mereka tersinggung karena Anda tidak datang?"


"Aku akan menghubungi Tuan Kazuo Inamori, dan aku yakin kau bisa menghandle rapat tersebut," Kenan menepuk bahu Bram, kemudian membuka tas kerjanya untuk mengambil berkas yang diperlukan asisten pribadinya itu, sebelum dirinya kembali ke Jakarta.


Ya, Kenan lebih memilih pulang ke Jakarta. Karena kabar kehamilan Cleo adalah kabar yang sudah sangat lama dinantikannya. Dia bahkan rela kehilangan kesempatan berkerjasama dengan perusahaan besar KDDI Corporation, dan kehilangan puluhan milyar hanya untuk bertemu dan memastikan kehamilan istri tercintanya.


*


*


Sementara itu di Jakarta, lebih tepatnya di kediaman keluarga Meyer. Kaylin menatap tak percaya setelah kakak iparnya itu menutup ponselnya.


"Cleopatra apa kau sudah gila? Menyuruh kakak ku pulang ke Jakarta! Kau kira jarak Jakarta-Tokyo itu seperti Jakarta-Bandung! Bahkan aku sangat yakin Kak Kenan pasti baru sampai di sana," umpat Kaylin dengan kesal. "Aku pikir tadi kau akan memberitahu tentang kehamilanmu."


"Untuk apa memberitahunya? Kalau Kenan sudah mengetahui kehamilanku dari foto test pack yang kau kirim secara diam-diam," sahut Cleo dengan tak kalah kesalnya.


Karena beberapa jam yang lalu saat Kaylin hendak menghubungi Kenan dan memberitahu tentang kehamilannya. Cleo segera berlari mengejar adik iparnya itu untuk melarangnya, karena Cleo ingin dialah yang memberikan kabar gembira tersebut. Tapi ternyata Kaylin diam-diam mengirimkan hasil test pack miliknya pada Kenan.


"Kau mengatakannya setelah mengirim foto tersebut, itu sama juga bohong. Sudahlah pergi sana! Kau itu hanya membuatku pusing dan mual," usir Cleo.


"Oh ya ampun Cleopatra, dulu kau menyebalkan dan sekarang saat kau hamil semakin menyebalkan. Untung saja ada calon keponakanku di sana, kalau tidak sudah aku pecat kau jadi kakak iparku," ucap Kaylin dengan menggebu.


"Sebelum kau memecatku, aku sudah lebih dulu memecatmu jadi adik ipar!" ucap Cleo tak mau kalah.


"Kau..." Kaylin menarik napas lalu mengeluarkannya secara perlahan untuk menahan emosinya.


"Cepat pergi! Aku tidak mau melihatmu!" usir Cleo sambil menangis.


"Hei kau jangan menangis! Aku akan keluar sekarang," ucap Kaylin yang merasa bingung kenapa kakak iparnya yang tadi marah-marah kini menangis dengan tidak jelas.


"Tunggu Kay!"


"Apalagi?"


"Belikan aku ice cream rasa coklat dan strawberry," pinta Cleo sambil mengusap air matanya.


"What?" pekik Kaylin dengan wajah tak percaya. Setelah mengusirnya dengan kasar, kini kakak iparnya itu dengan santai menyuruhnya. "Aku akan menyuruh pelayan untuk mengambilkan ice cream yang kau inginkan."


"Aku mau ice cream yang baru, dan yang dibeli langsung olehmu."


"Aku tidak mau!"


"Ya sudah kalau kau tidak mau, aku akan memberitahu Kenan kalau kau menolak membelikan keinginan anaknya," Cleo hendak mengambil ponselnya.


"Ck.. oke aku akan membelinya."


"Nah gitu dong, terima kasih Aunty," ucap Cleo dengan tersenyum.


Kaylin hanya mengumpat dalam hati tanpa menjawab perkataan Cleo, ia pergi dengan hati yang kesal.


Sementara Cleo langsung tertawa saat melihat Kaylin pergi. Entah mengapa mengerjai adik iparnya membawa kebahagiaan tersendiri untuknya, dan dia sudah tidak sabar menunggu kedatangan suami tercintanya.