Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 70


Setelah sampai di sebuah gedung pencakar langit yang begitu megah, dan terlihat paling tinggi diantara gedung-gedung lain yang ada di sekitarnya. Cleo keluar dari mobil begitu pun dengan Kaylin, mereka berdua memasuki gedung tersebut dengan di dampingi oleh Bram.


Ya, asisten pribadi Kenan itu ternyata sudah menunggu kedatangan mereka tepat di depan pintu masuk. Sehingga mereka bisa langsung masuk ke dalam lift, menuju lantai enam belas di mana ruangan Presdir berada.


"Nona Kaylin tunggu!" Bram menarik tangan adik tuannya.


"Kenapa?" tanya Kaylin dengan bingung, karena Bram menahan langkahnya menuju ruang kerja kak Kenan.


"Ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan pada Anda," bohong Bram. Karena dia sengaja ingin membawa nona Kaylin, agar tuannya itu bisa berduaan bersama istrinya. Karena jika ada Kaylin, Bram yakin pasangan suami istri yang terlihat masih kaku itu tidak akan pernah ada kemajuan.


"Tapi aku ingin—" belum selesai Kaylin berbicara, tangannya sudah lebih dulu di tarik oleh Bram.


"Nona Cleo masuklah lebih dulu! Nanti kami menyusul," Bram menunjuk ruang kerja tuan Kenan, lalu segera membawa Kaylin pergi dari tempat tersebut.


"Eh tapi, ..." Cleo terdiam saat melihat Bram dan Kaylin yang menghilang dibalik pintu lift. "Mereka berdua mau kemana?" tanyanya dalam hati. Tapi ada rasa lega saat Bram membawa Kaylin pergi, karena itu artinya Cleo bisa leluasa meluapkan amarahnya pada si dingin itu.


Cleo pun berjalan menuju ruangan yang tadi ditunjuk oleh Bram, namun langkah kakinya terhenti saat ia teringat sesuatu. "Di mana Thalia? Kenapa sejak tadi aku tidak melihatnya?" Cleo menatap ke seluruh ruangan yang ada dilantai tersebut, namun sama sekali tidak melihat keberadaan wanita itu. Dia tadi lupa bertanya pada Bram, Thalia bekerja di bagian apa dan lantai berapa.


"Eh.. kak Cleo," Thalia mengangkat kepalanya yang bersandar di dada Kenan dengan wajah yang terkejut, namun berbanding terbalik dengan hatinya yang merasa bahagia karena rencana yang disusunnya berhasil.


Sementara Kenan yang berdiri di samping Thalia, tampak datar saat melihat kedatangan Cleo yang kini berdiri dihadapannya.


"Maaf tadi kepalaku sedikit pusing, dan Tuan Kenan membantuku saat hampir terjatuh," jelas Thalia panjang lebar namun dengan harapan Cleopatra tidak mempercayai ucapannya.


"Oh...," dengan cuek Cleo berjalan melewati Thalia dan Kenan, berjalan menuju sofa yang ada di ruangan tersebut. Dia tidak tertarik dengan penjelasan yang Thalia sampaikan, penjelasan yang entah memang benar atau tidak.


"Oh.. kenapa hanya oh?" gumam Thalia dalam hati dengan wajah tak percaya.


"Kau pergilah!" Kenan yang sejak tadi diam, memerintahkan Thalia keluar dari ruangannya.


"Baik Tuan," Thalia segera keluar dari ruangan tersebut dengan penuh kekecewaan. Karena rencananya untuk membuat Cleopatra marah dan membuat pasangan suami-istri itu bertengkar gagal total. "Sial! Kenapa rencana ku tidak berhasil," umpat Thalia setelah keluar dari ruang kerja Kenan. Padahal dia sudah menjalankan rencana yang di susun oleh Mom Sofia, rencana yang dibuat dadakan saat Thalia mengetahui kedatangan Cleopatra.