
Cleo yang sedang berada di ruang keluarga, tengah menyaksikan acara televisi yang menurutnya sangat membosankan. Tapi mau tidak mau dia tetap menyaksikan acara tersebut, karena hanya kegiatan itu yang bisa dilakukannya setelah Kaylin pergi bersama Bram.
Sebenarnya Cleo ingin melakukan kegiatan lainnya seperti berenang. Namun wajahnya yang sudah sempurna oleh make up, membuatnya mengurungkan niat tersebut. Dia juga ingin ke dapur untuk membuat kue, namun Cleo ingat tidak bisa membuat apa pun. Bahkan menyentuh peralatan dapur saja tidak pernah dilakukannya.
Selain dua kegiatan itu, dia juga ingin bergosip dengan teman-temannya, tapi tidak bisa karena ponselnya di sita Kenan. Dan yang paling utama ingin dilakukan Cleo adalah, keluar dari mansion untuk jalan-jalan, tapi tidak bisa karena pengawal Kenan terus-menerus mengawasinya.
"Ya Tuhan, kirimkan seseorang untuk membawaku...."
Bugh.. bugh.
Belum selesai Cleo meneruskan perkataannya, ia sudah lebih dulu dibuat terkejut saat mendengar suara keributan dari ruang tamu. Belum reda rasa keterkejutannya, Cleo kembali dibuat terkejut saat melihat sosok Alex, dan beberapa anggotanya yang berjalan dibelakang sang ketua tim Delta.
"Oh my God, cepat sekali Tuhan mengabulkan keinginanku," gumamnya dalam hati dengan tersenyum bahagia. Namun senyum dibibirnya langsung menghilang, saat melihat beberapa pengawal Kenan datang dari arah belakang menyerang anggota Tim Delta. Tapi serangan yang dilakukan pengawal Kenan, dengan cepat di lumpuhkan oleh anggota tim Delta.
"Nona," Alex menunduk memberikan hormat. "Aku diperintahkan Tuan A untuk menjemput Anda."
"Menjemputku?" Cleo mengerutkan keningnya dengan wajah yang bingung, karena tidak biasanya Agam menyuruh pulang dengan melibatkan tim Delta, apalagi sampai membuat keributan di mansion Meyer.
"Ya Nona, sekarang ikutlah bersama kami!" Alex berkata sembari menghajar dua orang pengawal yang bertugas menjaganya sejak tadi, hingga keduanya terjatuh tidak berdaya diatas lantai.
Jika dilihat dari apa yang terjadi, bahkan banyaknya anggota tim Delta yang datang ke mansion Meyer. Sudah dapat dipastikan ada masalah besar yang terjadi berkaitan dengan dirinya dan mungkin berkaitan dengan Kenan.
"Alex sebenarnya apa yang terjadi?"
"Dimana ponsel Anda?" tanya Alex tanpa menjawab pertanyaan Nona nya.
"Ponselku ada pada Kenan, memangnya kenapa?" Cleo semakin penasaran.
Alex terdiam sesaat, menatap pada Cleo melalui kaca spion. "Nanti Anda akan tahu, setelah bertemu dengan Tuan A."
"Ck, kau itu bagaimana sih. Aku ini sudah sangat.. sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Jika ujung-ujungnya A yang memberitahu, untuk apa aku bertanya padamu!" gerutu Cleo dengan mengerucutkan bibirnya.
Alex hanya diam tidak menjawab ucapan Cleo, karena tidak berhak untuk berbicara lebih. Tadinya Alex pikir nona Cleo sudah mengetahui apa yang terjadi, karena tuan Agam saja sudah mengetahuinya. Tapi ternyata Cleo tidak tahu karena ponselnya di tahan oleh tuan Kenan Meyer, pantas saja tuan Agam menghubungi Nona Cleo tapi tidak diangkat-angkat oleh wanita itu.
"Alex..! Cepat katakan apa yang terjadi?" hatinya mulai merasa tidak enak, terlebih saat melihat raut wajah Alex yang datar dan dingin. "Alex!" sentak Cleo.
Alex tetap pada pendiriannya, dia diam selama diperjalanan hingga mobil mereka sampai di mansion Mateo. Keduanya segera masuk ke dalam, terlebih Cleo yang tanpa banyak kata berjalan lebih dulu di depan Alex. Dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi, sampai-sampai Agam membawanya pulang ke mansion dengan pengawalan yang ketat, terlebih lagi perasaannya mulai tidak enak entah karena apa.