
"Dasar wanita ******!"
Bukan Kenan yang mengumpat Silviana, melainkan Cleopatra yang saat ini tengah bersembunyi di balik dinding pemisah ruang tamu dengan ruang tengah yang ada di mansion Meyer. Cleo sengaja bersembunyi di tempat tersebut, untuk mencuri dengar apa saja yang dibicarakan keduanya.
"Omong kosong macam apa ini?" ucap Kenan dengan tajam.
"Aku merindukanmu, apa ada yang salah dari ucapanku?" Silviana tersenyum. "Bukankah merindukan seseorang adalah hal yang wajar? Terlebih seseorang itu pernah ada hubungan di masa lalu."
"Ck.. kau hanya buang-buang waktu saja," Kenan memilih pergi dari pada menanggapi mantan kekasihnya.
"Kenan tunggu dulu!" Silviana menahan langkah pria nya. "Kau itu tidak bisa diajak bercanda sama sekali."
"Aku tidak punya waktu untuk bercanda," Kenan menghempaskan tangan Silviana.
"Baiklah aku tidak akan bercanda lagi, kedatanganku kemari ingin meminta pekerjaan."
"Pekerjaan?" Kenan mengerutkan keningnya.
"Ya, karena aku sudah kehabisan uang. Jadi saat nya aku bekerja untuk mendapatkan uang, bukan?" ucap Silviana dengan jujur. Karena memang uang tabungannya selama ini yang merupakan pemberian Kenan, saat mereka masih menjadi sepasang kekasih sudah menipis, setelah digunakan untuk berfoya-foya.
Tadinya Silviana kira uang tabungannya masih bisa untuk hidupnya beberapa bulan lagi, sebelum dirinya kembali pada Kenan. Tapi ternyata perhitungannya meleset, hingga membuat Silviana harus datang pada Kenan lebih cepat dari yang sudah direncanakan.
"Apa alasanmu yang sebenarnya datang kemari?" ucap Kenan dengan menyelidik.
Kenan terdiam, dia hanya menatap lurus pada wajah Silviana. "Berapa yang kau butuhkan?" tanya nya to the poin.
Membuat Silviana tertawa namun di detik berikutnya menatap Kenan dengan sendu. "Ck.. yang aku butuhkan pekerjaan, bukan uangmu! Aku pikir kau akan memberikan apa yang aku butuhkan, mengingat bagaimana hubungan kita sebelumnya."
"Karena aku mengingat bagaimana hubungan kita dulu, jadi tahu apa yang kau inginkan! Sebutkan saja nominalnya?"
"Kenan kau benar-benar keterlaluan! Aku memang butuh uang, tapi aku meminta dengan cara bekerja. Jadi kau bisa memberikannya atau tidak?" ucap Silviana dengan sedikit emosi.
Kenan hanya diam tidak menjawab pertanyaan Silviana. Sementara Cleo yang sejak tadi mendengar semua percakapan keduanya, memohon dalam hati agar suaminya itu tidak memberikan pekerjaan pada Silviana. Karena dia tahu tujuan wanita itu selain uang juga ingin mendekati Kenan kembali. Jangan tanya bagaimana Cleo mengetahui tujuan Silviana? Karena bagi Cleopatra yang merupakan mantan penakluk para pria, tahu betul cara-cara untuk mendekati pria incarannya.
"Kalau kau tidak bisa membantuku tidak apa-apa, aku pulang." Silviana mengambil tasnya yang ada di atas meja, hendak pergi dari kediaman Meyer.
"Besok datanglah ke kantor ku!"
Silviana menghentikan langkahnya, bibirnya tersenyum sebelum menengok pada Kenan. "Terima kasih Ken," ucapnya sambil mengulurkan tangan.
Kenan hanya diam tidak menerima uluran tangan tersebut. "Pukul sembilan pagi! Jika terlambat, tidak akan ada kesempatan kedua!"
"Baik, aku akan datang tepat pukul sembilan pagi. Sekali lagi terima kasih."
Kenan hanya menganggukkan kepala, menatap pada Silviana yang berlalu pergi dari kediamannya, tanpa menyadari Cleopatra yang tengah mengumpat dengan kasar karena mendengar keputusan yang diambil suaminya.