
Mansion utama.
Sudah tiga hari ini Cleopatra mengurung diri di dalam mansion, tidak pernah sekalipun berani melangkah kakinya keluar dari pintu besar yang ada dibangunan tersebut. Apalagi dua hari yang lalu Kenan datang dengan alasan ingin bertemu dengan sang pemilik mansion. Tapi untung saja para pengawal bertindak cepat, dengan mengatakan sang pemilik mansion tidak ada ditempat.
Sehingga sampai detik ini keberadaannya di mansion utama tidak bisa ditembus oleh Kenan. Terlebih situasi mansion utama yang memang terlihat kosong, karena seluruh keluarga Arbeto sedang berlibur ke luar negeri, membuat dirinya masih aman bersembunyi di tempat tersebut.
Dor.
Alana menepuk pundak Cleo, yang terlihat tengah melamun di balik jendela.
"Al kau mengagetkan saja," Cleo beranjak dari tempatnya, berjalan menuju sofa yang ada diruangan tersebut.
"Habis kau itu aneh, pagi-pagi begini sudah melamun," Alana ikut duduk di samping sepupunya. "Apa kau merindukan suamimu?" goda Alana dengan tersenyum jail. Dia sengaja menggoda Cleo karena tahu permasalahan yang sedang dihadapi sepupunya itu, permasalahan yang menurutnya sangat aneh.
"Oh my God, mana mungkin aku merindukan si dingin itu!" Cleo tersenyum sinis apalagi saat membayangkan wajah Kenan yang dingin dan datar.
"Lalu kenapa kau melamun? Berdiri di dekat jendela seperti sedang menunggu seseorang."
Cleo menghela napasnya dengan kasar. "Kaki ku gatal ingin jalan-jalan, aku ingin shopping, aku ingin hang out bersama teman-temanku, dan aku sangat ingin menjalani pemotretan." Keluhnya dengan bibir yang mengerucut tajam.
"Ck, tidak semudah itu Al. Kenan memiliki kekuasaan diluar sana, dan pastinya aku akan tertangkap meskipun di temani oleh sepuluh pengawal sekaligus. Dan hanya di mansion ini aku aman, karena Kenan tidak akan berani masuk tanpa ijin terlebih membuat keonaran di mansion utama." Jelas Cleo panjang lebar.
"Iya juga, apalagi pria pintar seperti Kenan pasti tidak ingin semua keluargamu mengetahui ada permasalahan di dalam rumah tangga kalian yang baru seumur jagung. Karena jika sampai keluargamu tahu, habislah kalian berdua!"
"Nah itu kau pintar," Cleo menepuk bahu sepupunya dengan tersenyum.
"Ish, jika aku bodoh tidak mungkin aku bisa menjadi dokter." Alana balik menepuk bahu Cleopatra. "Lalu apa yang akan kau lakukan? Tidak mungkin selamanya kau bersembunyi di mansion utama, mengingat tiga hari lagi Tita dan B akan pulang. Dan jika B tahu kau bersembunyi di sini karena menghindari suami mu, pasti kabar itu akan tembus ke A dan keluarga besar yang lainnya." Ucap Alana mengingatkan.
Karena selama ini Cleopatra bersembunyi di mansion utama tanpa satu orang pun yang tahu, dan itu semua tidak luput dari peran mereka berdua yang membungkam para pelayan dan pengawal, agar tidak ada yang membocorkan keberadaan mereka dari keluarga besar terutama sang pemilik mansion.
"Itu juga yang sedang aku pikirkan, aku harus mencari cara agar Kenan kembali ke jalan yang benar! Dengan menjalankan kembali isi kontrak pernikahan kita," kelakar Cleo sambil tertawa.
"Kau itu," Alana menoyor kening sepupunya dengan gemas. Dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Cleopatra, yang tidak mau terikat selamanya di pernikahannya.
Padahal sepupunya itu menikah dengan seorang Kenan Meyer. Pria tampan, kaya raya, dan begitu berwibawa, yang banyak digilai oleh para wanita. Bahkan kalau boleh jujur Alana pun terpesona pada sosok Kenan Meyer, dan jika dirinya berada di posisi Cleo pasti akan dengan senang hati menjadi milik pria itu selamanya meskipun harus menukar dengan kebebasannya.