Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 58


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tujuh jam lamanya, pesawat yang ditumpangi oleh Kenan dan Cleo sampai di tempat tujuan. Cleo yang tertidur selama di perjalanan membuka kedua matanya, dan begitu terkejut saat mendapati dirinya sudah berada di sebuah helikopter.


"Kenapa kau tidak membangunkan aku?" tanya Cleo sembari menatap dari jendela untuk memastikan dirinya berada di mana.


"Kita hampir sampai," ucap Kenan tanpa menjawab pertanyaan Cleo. Tangannya menunjuk sebuah pulau yang akan menjadi tempat bagi Kenan menghukum Cleo selama tiga hari ini.


Cleo menatap arah yang ditunjuk oleh Kenan dengan kening yang berkerut, saat menyadari ternyata Kenan membawanya ke sebuah pulau pribadi yang kemungkinan besar milik pria itu.


Bagaimana Cleo bisa tahu kalau itu pulau pribadi? Karena seperti pulau pribadi milik keluarga Arbeto, dimana hanya ada satu bangunan yang begitu luas dan megah di tengah-tengah pulau tersebut.


"Wah..." ucap Cleo dengan excited saat turun dari helikopter, melihat pemandangan sekitarnya yang begitu indah dengan mansion megah, dan luas yang tidak jauh dari tempat mereka berada.


"Ayo cepatlah!" Kenan berjalan lebih dulu menuju mansion milik keluarganya. Karena dia sudah tidak sabar untuk menyentuh Cleopatra, setelah berjam-jam lamanya menahan gairah.


"Ken tunggu dulu!" Cleo berlari menyusul langkah pria itu dengan senyum dibibirnya, entah mengapa dia merasa bahagia Kenan membawanya pergi ke sebuah pulau terpencil. Hingga melupakan misinya yang melarikan diri untuk terbebas dari pria itu.


"Kau itu lama sekali!" dengan cepat Kenan menggendong Cleo, membawa wanitanya masuk ke dalam mansion dengan terburu-buru. Bahkan Kenan tidak menghiraukan sama sekali para pelayan yang menyambut kedatangan mereka dengan memberi hormat.


Aw..


"Ken apa yang kau lakukan?" pekik Cleo saat Kenan merobek pakaiannya begitu saja, hingga kancing-kancing kemejanya terlepas memperlihatkan tubuh bagian depannya.


"Aku akan menghukummu!" Kenan kembali menghimpit tubuh Cleo, mencium bibir wanita itu yang entah sejak kapan menjadi candunya.


Ah..


Cleo mende-sah saat kedua tangan Kenan menyentuh dan bermain di da-danya setelah Bra yang dikenakannya terlepas entah kemana.


"Ken..." ditariknya rambut Kenan saat pria itu mengecup dan mengigit tengkuknya, yang dapat ia pastikan akan meninggalkan jejak berwarna merah kebiruan. "Ken sakit...!" lirih Cleo dengan napas yang memburu saat Kenan mengigit dibagian tubuh lainnya bahkan di tiap incinya.


"Dengan begini kau akan ingat jika tubuhmu itu adalah milikku!" Kenan kembali menyusuri tubuh wanitanya sambil melepaskan bawahan yang dikenakan Cleo, hingga wanita itu kini polos tanpa sehelai benangpun.


"Ken tunggu!" Cleo menahan dada bidang Kenan saat pria itu menghimpit tubuhnya setelah melepaskan pakaiannya. "Kenapa kau selalu mengatakan aku milikmu? Hanya karena kau sudah menyentuhku? Padahal kau tahu jelas pernikahan ini hanya sebuah kontrak tanpa cinta di dalamnya."


Kenan terdiam tidak menjawab pertanyaan Cleo, pertanyaan yang pernah wanita itu ajukan beberapa hari yang lalu.


"Kau tidak mungkin mencintaiku bukan? Atau apa yang kau lakukan ini hanya sebatas nafsu?" tanya Cleo kembali saat melihat Kenan hanya diam saja, dan entah mengapa jantungnya berdetak dengan cepat menunggu jawaban pria itu.