Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 88


Setelah sampai di mansion Meyer, Cleo langsung dibawa masuk ke dalam kamar utama. Dia dihempaskan begitu saja di atas tempat tidur, lalu ditinggalkan tanpa satu kata pun setelah Kenan merebut ponsel miliknya.


"Kenan buka pintunya!" Cleo memukul pintu kamar dengan keras, agar Kenan membukanya. Karena mereka harus berbicara agar tidak terjadi kesalahpahaman. "Buka pintunya Ken! Kita harus bicara!" Cleo berteriak sambil terus memukul pintu kamar.


Namun usahanya itu percuma saja, karena Kenan sama sekali tidak menggubris permintaannya. Cleo bahkan berani bertaruh, pria itu sudah tidak ada di depan pintu kamar mereka.


"Kenapa aku jadi takut, Kenan akan salah paham dengan semua ini? Kenapa juga aku jadi memikirkan perasaannya? Bukankah seharusnya aku senang, jika Kenan berpikiran macam-macam dan menuduhku berselingkuh dengan Edgar? Jadi aku bisa secepatnya di buang seperti mantan kekasihnya?" semua pertanyaan itu memenuhi pikirannya. Membuat Cleo pusing sendiri, dengan keinginan hatinya yang tidak sejalan dengan pikirannya.


Sementara itu Kenan yang berada di ruang kerja yang ada di mansion nya, membanting semua barang-barang yang ada di depan matanya. Ruangan yang begitu rapih, kini hancur berantakan tak berbentuk.


"Damn!" umpat Kenan, sembari menghancurkan cermin yang ada di ruangan tersebut, hingga hancur berkeping-keping.


Kenan begitu marah dengan apa yang terjadi, sampai tidak menghiraukan luka di pelipis mata yang terkena serpihan kaca. Bahkan begitu marahnya Kenan, sampai ingin menghabisi pria yang sudah membantu Cleo melarikan diri.


Itu sebabnya Kenan menyuruh para pengawal untuk mengatasi Edgar, dan mengurung Cleo di dalam kamar. Karena tidak ingin sampai membantai sepupunya itu, terlebih lagi menyakiti Cleo.


Drt.. drt.


"Bagaimana?" tanya Kenan setelah mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya.


"Sudah beres Tuan, kami sudah memberikan pelajaran kecil pada Tuan Edgar."


"Baik Tuan."


Kenan pun menutup panggilan tersebut, dengan kilatan mata penuh kemarahan. Kejadian dua tahun yang lalu, kembali mengusik hati dan pikirannya.


"Cukup satu kali Ed!" tangannya menggebrak meja dengan keras, hingga menggema ke seluruh ruangan. Kenan berjanji tidak akan membiarkan miliknya, kembali di sentuh oleh Edgar. Karena Cleo adalah miliknya! Hanya miliknya! Tidak boleh ada satu orang pun mengambil Cleo dari sisinya.


"Kak ada apa ini?" Kaylin yang kebetulan lewat di depan ruang kerja, memberanikan diri untuk masuk saat melihat pintu yang sedikit terbuka. Betapa terkejutnya dia, saat melihat ruangan tersebut begitu berantakan. Terlebih lagi saat melihat wajah Kakak nya yang terlihat mengerikan.


"Keluar!" sentak Kenan dengan tegas.


"Tapi kak, wajahmu terluka!" Kaylin berjalan mendekat, karena ingin mengobati luka tersebut.


"Aku bilang keluar! bentak Kenan dengan suara yang menggelegar.


Membuat Kaylin ketakutan, dan segera berlalu dari tempat tersebut. Dia begitu takut dengan kemarahan kakaknya kali ini. Sebuah amarah yang pernah ia lihat, saat kak Kenan mengetahui Silviana berselingkuh.


"Jangan-jangan?" Kaylin bergegas menuju kamar utama. Dia yakin kemarahan kakaknya itu berkaitan dengan Cleopatra. "Cleo, kau ada di dalam?" Kaylin mengetuk pintu kamar. "Cleo..." dia terus memanggil nama kakak iparnya itu. Namun pintu tersebut tidak juga di buka. "Aku harus mencari tahu apa yang terjadi!" Kaylin pun langsung menuju kamar untuk mengambil ponselnya.


Dia menghubungi Bram, untuk menanyakan apa yang terjadi pada kakaknya sampai marah seperti itu. Namun sayangnya Bram tidak mengetahui apa yang terjadi pada Kak Kenan. Tapi pria itu berjanji akan mencari tahu, dan secepatnya memberi kabar kepadanya.