Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 68


"Sialan! Bisa-bisanya aku kalah dengan wanita laknat itu," umpat Kaylin dengan kesal, menatap Cleopatra yang tengah asik berbicara dengan salah satu karyawan yang ada di butik tersebut. Karena merasa bosan Kaylin pun akhirnya memilih beberapa pakaian, lalu mencobanya di ruang ganti.


Sementara itu Cleo yang tengah menunggu karyawan untuk mengambilkan tas yang diinginkannya, berjalan melihat-lihat tas yang dipajang di butik tersebut.


"Maaf Nona, tas ini milik Nona yang ada di sana!" tunjuk karyawan pada Nona Cleopatra, customer langganan di butik mereka.


"Ck, pasti dia hanya ingin melihat saja. Kalau aku ingin membelinya!" Wanita dengan tubuh ramping, berwajah blesteran, berambut panjang, dengan ke-dua mata teduhnya, bersikeras ingin membeli tas tersebut.


"Siapa bilang aku hanya ingin melihat?" Cleopatra yang mendengar keributan tersebut berjalan menghampiri orang yang ingin membeli tas incarannya. "Tas ini akan aku beli sekarang juga!" Cleo mengeluarkan kartu milik Kenan dan memberikannya pada karyawan tersebut.


"Aku akan membayar dua kali lipat, jadi berikan tas itu padaku!" wanita tersebut memberikan kartu miliknya.


"Ck," Cleo tersenyum sinis. "Aku akan membayar sepuluh kali lipat, bagaimana?" Cleo tidak ingin berdebat panjang dengan wanita tersebut. Sehingga berani menaikkan harga tas tersebut sepuluh kali lipat, maka dengan sendirinya wanita itu pasti akan menyerah.


"Sial! Aku tidak punya uang sebanyak itu," dia mengambil kembali kartunya. "Aku sudah tidak tertarik dengan tas itu!" ketusnya sambil berjalan keluar dari butik tersebut dengan wajah yang kesal, karena tidak mendapat tas yang diinginkannya. Bahkan karena begitu kesalnya, wanita itu sampai tidak melihat ada seorang wanita yang berjalan dari arah kanan hingga membuat keduanya bersenggolan.


"Hei, kalau jalan itu pakai mata!" teriak Kaylin pada wanita yang baru saja menabraknya, tanpa meminta maaf sama sekali. "Dia.. kenapa dia mirip sekali dengan...?" Kaylin menatap punggung wanita tersebut sambil berusaha melihat wajahnya, namun karena terhalang oleh beberapa orang Kaylin pun kesulitan untuk memastikan apa yang dilihatnya.


"Kay, kau kenapa?" Cleo menghampiri adik iparnya, setelah mendengar suara Kaylin yang berteriak.


"Tidak ada, aku hanya seperti melihat seseorang yang ku kenal." Kaylin mengalihkan tatapan matanya pada Cleopatra. "Kenapa kau perhatian padaku?"


"Cih, perhatian padamu? Kau benar-benar terlalu percaya diri." Cleo tersenyum sinis, berjalan kembali untuk mengambil tasnya.


*


*


Setelah puas menghabiskan uang milik Kenan dengan membeli banyak barang, dan juga membayar barang-barang belanjaan milik Kaylin. Cleo pun memutuskan untuk pulang tidak jadi bertemu dengan teman-temannya, karena merasa lelah setelah dua jam keliling di tempat perbelanjaan tersebut.


"Wah.. aku tidak mengira kau begitu murah hati membayar semua belanjaan ku." Ucap Kaylin dengan sangat bahagia, karena dia bisa sepuasnya berbelanja apa pun tanpa menggunakan kartu miliknya.


"Bukan aku yang membayarnya," jawab Cleo dengan santai, berjalan masuk ke dalam mobilnya.


"Kalau bukan kau lalu siapa?" tanya Kaylin, yang kini duduk di samping Cleopatra.


"Kakak mu," Cleo tersenyum dengan puas.


"What? Jadi semua belanjaan aku kakak yang membayarnya?"


"Ya, aku menggunakan kartu milik kakak mu. Jadi otomatis kakak tersayang mu yang membayarnya," Cleopatra menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah Kaylin yang terkejut.


"Damn! Kenapa kau tidak bilang dari awal?" Kaylin merasa begitu kesal. Seandainya dia tahu Cleopatra membayar semuanya dengan memakai kartu milik kakaknya, tentu Kaylin tidak akan aji mumpung dengan membeli barang yang mahal-mahal hanya untuk membuat keuangan Cleo menipis. "Sial, aku ingin mengerjainya, kenapa jadi aku yang mengerjai kakak ku?" sesal Kaylin dalam hati.