Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 38


"Kenapa dari tadi kau hanya diam? Cepat buatkan sarapan untukku!" Kaylin yang sejak tadi menunggu mulai kesal, saat melihat wanita murahan itu hanya duduk diam dengan santai sambil memainkan ponselnya. Padahal sepuluh menit yang lalu Cleopatra bilang akan membuatkan sarapan untuknya.


"Tunggu sebentar lagi!" Cleo berkata dengan santai, namun kedua matanya menatap tajam pada Kaylin. Menelisik wanita yang berstatus sebagai adik iparnya itu, guna memikirkan langkah apa yang harus diambilnya untuk menghadapi Kaylin. Karena ia tahu pasti, jika wanita itu tidak dihadapi dengan cepat maka akan terus mengganggunya.


"Sabar.. sabar.. aku ini sangat lapar," ketus Kaylin dengan berbohong, karena sebenarnya dia sudah sarapan bersama kak Kenan tadi pagi sebelum Cleo terbangun. Kaylin sengaja meminta kakak iparnya untuk membuat sarapan, hanya ingin mengerjai wanita itu.


"Kalau kau lapar buat saja sendiri!" sahut Cleo dengan acuh.


"Tapi aku tidak bisa memasak."


"Dan kau pikir aku bisa?" Cleo membalikkan perkataan adik iparnya. "Kau tahu betul aku ini siapa dan dari keluarga mana! Atau jangan-jangan kau lupa aku ini dari keluarga Mateo? Keluarga kaya raya, dan terpandang di negara ini."


"Cih, ternyata kau itu orang yang begitu pongah." Kaylin semakin membenci Cleopatra, karena selain mencuri kekasihnya ternyata wanita murahan itu begitu sombong.


"Aku rasa sah-sah saja bersikap pongah, dihadapan orang yang tidak tahu diri."


"What? Berani sekali kau mengatakan aku tidak tahu diri!" Kaylin mengepalkan kedua tangannya, menahan emosi yang mulai naik di dalam hati.


"Karena kau memang seperti itu, tidak tahu diri!" ucap Cleo dengan penuh penekanan di setiap katanya.


Membuat Kaylin marah dan hampir saja melayangkan tangannya untuk menampar Cleo, kalau saja tidak teringat perkataan Kenan yang melarangnya beradu fisik dengan wanita itu.


"Seharusnya kau itu bersyukur lepas dari Orion, bukannya malah membenciku." Sahut Cleo sambil menghela napasnya dengan kasar, mengingat kembali sosok pria bren-gsek yang begitu terobsesi pada dirinya.


Cleo terdiam. Matanya menatap dengan intens kedalam manik mata Kaylin yang berwarna amber sama seperti Kenan. Kini dapat ia lihat dengan jelas sosok Kaylin yang sesungguhnya, sosok kesepian dan haus akan cinta.


"Apa yang membuatmu begitu mencintai Orion?" tanya Cleo dengan rasa keingintahuan yang besar.


Kaylin terdiam sesaat, lalu tersenyum. "Pertanyaan itu seharusnya aku tujukan padamu. Apa yang membuatmu begitu mencintai Orion? Sampai tega merebutnya dariku." tanya Kaylin sambil berusaha untuk tidak menangis dihadapan Cleopatra.


"Tidak ada."


"Tidak ada?" Kaylin mengerutkan keningnya dengan wajah yang bingung.


Cleo menjawab dengan mengangkat kedua bahunya. "Sekarang katakan, apa yang membuatmu begitu mencintai Orion?"


"Karena Orion sangat tampan, pintar, penuh perhatian, dan sangat baik." Kaylin tersenyum sendiri saat mengingat sosok mantan kekasihnya. "Dia pria yang sempurna di mataku."


"Sempurna?" Cleo tertawa sambil menggelengkan kepalanya. "Kau tidak butakan? Dia itu memiliki satu kekurangan."


Kaylin meng-gelengkan kepalanya tanda tidak setuju atas perkataan Cleopatra. "Apa kekurangannya?" tanya nya dengan penasaran. Karena seingatnya Orion adalah sosok pria yang sempurna.


"Kekurangannya hanya satu, yaitu tidak punya kelebihan apa pun." Ucap Cleopatra sambil tertawa terbahak-bahak, lalu berdiri dari duduknya setelah melihat kedatangan seseorang yang sejak tadi ditunggunya. "Kau ingin sarapan bukan? Jadi diam, dan jangan banyak bicara! Mereka yang akan membuatkan sarapan untukmu!" dia menunjuk pada beberapa orang yang berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut.