Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 143


Setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan dengan pulang pergi Jakarta-Tokyo, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Kenan Meyer sampai di Mansion Meyer pukul setengah lima pagi. Ia segera masuk ke dalam kamar dengan langkah perlahan, karena tidak ingin membangunkan Cleopatra yang pastinya masih tertidur dengan lelap.


Namun Kenan begitu terkejut saat melihat Cleopatra yang tidak berada di atas tempat tidur, melainkan duduk di atas sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Akhirnya kau pulang juga?"


"Kau sudah bangun tidur?" Kenan berjalan cepat menghampiri Cleopatra tanpa menjawab pertanyaan wanitanya.


"Kau belum menjawab pertanyaanku Kenan Meyer!"


Kenan berlutut di depan Cleopatra, menggenggam tangan wanita itu sembari menatap dengan intens wajah cantik istrinya.


"Aku disini, itu artinya sudah pulang."


"Kenapa lama sekali?" dengan kesal Cleo memukul bahu suaminya. "Kau tahu aku menunggu mu seharian sampai tidak bisa tidur, hanya untuk memberitahu kalau aku hamil."


"Jadi benar kau—"


"Kenan Meyer aku belum selesai bicara!" Cleo mendorong Kenan saat pria itu hendak memeluknya. "Aku sangat kesal padamu! Aku juga kesal pada Kaylin yang menghilang entah kemana, bahkan sampai detik ini adik kesayanganmu itu belum juga kembali. Apa kalian tidak tahu aku begitu kesepian, tidak ada yang bisa aku kerjai dan rasanya sangat membosankan," gerutu Cleo panjang lebar. Menumpahkan seluruh kekesalannya pada Kenan, tanpa peduli pria itu baru saja tiba setelah melakukan perjalanan pulang pergi Jakarta-Tokyo.


Kenan menghela napasnya dengan perlahan, ia harus bersabar menghadapi emosi Cleo yang naik turun. Karena dia mengetahui wanita hamil pasti mengalami mood swing karena perubahan hormon, dan dari mana Kenan mengetahui semua itu? Tentu saja dari artikel yang dibacanya seputar kehamilan saat dalam perjalanan pulang.


"Aku menyuruhnya untuk beli Ice cream, tapi sampai detik ini dia belum juga kembali."


Kenan kini mengetahui apa yang membuat Cleo kesal, karena Kaylin tidak membelikan apa yang diinginkan wanita itu dan juga karena dirinya yang pulang terlalu lama. Untuk alasan pertama masih masuk diakal olehnya, tapi untuk alasan kedua, apa Cleo lupa kalau dirinya itu pulang pergi keluar Negeri bukan pulang pergi keluar kota jadi wajar kalau memakan waktu berjam-jam.


"Aku akan membelikan mu ice cream, tapi sebelum itu—" Kenan mengusap perut Cleo dengan perlahan lalu mengecupnya. "Terima kasih sayang, kau sudah memberikan hadiah terindah dan termahal untuk ku," ucap Kenan sambil mengecup bibir istrinya.


Di perlakukan hangat seperti itu tentu saja membuat Cleo luluh, ia diam saat Kenan mengecup bibirnya berulang kali.


"Aku masih marah padamu Ken," ucap Cleo setelah Kenan menghentikan kecupannya. "Kau sudah membuat aku hamil, itu artinya kau harus bertanggung jawab!"


"Tentu saja sayang, aku—" belum selesai meneruskan perkataannya, ia dibuat bingung saat Cleo mengecupnya sembari membuka kancing kemejanya dengan terburu-buru.


"Kau tidak boleh berpaling dari ku, apalagi selingkuh saat nanti tubuhku menjadi gemuk."


"Tentu—" ucapannya tenggelam saat bibir tipis Cleo kini ******* bibirnya dengan sangat menuntut. Bahkan tangan wanita itu tidak tinggal diam, melepaskan kemeja yang dikenakannya dan mulai membuka ikat pinggang celananya.


"Kalau kau berani selingkuh, aku akan..." tangannya mencengkram kuat dibawah sana, sebagai ultimatum untuk suaminya.


Kenan tersenyum sembari menggelengkan kepala, melihat tingkah Cleo yang terbilang unik karena marah-marah namun menggodanya secara bersamaan.