Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 73


"Wow.. ternyata seorang Kenan Meyer yang tidak bisa mencintai seorang wanita, memiliki ruang rahasia," Cleo tersenyum sinis saat direbahkan di atas tempat tidur luas yang berukuran king size. Dia tak menyangka Kenan sama saja dengan para mantan kekasihnya, yang memiliki ruang rahasia untuk membawa para wanitanya. "Sudah berapa banyak wanita yang kau bawa kemari?"


Kenan menautkan kedua alisnya, menatap wajah Cleo yang berada di bawahnya. Dia lupa bagaimana seorang Cleopatra yang pastinya tahu arti ruangan yang kini mereka tempati.


"Hanya dua orang wanita, mantan kekasihku dan kau."


"What?" Cleo langsung mendorong Kenan. Entah mengapa dia tidak terima mengetahui mantan kekasih pria itu pernah di bawa ke tempat tersebut, yang artinya Kenan pernah meniduri mantan kekasihnya. Dan yang lebih membuatnya tidak terima, Kenan pernah mempunyai mantan kekasih, itu artinya pria itu pernah mencintai seseorang. "Aku ingin keluar!" Cleo hendak beranjak dari atas tempat tidur, namun lagi-lagi Kenan berhasil menahan langkahnya.


"Kenapa?"


"Karena aku tidak suka berada di tempat bekas wanita lain."


Kenan tersenyum tipis saat melihat wajah Cleo yang kesal. "Tadi kau mengatakan tidak akan pernah cemburu, tapi mengetahui aku pernah membawa mantan kekasihku kemari kau marah? Bukankah itu artinya kau cemburu?"


"Ck, aku itu tidak cemburu. Aku hanya tidak suka berada di tempat bekas wanita lain," Cleo melepaskan diri dari dekapan Kenan. "Sudah aku katakan bukan, kau dekat dengan seribu wanita cantik pun aku tidak akan pernah cemburu." Cleo bergegas pergi dari tempat tersebut, tujuannya hanya satu yaitu mencari pakaiannya yang tadi di lepas oleh Kenan, dan segera pergi dari ruang kerja pria itu.


"Tunggu Cleo!" Kenan menyusul langkah wanitanya, dan dia begitu terkejut saat pintu ruang kerjanya dibuka dari luar. Dengan sigap Kenan memeluk Cleo, membalik tubuh wanitanya yang hanya mengenakan bra di bagian atas. Agar tertutupi dan tidak terlihat oleh orang yang membuka pintu kerjanya.


"Kalian sedang apa?" Kaylin yang masuk bersama Bram, menatap bingung saat melihat kakaknya memeluk erat seseorang yang dapat dipastikan itu Cleopatra.


"Tuan Anda baik-baik saja?" Bram pun ikut bertanya.


"Kalian keluar sekarang!"


"Tapi kak..."


"Sekarang Kaylin Meyer!" ucap Kenan dengan tegas.


"Bram cepat kau beli pakaian atasan untuk Cleo, dan ukurannya sama seperti Kaylin."


"Baik Tuan,"


"Tidak perlu," Cleo menatap pada wajah Kenan yang terlihat bertanya kenapa. "Ambil saja di bagasi mobil, tadi aku membeli beberapa pakaian." Jelas Cleo.


"Kau dengar Bram? Cepat bawa kemari!"


"Baik Tuan," Bram segera pergi dari ruangan tersebut, karena tidak berani berlama-lama di ruangan dimana sang istri tuannya dipastikan tidak mengenakan pakaian. "Untung saja aku tidak melihat Nona Cleo te-lanjang, kalau tidak. Bisa habis kedua mata ku ini di keluarkan oleh tuan Kenan." gumam Bram dengan bergidik ngeri.


Sementara itu Kaylin yang masih berdiri di ruangan tersebut, dan mendengar semua yang dikatakan oleh kak Kenan menjadi kesal sendiri. Bagaimana bisa kedua orang itu asik bersenang-senang, sementara dirinya dibuat kesal oleh tingkah Bram yang menahannya di dalam ruang kerja pria itu.


"Jadi kalian habis bercinta?" tanya Kaylin dengan ketus. "Oh my God, di luar sana banyak hotel, kenapa kalian malah bercinta di ruang kerja."


"Karena di ruangan ini lebih menantang Kay," Cleo menyembulkan kepalanya dari balik bahu Kenan. "Sekali-kali kau harus mencobanya," seloroh Cleo sambil tertawa saat melihat wajah Kaylin yang terlihat kesal bercampur geli.


Pletak.


Tawa Cleo terhenti, berganti dengan suara mengaduh saat keningnya di sentil oleh Kenan.


"Jangan bicara sembarangan! Dan kau Kay, keluar dan tunggu di dalam mobil!"


Kaylin pun segera beranjak dari tempat tersebut, dengan wajah kesal saat melihat bagaimana Cleopatra mengatakan hal menjijikkan seperti tadi.


"Ck, dia bilang bercinta di dalam ruang kerja sangat menantang? Benarkah? Ah jangankan di ruang kerja, aku bahkan tidak tahu bagaimana rasanya bercinta," keluh Kaylin sembari terus melangkah pergi menuju pintu lift, meninggalkan Cleo yang terdengar sedang marah pada kakaknya.