
Setelah melihat kakaknya pergi dari ruangan tersebut, Kaylin langsung menatap pada Cleopatra. "Kau serius mengijinkan Mommy tinggal di apartemen mu?"
"Tentu saja, kau pikir aku bercanda?" Cleo mendekatkan bibirnya pada telinga Kaylin. "Tapi ingat! Tidak ada yang gratis di dunia ini."
Kaylin menelan salivanya dengan susah payah, karena sudah menduga kakak iparnya itu mempunyai maksud tertentu melakukan hal tersebut.
"Kau menginginkan apa?" tanya Kaylin to the poin karena tahu pasti wanita itu sebentar lagi akan menyuruhnya.
"Em.. aku ingin sekali makan Ayam bakar Janda, jadi tolong belikan ya Aunty..."
"Ayam bakar Janda?" Kaylin mengerutkan keningnya dengan bingung, karena ia baru mendengar nama makanan seperti itu. Karena yang ia tahu hanya ayam goreng, ayam crispy, ayam bakar tapi tidak ada kata janda dibelakangnya. "Ayam bakar Janda itu seperti apa?"
"Em.. itu..." sebenarnya Cleo hanya ingin mengerjai Kaylin dengan menyebut secara asal yang ada dibenaknya, itu artinya makanan tersebut tidak ada. Lagi pula hanya orang bodoh saja yang percaya ada nama makanan ayam bakar Janda. "Kau jangan banyak bertanya! Cukup belikan saja apa yang aku minta, dan jangan lupa bawa pengawal bersamamu."
"Membawa pengawal? Memangnya Ayam bakar Janda itu beli dimana?"
"Di Bandung," jawab Cleo dengan asal.
"What?" Kaylin menatap tak percaya dengan yang diucapkan kakak iparnya.
"Sudah jangan terkejut, cepat pergi sana!"
"Tidak mau! Kenapa bukan Kak Kenan saja yang kau suruh? Bukankah Kakak yang sudah membuatmu hamil, jadi dia yang harus bertanggung jawab bukan aku yang terkena getahnya."
"Kay belikan saja apa yang kakak ipar mu inginkan. Kasihan keponakanmu," sahut Sofia. Meskipun dia juga bingung ayam bakar janda itu seperti apa.
"Tapi Mom..."
Sofia menatap putrinya dengan tatapan memohon, membuat Kaylin kesal setengah mati karena Mommy nya itu lebih berpihak pada Cleopatra.
"Oh ya, Mom Sofia biar aku dan Kenan yang mengantar ke Apartemen. Jadi pergilah!"
"Tapi aku tidak tahu Ayam Bakar Janda itu seperti apa?" Kaylin benar-benar bingung dan takut salah. Ia tidak mau sampai bolak-balik hanya untuk membelikan apa yang diinginkan kakak iparnya.
"Kau tanya saja ke penjualnya, ayam itu sudah jadi janda atau belum sebelum di bakar."
Bukannya mengerti apa yang dimaksud Kakak iparnya, Kaylin justru semakin bingung. Tapi mau tidak mau ia pun menuruti apa yang diperintahkan Cleopatra meski dengan terpaksa. Anggap saja yang dilakukannya saat ini sebagai balas budi, karena kakak iparnya sudah memberikan tempat tinggal untuk Mom Sofia.
Setelah melihat Kaylin pergi, Cleo bersiap mengantar Mom Sofia ke apartemen miliknya. Tidak lupa ia memaksa Kenan untuk ikut bersama mereka dengan alasan demi keselamatan baby yang ada di dalam kandungannya, padahal tujuan sebenarnya hanya ingin mendekatkan Kenan dengan Mom Sofia.
"Sayang.. karena sudah malam, kita tidur di sini saja," bujuk Cleopatra setelah mereka sampai di apartemen. Kini mereka berada di ruangan tengah hanya berdua, karena Mom Sofia sudah masuk ke dalam kamar.
"Tidak, lebih baik kita pulang sekarang!" Kenan tidak ingin berada di tempat yang sama dengan Mom Sofia, karena takut emosinya tak terkendali.
"Tapi sayang, aku lelah dan sangat mengantuk. Jadi kita menginap di sini saja. Lagi pula ada dua kamar di apartemen ini." Mom Sofia sudah menempati kamar utama, dan kini yang tersisa hanya kamar tamu. Tapi Cleo tidak keberatan tidur di kamar tamu, demi memperbaiki hubungan Kenan dan Mom Sofia.