Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 139


"Bram kau dengar sesuatu?" tanya Kenan sembari menatap sekelilingnya, karena dia merasa seperti ada yang memanggil namanya.


"Tidak Tuan, aku tidak mendengar apa pun."


"Ck.. jelas saja kau tidak dengar apapun," Kenan menarik headset dari telinga asisten pribadinya.


Bram tersenyum kikuk lalu menatap sekelilingnya yang tidak ada siapapun selain dirinya dan Kenan, karena saat ini mereka berada di dalam private jet milik keluarga Meyer.


"Memangnya apa yang Anda dengar?"


"Aku mendengar suara Cleo," Kenan mengusap dadanya yang entah mengapa berdebar dengan tiba-tiba.


Bram tersenyum sembari menggelengkan kepala. "Ya ampun Tuan, baru satu jam kita berada di dalam pesawat. Anda sudah sangat merindukan Nona Cleopatra sampai berhalusinasi mendengar suaranya."


Kenan tidak mempedulikan sindiran Bram, karena masih merasa aneh dengan debaran yang dirasakannya. Sebuah debaran yang akan semakin kencang saat membayangkan wajah cantik Cleopatra.


"Tuan.. Tuan Kenan.." panggil Bram sembari melambaikan tangannya tepat di depan wajah tuannya. "Anda kenapa?" tanya Bram dengan cemas saat melihat tuan Kenan yang tersenyum-senyum sendiri. Sebuah senyuman yang entah mengapa membuatnya bergidik ngeri.


"Aku baik-baik saja," Kenan kembali tersenyum sembari menggelengkan kepala, saat teringat bagaimana manisnya sikap Cleo akhir-akhir ini yang begitu posesif padanya.


"Oh ya ampun, apa Tuan Kenan di ganggu mahluk tak kasat mata?" gumam Bram dalam hati dengan bergidik ngeri, saat melihat tuan Kenan yang tersenyum-senyum sendiri. Bukan tanpa alasan dia curiga tuannya diganggu makhluk halus, karena tadi tuan Kenan mengatakan mendengar suara nona Cleo, padahal Nona Cleopatra jelas-jelas tidak ikut bersama mereka.


"Hei kau mau kemana?" tanya Kenan saat melihat Bram beranjak dari tempatnya.


"A-aku ingin buang air kecil."


"Ck.. cepatlah jangan lama-lama! Karena ada yang ingin aku bahas tentang KDDI Corporation."


"Hi.. mengerikan," gumamnya saat merasakan bulu kuduknya berdiri.


Sementara itu Kenan yang tersadar dari lamunannya, langsung membuka laptop untuk kembali fokus mempersiapkan rapat yang akan dihadirinya terkait kerjasama perusahaan Meyer dengan KDDI Corporation.


*


*


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tujuh jam, akhirnya pesawat yang di tumpangi Kenan sampai di Narita International Airport. Sebelum turun dari pesawat, Kenan menyalakan ponselnya terlebih dahulu setelah sempat mematikannya.


"Tuan ada apa?" tanya Bram saat melihat wajah tuannya yang terlihat terkejut.


Kenan tidak menjawab pertanyaan Bram, karena fokusnya kini ada pada banyaknya panggilan tak terjawab dari Kaylin dan juga Cleopatra. Terlebih saat membuka pesan singkat yang dikirim oleh adiknya, sebuah foto benda pipih dengan dua garis merah, yang ia tahu merupakan alat tes kehamilan dengan tulisan.


...Aku akan menjadi Aunty...


"Kaylin akan menjadi Aunty? Itu artinya Cleo hamil? Dan aku akan menjadi Daddy," teriak Kenan dengan tertawa bahagia sambil memeluk Bram tanpa sadar.


"Nona Cleopatra sedang Hamil?" tanya Bram dengan terkejut.


"Ya, istriku hamil. Cleopatra sedang mengandung penerus keluarga Meyer," jelasnya sembari menghubungi nomer ponsel wanitanya, karena Kenan ingin mendengar langsung berita bahagia tersebut dari mulut Cleopatra.


"Selamat Tuan," ucap Bram yang turut bahagia dengan kabar kehamilan tersebut.


Kenan hanya menjawab dengan sebuah senyuman. Dia sudah tidak sabar mendengar suara Cleopatra yang mengatakan kalau sedang mengandung anaknya, buah cintanya.