
"Orion lepaskan aku!" Cleo berusaha melepaskan pegangan di tangannya.
"Kita harus bicara! Kau berhutang sebuah penjelasan padaku," Orion semakin erat menggenggam tangan wanitanya.
"Kau juga berhutang padaku Orion," Kaylin yang sejak tadi diam karena terkejut, kini ikut bersuara sambil mencengkram tangan mantan kekasih yang masih sangat dicintainya itu.
Sehingga terjadilah saling tarik menarik diantara ketiganya, Orion yang menarik lengan Cleo dan Kaylin yang menarik lengan Orion.
"Lepaskan Nona kami!"
Salah satu pengawal mendorong Orion, dan yang satunya lagi mengamankan ke-dua nona mereka. Namun bukannya berhasil memisahkan ketiganya, yang terjadi justru saling dorong mendorong karena baik Orion dan Kaylin tidak sedikitpun melepaskan cengkraman tangan mereka.
"Cleo aku mohon," pinta Orion tanpa mempedulikan keberadaan Kaylin. Karena yang ada di mata pria itu hanyalah sosok Cleopatra yang sangat ia rindukan siang dan malam.
Sementara Cleo hanya diam tidak tahu harus melakukan apa.
"Tuan jangan salahkan kami jika bertindak kasar pada Anda," pengawal tersebut ingin melumpuhkan pria yang menggangu nona mereka.
"Hentikan!" Kaylin yang masih sangat mencintai Orion, tidak tega jika melihat pujaan hatinya itu dipukuli oleh para pengawalnya.
"Tapi Nona."
Orion yang melihat bagaimana Kaylin melindunginya, tersenyum penuh kemenangan pada dua pengawal tersebut. Tidak percuma dia mendapatkan informasi tentang keberadaan Cleo dari seseorang yang bernama Sofia, karena wanita itu juga menjelaskan kalau wanitanya pergi bersama Kaylin. Sehingga Orion berani mendatangi Cleo, karena yakin Kaylin yang bodoh itu pasti akan melindunginya.
"Orion aku Ingin—"
"Sepuluh menit Cleopatra, aku janji hanya sepuluh menit." potong Orion dengan cepat, karena dia tidak mau membuang waktu berharganya hanya untuk mendengarkan Kaylin berbicara.
"Baiklah kita bicara di dalam," Cleo memutuskan untuk bicara dengan Orion, karena tidak enak menjadi tontonan orang-orang yang ada di sekitarnya. Selain itu Cleo juga ingin menunjukkan pada Kaylin, bahwa Orion bukanlah pria yang patut untuk dicintai.
"Cleo kau...?" Kaylin menatap tak percaya saat wanita yang berstatus sebagai kakak iparnya itu menerima permintaan Orion. Karena merasa tidak terima, dan ada yang ingin di sampaikan juga pada Orion. Kaylin memutuskan untuk mengikuti keduanya masuk kembali ke dalam cafe.
"Apa yang ingin kau bicarakan? Ingat waktu mu sepuluh menit dari sekarang!" Cleo menatap jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Kenapa mencampakkan ku? Memutus hubungan kita dengan alasan ingin menikah? Kau tahu betul aku sangat mencintaimu, aku juga sudah melamar mu. Tapi kenapa kau lebih memilih menikah dengan Kenan Meyer?" semua pertanyaan yang terpendam dalam hatinya, dia tumpahkan begitu saja.
"Dengar Orion! Bukankah sejak awal kita menjalin hubungan, kau tahu betul aku memiliki banyak kekasih? Jadi hal yang wajar jika kita putus dan aku memilih menikah dengan pria lain."
"Tapi kenapa Cleo? Kenapa tidak memilih ku? Kenapa kau justru memilih bajingan itu?" Orion menyebut Kenan sebagai bajingan, karena dia begitu membenci sosok Kenan Meyer. Karena pria itu sudah membuat perusahaan keluarganya hampir bangkrut, dan karena Kenan pula dia sampai masuk ruang IGD dengan luka pukulan yang membuatnya pingsan.
Sementara itu Kaylin yang duduk tidak jauh dari tempat Cleo dan Orion, hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, saat mendengar orang yang paling dicintainya itu justru menyebut kakaknya sebagai bajingan.