Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 149


Kaylin yang menangis di dalam pelukan Ibu kandungannya, kini menatap pada Kenan. Pada pria yang berstatus sebagai kakak satu-satunya yang ia miliki.


"Kak kenapa kau tega sekali?" Kaylin mengusap air matanya dengan tatapan penuh kekecewaan, karena kakaknya mengusir Mom Sofia. "Aku membawa Mom kemari untuk tinggal bersama kita, bukan untuk kau usir!"


"Tinggal bersama kita?" Kenan menarik satu sudut bibirnya. "Kau lupa apa yang sudah di perbuatnya pada kita? Terutama padaku?"


"Aku ingat Kak, tapi Mom Sofia sudah menyesali semua perebutannya, dan sudah mendapatkan balasan yang setimpal. Thalia putri tiri yang selama ini diasuhnya, membuang Mom begitu saja. Dan harta Mom yang tersisa habis oleh orang yang menipunya." Jelas Kaylin panjang lebar. "Jadi Kay mohon, ijinkan Mom tinggal bersama kita."


"Tidak bisa! Aku tidak akan pernah mengijinkan Nyonya Sofia tinggal di mansion ini?


"Baik! Kalau Kak Kenan tidak mengijinkan Mom tinggal di mansion ini, aku akan pergi dan ikut bersama Mom Sofia," ancamnya.


"Jika kau berani pergi, aku tidak akan lagi menganggap mu sebagai adik! Semua fasilitas mobil, tabungan, kartu debit dan kredit harus kau tinggalkan!" Kenan balik mengancam, untuk kali ini dia tidak akan mengalah pada keinginan Kaylin.


"Oke siapa takut," Kaylin melempar tas miliknya, yang berisikan dompet dan kunci mobil. "Ayo Mom kita pergi dari sini!"


"Kay..." Sofia menahan langkah putrinya. "Tetaplah di sini, jangan melawan kakakmu!" Bukan karena dia tidak suka Kaylin ikut bersamanya, tapi Sofia saat ini tidak memiliki apa pun, jadi mana mungkin ia tega membawa putrinya untuk hidup susah.


"Tapi Mom..."


"Kau dengar? Orang yang kau bela mati-matian justru tidak menginginkanmu! Karena tahu kau sudah tidak memiliki apa pun."


"Ya kau benar, Mom memang tidak menginginkan Kaylin ikut."


"Mom..." ucap Kaylin dengan terkejut.


"Tapi bukan karena Kaylin yang tidak memiliki apa pun, Mom hanya tidak ingin hidup Kaylin ikut menderita dan kesusahan." Sofia mengusap wajah cantik putrinya. "Tapi Mom janji, jika keadaan Mommy sudah membaik akan menjemputmu."


Perkataan Sofia tentu saja membuat hati Kaylin terharu, dan bukan hanya Kaylin. Cleo pun ikut merasakannya. Cleo merasa apa yang diucapkan Nyonya Sofia sangat tulus dari dalam hati.


"Tapi Kay..."


Kaylin tersenyum lalu merangkul lengan Mom Sofia hendak keluar dari ruangan tersebut.


"Tunggu Kay, jangan pergi!" Cleo hendak berjalan mendekati adik iparnya itu, namun langkahnya tertahan oleh sang suami.


"Biarkan dia pergi!" Kenan berucap dengan tegas.


"Tidak, Kaylin tidak boleh pergi!"


"Kakak ipar...." Kaylin begitu terharu mendengar perkataan Cleopatra. Ia tidak menyangka kakak iparnya itu lebih menyayanginya dari pada Kenan, terbukti dengan wanita itu yang melarangnya untuk pergi.


"Dengar Kenan! Kalau Kaylin pergi, aku tidak bisa mengerjainya lagi..."


"What?" pekik Kaylin dengan kesal. Rasa haru yang sempat hadir dihatinya kini berganti dengan emosi yang siap meledak kapanpun. Bagaimana tidak emosi, saat mengetahui ia dilarang pergi bukan karena kakak iparnya itu menyayanginya, tapi karena tidak ada lagi yang akan dikerjai oleh Cleopatra.


"Eh.. maksudku jika Kaylin pergi, siapa yang akan menuruti semua keinginan Baby kita," ucap Cleo sembari mengusap perutnya saat menyadari ucapannya yang keceplosan.


"Ada aku Daddy nya yang akan menuruti semua keinginan anak kita." Kenan ikut mengusap perut istrinya.


"Tapi beda sayang, Baby kita hanya menginginkan Aunty nya." Bohong Cleopatra.


"Tapi Cleo—"


"Baby? Daddy? Aunty? Apakah kau sedang hamil?" tanya Sofia yang sejak tadi diam pada menantunya.