Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 147


Dan selama diperjalanan pulang menuju mansion Meyer, Cleo mogok bicara. Ia tidak menggubris sama sekali apa yang diucapkan Kenan, karena masih marah keinginannya tidak dituruti. Padahal dia hanya meminta agar diijinkan menjalani pemotretan, bukan berlenggak lenggok di atas catwalk. Itu pun hanya selama beberapa bulan saja, setelah perutnya terlihat membuncit Cleo pun akan berhenti menjalani pemotretan.


Sementara Kenan yang duduk di samping Cleo hanya bisa menghela napasnya dengan kasar, ia tahu saat ini wanitanya tengah marah karena keinginannya tidak dipenuhi. Tapi ia melakukan semua karena tidak ingin kehamilan Cleo terganggu dengan kesibukan wanita itu. Dan Alasan utamanya karena Kenan tidak mau sampai Cleo menjadi pusat perhatian dari para pria diluaran sana. Belum lagi jika wanitanya itu menjalani pemotretan dengan pakaian sexy, pasti tubuh indah Cleo akan menjadi konsumsi publik.


*


*


Sudah tiga hari ini Kenan dibuat pusing oleh sikap Cleo yang mendiamkannya, karena bukan hanya diam tapi wanitanya itu juga sudah tidak mau melayaninya di atas ranjang. Dan itu sangat menyiksa pikirannya juga menyiksa miliknya yang sudah merindukan sentuhan Cleopatra.


"Mau sampai kapan kau mendiamkanku?" Kenan merangkul Cleo dari belakang, karena saat ini wanitanya tengah berdiri di balkon kamar mereka.


"Sampai kau mengabulkan keinginan ku," jawab Cleo tanpa membalik tubuhnya. Ia lebih memilih menatap langit yang gelap, dari pada menatap wajah tampan suaminya.


"Baiklah keinginanmu akan aku kabulkan."


"Benarkah?" Cleo membalik badannya dengan tersenyum bahagia.


"Ya, tapi hanya untuk satu Minggu!"


"What? Tapi..."


"Lima hari," ucap Kenan dengan tegas.


"Tapi Kenan..."


"Oke.. oke satu Minggu. Aku rasa cukup," ucap Cleo pada akhirnya dari pada tidak sama sekali.


"Lima hari, dengan syarat pakaian yang sopan dan aku harus ada di setiap pemotretan mu!"


"Ck.. baiklah," mau tidak mau Cleo menyanggupi semua syarat yang diberikan Kenan. Lagi pula tawaran pemotretan yang diterimanya itu untuk sebuah kosmetik kecantikan, dan pakaian dari brand ternama. Jadi pakaian yang akan dikenakannya nanti tidak mungkin pakaian yang mini.


"Sekarang kita makan malam, karena aku tidak mau Baby kita kelaparan di dalam sana." Kenan mengusap perut rata istrinya.


"Oke.." Cleo merangkul mesra tangan Kenan, berjalan menunju lantai bawah dimana ruang makan berada. Namun saat mereka baru saja sampai di ruang tengah, dikejutkan dengan suara cempreng dan khas milik seorang Kaylin.


"Hai Kak Ken, Kakak ipar..." Kaylin berjalan dengan santai mendekat pada Kenan dan Cleopatra.


"Dari mana saja kau! Kenapa baru pulang?" Kenan bersiap untuk marah, namun tidak jadi saat Kaylin menangkupkan kedua tangannya sebagai permohonan maaf.


"Aku ini sedang patah hati kak, pria yang aku cintai ternyata..."


"Aku tidak bertanya apa sedang kau alami," potong Kenan dengan cepat. Dia tidak mau menjadi tempat curhat kisah asmara adiknya, karena ujung-ujungnya Kenan yang akan kesusahan dengan permintaan tidak masuk akal Kaylin, seperti saat adiknya itu patah hati karena Orion. "Yang aku tanyakan kemana kau pergi selama ini? Bukankah aku menugaskan kau untuk menjaga Cleopatra?"


"Ck.. dengarkan dulu apa yang ingin aku katakan, jangan memotong!" gerutu Kaylin sambil menghela napasnya dengan kasar. "Selama beberapa hari ini aku pergi jalan-jalan untuk menghilangkan rasa sedih karena patah hati, dan tanpa sengaja aku bertemu dengan—" Kaylin terdiam sesaat lalu memanggil seseorang yang ikut pulang bersamanya.


Cleopatra dan Kenan yang mendengar Kaylin menyebut sebuah nama, langsung terkejut saat melihat sosok tersebut. Keduanya tidak menyangka akan bertemu kembali dengan sosok yang telah lama tidak mereka lihat.