Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 81


"Kay, kenapa kau ada di sini? Bukankah Mom sudah bilang kau harus beristirahat?" Sofia menutupi keterkejutnya dengan menggandeng putrinya menjauh dari kamar Kenan.


"Mom, apa yang kalian lakukan di depan kamar kakak?" Kaylin lebih memilih mengulangi pertanyaannya, daripada menjawab pertanyaan Mom Sofia.


"Em.. kami..."


"Mom menemani aku untuk bertemu kak Kenan, karena ada yang ingin aku bicarakan tentang pekerjaan. Tapi sepertinya kak Kenan sedang sibuk, jadi kami tidak ingin menganggu," Thalia menjawab dengan berbohong.


"Benarkah? Kau tidak sedang berbohongkan?"


"Tentu saja tidak, lagi pula untuk apa aku berbohong?" Thalia tersenyum kaku.


Sedangkan Kaylin tersenyum sinis, karena dia tahu betul Thalia berbohong. Karena tadi Kaylin melihat dengan jelas Mom Sofia, dan Thalia yang sedang menguping di depan pintu kamar kak Kenan.


"Sudah-sudah, lebih baik sekarang kita antar Kaylin ke kamarnya!" Sofia lebih dulu bersuara saat melihat Kaylin hendak mengatakan sesuatu.


Dengan cepat Sofia membawa putrinya itu kembali ke kamar, agar tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang akan membuat mereka kesulitan untuk menjawab.


"Mom bagaimana ini? Apa Kaylin akan percaya dengan kebohongan ku," ucap Thalia saat mereka kembali ke dalam kamar, setelah memastikan Kaylin beristirahat.


Sofia hanya diam saja, dia pun menyuruh putri tirinya itu untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat. Karena Sofia menganggap permasalahan ini tidak akan menjadi besar, karena yakin putrinya itu tidak akan mengatakan apapun pada Kenan. Lagi pula apa yang mereka lakukan bukan sesuatu yang harus di khawatirkan, karena hal yang wajar bukan? Jika seseorang ingin menguping atau mengetahui sesuatu.


*


*


Pagi-pagi sekali setelah semua orang selesai sarapan, mereka berkumpul di ruangan tengah atas perintah Kenan. Ruang tengah yang biasanya terasa hangat kini begitu dingin, dan tegang saat seluruh anggota keluarga termasuk Sofia dan Thalia berkumpul di sana. Mereka duduk dalam diam tanpa ada yang berani bersuara, karena menunggu sang kepala keluarga, dan satu-satunya pria di ruangan tersebut berbicara.


Kenan sendiri masih asik diam sambil menatap tajam kearah Mom Sofia dan Thalia, kearah dua orang yang akan menjadi topik pembahasannya kali ini.


"Kenan sebenarnya ada apa ini? Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Sofia dengan memberanikan diri. Ia begitu penasaran apa yang membuat putranya itu menyuruh mereka berkumpul di ruangan tersebut. Dan ada sedikit rasa takut kalau-kalau mereka berkumpul di sana, karena putrinya itu cerita tentang kejadian semalam.


"Berkemaslah!"


Deg.


Satu kata dari mulut Kenan sanggup membuat semua orang yang ada di ruangan terkejut, terutama Sofia dan Thalia. Bahkan Cleopatra yang duduk di samping Kenan dengan malas-malasan, karena merasa lelah setelah semalaman suaminya itu terus mencum-bunya pun ikut terkejut.


"Berkemas? Siapa yang harus berkemas?" tanya Sofia dengan berpura-pura tidak tahu, padahal jelas sekali putranya berkata untuk dirinya. Karena mata Kenan sejak tadi menatap dirinya dengan tatapan yang begitu menusuk.


"Tentu saja kalian," Kenan masih menatap pada Mom Sofia dengan raut wajah yang datar dan dingin.


"Maksudnya Mom dan Thalia?"


Kenan hanya diam tidak menjawab pertanyaan Mom Sofia, hanya melalui tatapan matanya dia menjawab pertanyaan ibu kandungnya itu.


"Kenan sayang kenapa Mom di usir?" Sofia menatap pada Thalia, memberikan kode agar wanita itu ikut bertanya.


"Ya kak, kenapa kami di usir?" Thalia yang mengerti kode yang diberikan Mom Sofia, ikut bertanya pada Kenan.