Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 144


Melihat Kenan yang tersenyum justru membuat Cleo semakin kesal bercampur gemas, karena kadar ketampanan suaminya menjadi berkali-kali lipat.


"Kau jangan tersenyum! Aku ini sedang marah," Cleo kembali mencium bibir Kenan, mengalungkan tangannya dileher pria itu untuk memperdalam ciuman mereka. "Ken..." ******* lolos begitu saja saat tangan Kenan bermain di tubuhnya, menyentuh di setiap titik sensitif yang tentunya diketahui dengan sangat baik oleh sang suami.


"Kau menginginkannya?" bisik Kenan sembari mengecup leher jenjang Cleopatra, mendorong dengan perlahan hingga kini posisinya berada diatas tubuh sang istri.


"Aku..." dengan cepat Cleo menganggukkan kepalanya, menarik wajah Kenan untuk mencium kembali bibir pria nya yang terlihat begitu menggoda.


Kenan tersenyum saat melihat sisi liar seorang Cleopatra, karena itu artinya dia harus menyiapkan tenaga ekstra untuk membuat wanitanya puas. Tanpa menunggu lama, Kenan pun melepaskan satu persatu yang melekat di tubuh Cleopatra hingga polos tanpa sehelai benangpun, sama seperti dirinya yang sudah melepaskan semua yang dikenakannya.


"Tunggu dulu!" Kenan menahan saat Cleo menarik tubuhnya untuk segera memulai percintaan mereka.


"Kenapa?" tanya Cleo dengan kesal, karena sudah tidak sabar menyatu dengan suaminya.


"Kau sedang hamil, aku tidak Ingin menyakitinya," Kenan mengusap perut Cleopatra dengan perlahan.


"Menyakitinya bagaimana? Justru baby kita yang menginginkannya," bohong Cleo. Karena malu jika berterus terang bahwa dialah yang begitu menginginkan Kenan saat ini juga. "Cepatlah sayang!"


Kenan menatap wajah dan perut Cleo bergantian, merasa ragu untuk meneruskannya atau tidak. Karena di satu sisi dia ingin memuaskan hasratnya, tapi di sisi lainnya merasa takut akan menyakiti Baby yang ada didalam perut Cleopatra.


"Ah.. lama sekali!" dengan tidak sabaran Cleo mendorong Kenan kesamping, membuat pria itu berbaring hingga ia bisa memegang kendali percintaan mereka yang baru saja dimulai.


"Sayang pelan!" Kenan berusaha menahan pinggang Cleo yang tengah naik turun diatas tubuhnya. Karena ia masih merasa khawatir dengan apa yang tengah mereka lakukan.


"Diamlah Ken!" ucap Cleo dengan napas terengah-engah, mencium bibir suaminya dengan sangat menuntut tanpa menghentikan pergulatan panas mereka.


Erangan dan ******* memenuhi setiap sudut kamar, yang menjadi saksi bisu penyatuan cinta mereka yang begitu di dominasi oleh seorang Cleopatra. Sementara Kenan sekuat mungkin menahan keinginannya untuk membalik tubuh Cleo, dan mengambil alih kendali percintaan mereka.


"Kau sudah periksa ke dokter kandungan?" tanya Kenan ditengah pergulatan panas mereka, sambil menatap wajah cantik Cleo yang terlihat semakin sexy saat berkeringat.


"Tentu saja belum, karena —" ucapannya terhenti saat tiba-tiba saja Kenan mengubah posisi mereka, melepas penyatuan yang baru berjalan beberapa menit.


"Kita periksa sekarang!"


"What?" pekik Cleo dengan kesal, karena Kenan menghentikan percintaan panas mereka hanya untuk pergi ke dokter kandungan. "Ini masih pagi Ken! Alana saja mungkin masih tertidur."


"Aku akan membuat sepupumu itu bangun, dan memeriksa kehamilanmu saat ini juga!"


"Tapi Kenan..."


"Sekarang Cleopatra!" ucap Kenan dengan tegas sembari ingin menggendong istrinya.


"Aku bisa sendiri!" Cleo yang kesal menghempaskan tangan Kenan, dengan wajah yang ditekuk ia berjalan menuju bathroom tanpa peduli tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun.


Sementara Kenan hanya bisa menghela napasnya dengan kasar, saat melihat tubuh Cleo yang menghilang di balik pintu. Sebenarnya dia juga tidak ingin menghentikan percintaan panas mereka, tapi Kenan benar-benar sangat khawatir, apalagi saat mengetahui Cleo belum memeriksakan kandungannya.