Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 65


Kenan yang sejak tadi diam dengan raut wajah yang datar dan dingin, kini menarik satu sudut bibirnya. "Kenapa aku harus menolong kalian?"


"Karena kau putraku, apa kau tidak kasihan pada Mommy mu ini?"


"Putramu?" Kenan menautkan kedua alisnya. "Maksud Anda putra yang sudah Anda buang?"


Deg.


Sofia menelan salivanya dengan susah payah. "Kenan, Mommy—"


"Dan satu lagi, kenapa aku harus mengasihani Anda?"


Sofia tidak bisa menjawab pertanyaan putranya, dia hanya bisa menangis dengan keras. "Mom sadar sudah banyak melakukan kesalahan dengan meninggalkanmu, dan Kaylin begitu saja. Tapi yakinlah Nak, setiap harinya Mom dihantui oleh perasaan bersalah pada kalian."


"Benarkah?" Kenan tersenyum sinis. "Jika Anda merasa bersalah, kenapa Anda tidak pernah datang menemui kami. Bahkan di saat hari pernikahanku pun Anda tidak datang?"


"Karena Mommy merasa malu, sudah meninggalkan kalian hanya karena takut hidup miskin. Apalagi pilihan yang Mom ambil ternyata salah, karena perusahaan Yosep semakin turun dan berbanding terbalik dengan perusahaan Meyer yang semakin sukses," terang Sofia dengan tergugu. "Mom juga tidak mau di cap sebagai orang tua yang datang pada anak-anaknya, disaat mereka sudah sukses."


"Tapi kenyataannya Anda memang datang di saat kami sudah sukses," sindir Kenan dengan dingin.


"Karena Mommy terpaksa. Jika saja Yosep masih hidup, Mom tidak akan datang ke sini meminta bantuan pada kalian." Sofia menundukkan kepalanya.


"Tapi apa, Nak?" tanya Sofia dengan gugup.


"Tapi tidak dengan Thalia! Karena dia bukan bagian dari keluarga Meyer."


"Apa? Ta-tapi Nak kasihan Thalia. Dia sudah tidak memiliki siapapun selain Mommy."


"Itu bukan urusanku," Kenan berdiri dari tempat duduknya, berjalan keluar dari ruangan tersebut karena merasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.


"Kenan tunggu Nak! Mom mohon ijinkan Thalia tinggal di sini, Mommy tidak mau melakukan kesalahan seperti dulu lagi dengan meninggalkan seorang anak di saat dia tidak mempunyai siapa pun. Walaupun anak itu bukan anak kandungku."


Kenan yang hendak membuka pintu, berbalik menatap Mom Sofia dengan tatapan yang dalam. "Baik, aku akan mengijinkan dia tinggal di sini. Tapi hanya untuk sementara begitu pun dengan Anda. Dan anggap apa yang aku lakukan ini sebagai balas budi, karena Nyonya Sofia sudah melahirkan dan mengurus kami walaupun pada akhirnya kami ditinggalkan." Kenan keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya


Di satu sisi dia merasa bersalah karena sudah memperlakukan Mom Sofia, yang merupakan Ibu kandungannya seperti orang lain. Namun di satu sudut hatinya yang lain, dia merasa miris saat melihat bagaimana Mommy nya memperjuangkan anak orang lain. Berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Mom Sofia dulu, pada dirinya dan Kaylin yang nota bene anak kandungnya.


"Terima kasih Nak," teriak Sofia saat melihat putranya berlalu dari tempat tersebut. Dia tersenyum bahagia, karena sudah berhasil membuat Kenan mengijinkan dirinya dan Thalia tinggal di mansion Meyer. Tanpa mempedulikan sindiran Kenan diakhir percakapan mereka. "Aku harus memberitahu Thalia kabar baik ini," dengan cepat Sofia mencari keberadaan putri sambungnya itu. Putri yang tidak akan dia lepaskan, karena Thalia mewarisi seluruh harta peninggalan milik suaminya yang sudah meninggal itu.


Ya, Sofia berbohong dengan mengatakan seluruh harta suaminya sudah habis. Karena pada kenyataanya harta itu ada namun semua atas nama Thalia, dan akan jatuh ke tangan anak tirinya itu jika Thalia sudah menikah. Itu sebabnya Sofia tidak mau melepaskan Thalia begitu saja, dan akan membuat semua aset kekayaan anak tirinya itu menjadi miliknya, dengan cara menikahkan Thalia dengan putranya Kenan Meyer. Karena Sofia tidak rela jika harta milik Yosep hilang begitu saja dari genggamannya, dan akan dinikmati oleh Thalia dan calon suaminya kelak. Setelah dirinya mengorbankan banyak hal termasuk meninggalkan Kenan dan Kaylin.