
Beberapa bulan kemudian.
"Sayang jangan bolak-balik seperti itu, aku pusing melihatnya!" Cleo yang tengah memakai make up, menatap tajam pada suaminya yang sejak tadi tidak mau diam.
"Aku gugup sayang," Kenan menghampiri istrinya yang duduk di atas brankar. Dia merasa cemas karena sebentar lagi Cleopatra akan masuk ke ruang operasi, melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan Baby Rex Meyer.
Ya, baik Kenan dan Cleo sudah sepakat memberi nama putra pertama mereka Rex yang mempunyai arti Raja.
"Ish.. kau tenang saja, berdoa agar aku dan Baby Rex selamat." Cleo mengecup bibir suaminya agar pria itu sedikit tenang.
Kenan pun menjadi lebih tenang setelah berdoa dalam hati, apalagi saat melihat wajah istrinya yang terlihat santai dan tidak takut sedikitpun. Terkadang dia bingung bagaimana bisa sosok Cleopatra begitu tangguh, mengingat wanitanya itu dari keluarga terpandang. Karena biasanya para wanita dari keluarga kaya akan sangat manja, contohnya saja Kaylin.
"Benar yang dikatakan Cleo, kau lebih baik berdoa untuk keselamatan keduanya." Sofia menepuk bahu Kenan. Hubungannya dengan sang putra yang sudah berangsur membaik beberapa bulan belakangan ini, membuat Sofia begitu bahagia. Di tambah sebentar lagi akan kedatangan anggota baru yang merupakan penerus keturunan Meyer, membuat kebahagiaan itu semakin sempurna.
"Mommy benar, Kak Kenan itu seharusnya lebih tenang bukannya membuat semua orang menjadi panik," gerutu Kaylin.
"Diamlah Kay!" Kenan menatap tajam pada adiknya.
"Sudah-sudah aku harus berdandan dulu," Cleo melanjutkan merias wajahnya. Ia harus terlihat cantik saat proses operasi nanti, karena semua akan diabadikan melalui video yang sudah disiapkan suaminya. "Oh ya, Mom dan Dad kenapa belum datang?" tanya Cleo saat menyadari kedua orang tua, dan adik-adiknya belum sampai. Karena sebentar lagi dia akan masuk ke dalam ruang operasi.
Saat Kenan ingin menjawab pertanyaan istrinya, ia dibuat terkejut ketika mendengar suara seseorang.
Semua orang yang ada di ruangan menatap kearah pintu, dimana ada dua orang pria tampan yang masuk ke dalam ruangan tersebut. Jika Cleo, Kenan, dan Mom Sofia menatap pada pria yang berjalan paling depan.Tapi tidak dengan Kaylin, wanita itu menatap pria yang berjalan di belakang dengan kedua mata yang berbinar-binar.
"Alexander..." gumamnya dalam hati dengan jantung yang berdetak dengan cepat, karena masih mencintai pria itu meskipun mengetahui Alex sudah memiliki seorang kekasih.
"A akhirnya kau datang," Cleo tersenyum pada sang kakak, lalu menatap pada Alexander yang ia ketahui tengah menetap di luar negeri. "Kau juga ada di sini Alexander?"
"Nona.." Alex membungkuk memberi hormat.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Agam setelah berada di samping adiknya.
"Keadaan ku baik, dan sebentar lagi dokter akan membawaku ke ruang operasi," jawab Cleo. Dan benar saja, beberapa perawat dan dokter masuk ke dalam ruangannya.
Dengan sigap Kenan, dan semua orang yang ada di dalam ruangan ikut berjalan mengantar Cleo menunju ruang operasi. Setelah sampai di depan ruangan hanya Kenan yang diperbolehkan untuk masuk, selain itu semua orang menunggu di depan ruangan.
Kaylin yang ikut menunggu di depan ruangan, justru fokus pada sosok Alexander yang tengah berbicara dengan Agam. Ia benar-benar terpesona pada sosok Alex yang sudah berbulan-bulan tidak ia lihat. Terakhir kali mereka bertemu di supermarket, dan pria itu tengah menemani kekasihnya.
"Sadar Kay, dia sudah memiliki kekasih." ingatnya dalam hati.