
Mendengar ungkapan hati Cleo yang diiringi dengan tangisan, membuat Kenan semakin mengeratkan pelukannya. Dia tidak menyangka wanitanya memiliki pemikiran seperti itu.
"Dan bodohnya lagi kenapa aku jadi marah, dan sakit hati si brengsek itu tidak mencintaiku? Seharusnya aku itu bahagia, karena dengan begitu kami akan berpisah," Cleo terdiam sesaat, menghapus air mata yang menetes di pipinya. "Tapi.. tapi, kenapa hatiku ini malah sakit?" Cleo menunjuk kepalanya berulang kali.
Wajah Kenan yang semula tampak serius mendengar ungkapan hati Cleo, kini berganti dengan tawa saat melihat tingkah wanitanya yang Absurd, mengatakan hatinya sakit tapi tangannya menyentuh bagian kepala.
"Kau marah dan sakit hati, karena hati mu sudah mencintaiku," Kenan menarik tangan Cleo lalu menaruh di dada wanita itu.
"Eit... kau salah!" Cleo mendorong wajah tampan tersebut. "Hatiku tidak mencintaimu tapi mencintai Kenan Me—" belum sempat meneruskan perkataannya, bibir Cleo sudah lebih dulu dibungkam oleh sebuah ciuman.
Sebuah ciuman yang awalnya penuh dengan penolakan, karena Cleo terus memberontak. Namun dengan perlahan ciuman itu berubah menjadi ciuman yang sangat panas, saat wanita itu membalas ciuman tersebut karena merasakan, dan mencium aroma khas Kenan Meyer pada bibir pria itu.
"Oh my God.. oh my God, apa yang aku lakukan?" pekik Cleo dengan terkejut setelah tautan bibir mereka terlepas. Bahkan sekuat tenaga ia mengumpulkan kesadarannya, setelah menyadari kesalahan yang baru saja diperbuatnya. "Ya ampun, aku berselingkuh dengan Alexander yang wajahnya mirip Kenan!" teriaknya sambil menjauh dari pria itu.
"Kau tidak berselingkuh," Kenan mendekat bahkan menghimpit tubuh Cleo yang terdorong hingga membuat wanita itu telentang di atas kursi mobil. "Aku Kenan Meyer suamimu," bisiknya tepat ditelinga Cleopatra.
"Ya sayang," Kenan mengecup kembali bibir Cleo. Bibir yang selama tiga hari ini selalu membuatnya frustasi, karena tidak bisa merasakan manisnya bibir merah tersebut.
"Kalau kau Kenan Meyer, berarti aku Silviana," ucap Cleopatra dengan tertawa.
Kenan yang kesal karena wanitanya masih tidak percaya dengannya, langsung membungkam kembali bibir itu dengan sebuah ******* yang sangat menuntut. Ia memperdalam ciuman mereka dengan mengigit bibir Cleopatra, untuk memberikan akses baginya memperdalam ciuman mereka.
"Tuan tahanlah sebentar lagi, kalian masih di dalam mobil!" ucap Bram saat melihat dua orang yang berada di kursi penumpang belakang, dengan posisi yang begitu panas dan intim melalui kaca spion.
"****!" Kenan mengeram kesal saat menyadari masih berada di dalam mobil, dengan Bram dan supir yang mengemudikan mobil mereka. "Lebih cepatlah!" perintah Kenan sembari memperbaiki tank top Cleopatra yang hampir ditariknya keatas. Tank top berwarna hitam dengan belahan dada rendah itu, terlihat begitu ketat di tubuh wanitanya. Membuat Kenan ingin sekali merobeknya, agar tidak bisa lagi di pakai Cleopatra.
"Baik Tuan," ucap Bram sembari menghela napasnya dengan panjang, memerintahkan sang supir untuk lebih cepat mengemudikan mobil mereka agar cepat sampai di hotel.
Tidak bisa dibayangkan oleh Bram, apa yang terjadi jika tadi membiarkan tuan Kenan dan nona Cleo bercinta di dalam mobil. Tapi yang jelas ke-dua matanya akan ternodai, dan gendang telinganya akan rusak mendengar suara-suara mengerikan percintaan mereka. "Oh ya ampun, aku butuh seorang kekasih di saat-saat seperti ini," gumam Bram dalam hati. Merutuki nasibnya yang sampai saat ini masih seorang diri, karena sibuk dengan pekerjaan sampai tidak sempat mencari wanita.