Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 59


"Bukankah sudah pernah aku katakan, apa yang sudah ku sentuh akan menjadi milikku selamanya. Jadi itulah alasannya," Kenan melu-mat bibir Cleo dengan sangat menuntut, saat wanitanya hendak mengatakan sesuatu yang sudah dipastikan sebuah protes. Ciuman itu terus turun kebawah menyusuri setiap lekuk tubuh wanitanya, memberikan kembali jejak kepemilikan ditubuh itu dan baru terhenti di tempat yang sudah lama ingin ia sentuh selama tiga hari ini.


"Berarti ini hanya.. sebuah nafsu?" Cleo menahan napasnya agar tidak mengeluarkan suara desa-han saat pria itu menyapukan bibirnya di bawah sana. Memporak-porandakan bagian sensitifnya dengan sangat lihai hingga membuatnya tak berdaya. "Kalau begitu kita cukup melakukan pernikahan ini selama satu tahun, seperti yang sudah kita sepakati bersama. Aku akan memberikan apa pun yang kau mau termasuk tubuhku, tapi setelah satu tahun bebaskan aku!" pinta Cleo dengan mengigit bibir bagian bawahnya, saat merasakan gelombang hebat dalam tubuhnya keluar hingga membuatnya lemas.


"Tidak akan pernah!" Kenan mensejajarkan tubuhnya, bersiap untuk membuat wanitanya mende-sah menyebutkan namanya.


"Ken..." Cleo mencengkram punggung Kenan, saat pria itu berhasil mema-sukinya kembali.


"Kau milikku Cleo.. milikku! Akan aku berikan semuanya untukmu terutama sebuah kesetiaan, tapi tidak dengan cinta. Karena cinta hanyalah sebuah omong kosong." Kenan menatap wajah cantik Cleopatra yang berada di bawahnya, tanpa menghentikan aktifitasnya dibawah sana.


"Tapi.. ah..." Cleo akhirnya mende-sah saat Kenan menambah tempo gerakannya di bawah sana. Ingin rasanya Cleo menghentikan pria itu dan berbicara serius dengannya, untuk menanyakan arti ucapan tersebut. Namun saat ini rasa nikmat yang diberikan Kenan jauh lebih menggoda, hingga membuat akal sehatnya hilang begitu saja berganti dengan suara-suara khas percintaan.


"Kau menyukainya?" Kenan terus melakukan kontak mata selama perci-ntaan mereka, tidak pernah sekalipun matanya menatap kearah lain.


Dan kelemahan itu akan Kenan gunakan untuk menahan Cleopatra dengan cara membuatnya hamil, sehingga wanitanya itu tidak akan bisa lagi melarikan diri dan mau tidak mau akan selalu berada disisinya. Ya, meskipun itu terkesan egois karena Kenan sendiri tidak bisa memberikan rasa cintanya, karena takut terluka untuk kesekian kalinya. Tapi Kenan harus melakukan itu, karena sejak pertama kali menyentuh Cleo, tubuhnya sangat kecanduan untuk terus dan terus menyentuh Cleopatra.


"Kau harus mengandung keturunanku!" bisik Kenan sambil mendekap erat tubuh Cleo, saat sebuah pelepasan itu datang.


"What? Kau bilang apa?" Cleo yang tidak mendengar dengan jelas perkataan Kenan, menatap kedua mata hazel yang tepat berada di depan wajahnya.


Kenan hanya menjawab dengan sebuah senyuman tipis, menarik wanitanya untuk berada diatas. "Bergeraklah!" Kenan menyentuh ping-gul wanitanya.


Cleo yang sempat bertanya-tanya tentang apa yang tadi diucapkan Kenan, kini mulai mengikuti kemauan pria itu dan melupakannya begitu saja. Karena yang ada di otaknya saat ini hanyalah membuat seorang Kenan Meyer terpuaskan, karena bagi seorang Cleopatra ada sebuah kebanggaan tersendiri jika bisa membuat prianya terpuaskan oleh kelihaiannya.


Kedua insan itu pun kembali bergu-mul diatas ranjang, saling memberi dan menikmati sebuah kenikmatan yang dinamakan surga dunia. Suara era-ngan dan desa-han memenuhi ke seluruh ruang kamar tersebut, menemani malam panjang mereka yang entah kapan akan berakhir.