
Beberapa hari kemudian.
"Kay, kau tidak bosan mengikutiku terus?" tanya Cleo pada adik ipar yang duduk di hadapannya. Mereka saat ini ada di sebuah Cafe, setelah sebelumnya menghadiri acara fashion show yang diadakan oleh desainer ternama yang ada di Jakarta.
"Tentu saja bosan, tapi mau bagaimana lagi?" Kaylin menghela napasnya dengan kasar. Kalau saja bukan karena perintah dari kakaknya, tidak mungkin Kaylin mau menemani Cleo setiap harinya. Menemani wanita itu dengan kegiatan yang menurutnya tidak masuk diakal. Seperti contohnya kemarin, Kaylin menemani wanita itu selama dua jam lamanya hanya untuk duduk-duduk santai di salah satu restoran yang ada di Jakarta. Kemarin nya lebih parah lagi, dia terpaksa menemani wanita itu datang ke sebuah acara pameran lukisan selama tiga jam. Dan sekarang dia menemani Cleo ke acara Fashion show yang bukan seleranya.
"Kakakmu itu menyusahkan kita saja," sahut Cleo yang ikut menghela napasnya dengan kasar. Karena walaupun pengawal yang mengikutinya kini hanya dua orang, tapi tetap saja Kaylin selalu ikut kemanapun Cleo pergi.
Kaylin yang setuju dengan perkataan Cleo pun, tanpa sadar menganggukkan kepalanya.
"Eh.. itu kan Kakakmu!" tunjuk Cleo pada seberang jalan. Kebetulan tempat yang di duduki nya dan Kaylin di dekat jendela kaca, sehingga bisa melihat kearah luar.
"Mana..?" Kaylin pun menatap arah seberang, dimana terlihat sang kakak berada di samping mobil bersama wanita cantik yang tidak lain dan tidak bukan Thalia. "Sepertinya mereka akan makan siang," ucap Kaylin saat melihat kakak dan anak tiri Mom Sofia berdiri di sebuah restoran.
"Mungkin," jawab Cleo dengan singkat. Matanya terus menatap pada pria yang ada di seberang sana, pria yang berstatus sebagai suaminya itu tampak tampan dan gagah dengan setelah jas hitam yang dikenakannya. "Tunggu! Dia melihatku," gumam Cleo dalam hati saat pandangan mata mereka bertemu. Namun itu hanya sesaat karena di detik berikutnya Kenan mengalihkan tatapan matanya pada Thalia.
"Kau akan diam saja?"
"Ha.. apa? Kau mengatakan apa?" Cleo mengalihkan tatapan matanya pada Kaylin.
"Kau akan diam saja?" Kaylin mengulangi pertanyaannya. Dia bukannya tidak tahu dengan apa yang terjadi di mansion akhir-akhir ini, dimana Thalia dan Kak Kenan semakin dekat. Ke-duanya bahkan baru pulang dari luar kota, setelah pergi selama dua hari untuk urusan pekerjaan.
"Maksudmu?" tanya Cleo tak mengerti.
"Memangnya apa yang harus aku lakukan?" Cleo menjawab dengan sebuah pertanyaan.
"Ck, setidaknya kau harus melakukan sesuatu agar mereka tidak semakin dekat. Apa kau tidak takut suamimu direbut Thalia?"
"Aku tidak takut, karena aku tidak peduli kakak mu dekat dengan wanita manapun." Cleo mengambil tasnya, beranjak dari tempat tersebut dengan raut wajah yang datar.
"Hei tunggu!" dengan terburu-buru Kaylin pun beranjak dari tempat tersebut, berjalan menyusul Cleopatra. "Aku tahu kau tidak peduli, tapi rasanya aneh saja jika ada berita di media sosial yang bertuliskan. Seorang mantan model papan atas yang sangat cantik berpisah dengan suaminya, karena sang suami tergoda oleh wanita lain." Kaylin sengaja memanas-manasi Cleopatra.
Deg.
Cleo reflek menghentikan langkahnya, matanya menatap tajam pada Kaylin yang terlihat sedang tersenyum mengejek. "Mau mu apa? Bukankah kau justru bahagia jika aku berpisah dengan kakakmu?"
"Ya, aku memang bahagia jika kau berpisah dengan kakakku. Tapi jika kakak ku justru jatuh ke pelukan Thalia, lebih baik kak Kenan bersama mu."
"What?" pekik Cleo dengan tatapan tak percaya. "Kau pikir aku —" perkataannya terhenti saat tangannya terasa di tarik oleh seseorang.
"Akhirnya aku bertemu denganmu!"
"Kau..." ucap Cleo dan Kaylin bersamaan dengan wajah yang terkejut.