Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 154


Mendengar suara adik iparnya yang marah-marah, Cleo pun menutup sambungan ponselnya begitu saja. Setidaknya kini ia merasa lega, setelah mengetahui keadaan Kaylin baik-baik saja, dari cara adik iparnya yang masih bisa berteriak marah-marah.


"Kaylin masih di Bandung, dan dalam keadaan baik-baik saja. Jadi sekarang kita tidur!" Cleo kembali berbaring sambil memeluk tubuh Kenan.


Kenan pun mengikuti Cleo yang sudah memejamkan kedua matanya lebih dulu.


Sementara itu Kaylin yang tengah berada di dalam mobilnya, mengumpat nama Cleo yang sudah menutup sambungan telepon dengan sepihak setelah mengerjainya dengan sangat keterlaluan.


"Dasar Kakak ipar laknat!"


Kaylin yang merasa kesal akhirnya memilih menginap di salah satu hotel yang ada Bandung, dari pada pulang dan melihat wajah kakak iparnya yang menyebalkan.


*


*


Keesokan harinya.


Seperti yang sudah di jadwalkan sebelumnya, dengan ditemani Kenan Cleo pun melakukan pemotretan di sebuah studio foto untuk iklan sebuah brand kosmetik ternama.


Tadinya Cleo berpikir pemotretan yang akan dijalaninya akan terasa menyenangkan, mengingat ini adalah pemotretan perdananya setelah vakum cukup lama sejak pernikahannya dengan Kenan. Tapi apa yang dipikirkannya itu berbalik terbalik dengan kenyataan yang ada, karena bukannya menyenangkan tapi kekesalan yang Cleo dapatkan.


Bagaimana tidak kesal, saat Kenan Meyer memerintahkan dirinya mengganti pakaian yang lebih tertutup. Padahal pakaian yang sudah disiapkan oleh fashion stylis masih terbilang sopan, dengan belahan dada yang tidak begitu rendah. Setelah selesai menganti pakaian, lagi-lagi Cleo dibuat kesal saat Kenan dengan seenaknya menyuruh make-up artist untuk mendandaninya dengan sesederhana mungkin, bahkan bila perlu hanya menggunakan bedak dan lipstik saja.


"Kau marah aku membatalkan kontrak kerjamu?" tanya Kenan setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil.


"Tidak, aku justru sangat bahagia." Cleo berucap dengan ketus. Sudah tahu dirinya sangat marah dengan perbuatan pria itu, tapi Kenan justru masih mempertanyakan apakah dirinya marah.


"Maaf..."


Deg


Cleo langsung menatap wajah suaminya dengan terkejut, karena sangat jarang seorang Kenan Meyer meminta maaf padanya.


"Maafkan aku yang begitu posesif, tapi aku melakukannya karena sangat mencintaimu."


Cleo menghela napasnya dengan kasar, karena suaminya itu meminta maaf dengan kata-kata yang begitu indah, namun dengan raut wajah yang datar tanpa ekspresi apa pun. Bahkan Kenan tidak menatapnya saat meminta maaf, pandangan pria itu lurus kedepan padahal mobil yang mereka tumpangi belum berjalan.


"Aku memaafkanmu tapi dengan satu syarat," Cleo tersenyum licik, membuat Kenan bergidik ngeri karena tahu kalau istrinya itu akan mengerjainya.


Dan benar saja, setelah sampai di mansion Cleo mengumpulkan semua orang di ruangan tengah minus Kaylin. Karena adiknya itu belum juga pulang sejak kemarin malam. Namun bukan karena tingkah adiknya yang yang membuat Kenan kesal, tapi karena Cleo meminta agar dirinya menjadi seorang model yang berjalan di depan semua pelayan jika ingin mendapatkan maaf.


Kenan yang awalnya tidak mau akhirnya menuruti apa yang diinginkan istrinya itu, lagi pula hanya disuruh berjalan layaknya seorang model di depan seluruh pelayan tidak akan membuatnya begitu malu.


Sementara itu para pelayan yang melihat bagaimana cara tuan Kenan Meyer, yang berjalan dengan kaku dan wajah datar tanpa ekspresi, langsung tertawa lepas sampai lupa orang yang ditertawakan mereka adalah tuannya. Tuan yang selama ini terkenal begitu dingin dan kejam pada anak buahnya.