
Mendengar jawaban Cleopatra, Agam hanya bisa diam dengan sejuta pikiran yang ada dibenaknya.
"Tuan apa Anda akan membiarkan mereka berpisah?" tanya Alex, yang sudah mengetahui semua permasalahan yang dihadapi nona Cleopatra.
"Aku sudah berjanji untuk mengikuti keinginannya," Agam terdiam sesaat. "Lagi pula kesalahan Kenan Meyer bukan hanya foto-foto dan video itu saja, tapi juga karena sudah memiliki niat yang tidak baik saat menikahi adikku. Untung saja aku hanya memberikan sedikit pelajaran padanya, kalau tidak sudah habis dia di tanganku."
Alex menganggukkan kepalanya. Memang jika dilihat tuannya dengan Kenan Meyer adalah lawan yang seimbang. Namun jika tuan Agam memakai seluruh kekuatannya, bukan tidak mungkin tuan Kenan akan kalah.
*
*
Beberapa jam kemudian.
Di kediaman Meyer, tampak seorang pria tampan berjalan dengan langkah tegaknya menunju pintu utama. Di belakang pria tampan itu, terlihat seorang pria yang tengah menguap namun tetap memaksakan diri berjalan mengikuti langkah kaki tuannya.
"Kak kalian mau kemana?" Kaylin yang terbangun dari tidurnya karena ingin mengambil air minum, begitu terkejut saat melihat kakaknya dan Bram berjalan dengan pakaian yang sudah rapih.
Kenan hanya diam tidak menjawab pertanyaan adiknya, atau hanya sekedar menengok kebelakang.
"Kak tunggu!" Kaylin yang merasa khawatir, karena mengetahui kejadian yang menimpa kak Kenan dan keinginan Cleopatra yang ingin berpisah. Berusaha menghalangi kakaknya yang entah akan pergi kemana di saat matahari saja belum muncul.
"Menyingkir!" ucap Kenan dengan tegas, menatap adiknya yang berdiri tepat dihadapannya.
"Tuan Kenan ingin menjemput Nona Cleo," Bram yang menjawab pertanyaan nona Kaylin. Jangan tanyakan kenapa jam tiga pagi dirinya berada di mansion Meyer, jawabannya sudah pasti karena hukuman. Karena mulai hari ini dirinya bekerja selama dua puluh empat jam, yang artinya harus selalu siap sedia saat tuan Kenan membutuhkannya.
"Ya ampun kak," Kaylin menggelengkan kepalanya sambil menatap jam yang bergantung di atas dinding. "Ini masih jam tiga, Cleo saja mungkin masih tertidur."
"Aku tidak peduli!" dengan cepat Kenan menyingkirkan Kaylin, lalu kembali berjalan menuju pintu utama. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah membawa Cleopatra kembali ke mansion Meyer, karena entah mengapa perasaan sejak tadi tidak enak. Dia menyesal sudah membuat keputusan dengan meninggalkan Cleo di mansion Mateo.
"Kak..."
"Biarkan saja Nona, ada aku yang akan menjaganya."
Kaylin menganggukkan kepala. "Jaga kakak, bila perlu bawa beberapa pengawal!" karena Kaylin takut terjadi keributan lagi antara kakaknya dan kakak Cleopatra. Karena saat ini saja wajah tampan kakaknya dipenuhi oleh luka lebam, entah apa yang akan didapatkan kakaknya lagi jika sampai terjadi perkelahian untuk yang kedua kali.
"Anda tenang saja." Bram hendak menyusul tuan Kenan.
"Bram kau juga hati-hatilah!" teriak Kaylin.
Bram menatap sesaat pada Kaylin, lalu melanjutkan kembali langkahnya menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu utama.
Setelah melihat kepergian Kenan dan Bram, Kaylin pun memutuskan menghubungi Edgar, dia ingin meminta bantuan pada sepupunya itu untuk menjaga Kak Kenan. Karena jujur saja dia tidak percaya pada Bram dan para pengawalnya bisa menghadapi para pengawal dari keluarga Mateo, terutama menghadapi kakak Cleopatra yang bernama Agam Mateo. Karena selain terkenal dingin dan tak tersentuh, pria itu juga bagian dari tim Delta.