Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 148


"Berani sekali kau membawanya kemari?" Kenan menatap tajam pada adiknya, karena sudah lancang membawa sosok yang sangat ia benci. Sosok yang tidak punya hati karena sudah menjebaknya tanpa perasaan.


"Kak..."


"Diam Kay! Dan Anda pergilah, jangan pernah muncul lagi dihadapan kami!" ucap Kenan dengan tegas tanpa menghiraukan sosok wanita itu yang tengah menangis.


"Kak kenapa kau tega mengusir Mom Sofia? Walaupun Mom Sofia sudah melakukan kesalahan, tapi dia tetap Ibu kandung kita! Ibu yang telah melahirkan kita..."


Ya, wanita yang ikut pulang bersama Kaylin adalah Mom Sofia. Ibu kandung dua bersaudara Meyer, yang melarikan diri setelah penjebakan yang dilakukan untuk putranya tidak berhasil.


"Tidak ada seorang Ibu kandung yang tega meninggalkan anaknya hanya untuk menikah dengan pria yang lebih kaya. Dan tidak ada seorang Ibu kandung yang tega menjebak putranya sendiri, hanya untuk membuat rumah tangga anaknya hancur."


"Tapi Kak..."


"Kay.." Sofia menahan putrinya saat hendak membelanya. "Apa yang dikatakan Kakakmu benar, Mom memang jahat dan tidak pantas menjadi Ibu kandung kalian."


"Tapi Mom, kakak harus tahu keadaan Mommy, dan apa yang terjadi selama ini.." Kaylin tidak akan membiarkan ibu kandungnya kembali hidup susah di jalanan, sedangkan dirinya dan kak Kenan hidup dalam kemewahan.


Sofia menggelengkan kepala, agar putrinya itu tidak lagi bicara yang akan menyebabkan Kenan semakin marah.


"Kenan.. Mommy tahu kesalahan yang sudah Mom perbuat tidak bisa dimaafkan, tapi..." Sofia diam sembari mengusap air matanya. "Tapi Mom berharap suatu hari nanti kau mau memaafkan semua kesalahan Mommy," Sofia ingin mendekat dan memeluk Kenan untuk yang terakhir kalinya. Tapi putranya itu tidak mau didekati, dengan mengangkat satu tangan kearahnya.


Kenan hanya diam tanpa mau menanggapi perkataan Cleo, hatinya sudah terluka sebanyak dua kali jadi dia tidak ingin terluka untuk yang ketiga kalinya.


"Cleopatra.." Sofia kini menatap menantunya. "Maafkan aku yang dengan sengaja ingin menghancurkan hubungan kalian." Sofia menangkup ke-dua tangannya sebagai permintaan maaf, karena tidak berani mendekat setelah penolakan yang dilakukan Kenan. "Kau mau kan memaafkan wanita jahat ini?"


Cleopatra sempat terdiam sesaat lalu tersenyum. "Walaupun sebenarnya aku masih kesal, tapi aku sudah maafkan Anda," jawab Cleo dengan jujur. Lagi pula karena semua permasalahan kemarin, akhirnya Kenan dan dirinya menyadari satu hal jika mereka sudah saling mencintai.


"Terima kasih, setidaknya kini rasa bersalahku sedikit berkurang," Sofia lalu menatap pada putranya yang masih diam dengan raut wajah dingin diliputi oleh kemarahan. "Baiklah sekarang Mom pamit pulang."


"Mom mau pulang kemana? Bukankah Mommy tidak punya tempat tinggal." Kaylin berusaha menahan langkah mom Sofia.


"Mommy bisa tinggal di mana pun, kau tidak perlu khawatir." Sofia mengusap rambut putrinya dengan penuh kasih sayang, yang seharusnya sejak dulu ia lakukan. Namun karena ambisinya yang ingin menjadi wanita kaya raya yang hartanya tidak akan pernah habis tujuh turunan, ia pun dengan tega meninggalkan putrinya yang masih belum dewasa.


"Bagaimana aku tidak khawatir? Mom sedang sakit, tidak ada yang akan membantu Mommy di luaran sana," lirih Kaylin sembari menangis.


"Kay.. "Sofia menggelengkan kepala, berusaha menguatkan Kaylin dengan memeluknya. Kini Sofia benar-benar menyesal atas semua perbuatannya dulu, yang sudah menyia-nyiakan anak sebaik Kenan dan Kaylin.


Dan Interaksi yang terjadi antara ibu dan anak yang sedang menangis itu, tentu saja dilihat oleh Kenan juga Cleopatra. Hingga membuat Cleopatra ikut menangis, karena akhir-akhir ini perasaannya begitu sensitif, mudah marah, menangis, dan bahagia.


Tapi tidak dengan Kenan, meskipun disudut hatinya yang terdalam ia ingin membantu Mom Sofia yang terlihat rapuh dengan wajah yang pucat. Namun Kenan tidak ingin dikecewakan lagi, karena rasa sakit atas perbuatan Mom Sofia yang dulu sampai detik ini masih ia rasakan.