Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 96



Sementara itu Kenan yang berada di ruang kerja, tengah menandatangani berkas yang sudah diperiksanya. Kemudian memberikan berkas tersebut pada Bram yang berdiri disampingnya.


Tok.. tok.


"Tuan, boleh aku masuk."


Kenan yang tengah fokus dengan pekerjaannya, menatap pada Bram. Bram yang mengerti menyuruh orang tersebut untuk masuk ke dalam ruangan.


"Ada perlu apa?" tanya Bram, mewakili tuan Kenan yang tengah sibuk membaca berkas laporan lainnya yang belum ditandatangani.


"Aku ingin menyampaikan, Mom Sofia..."


Kenan menghentikan kegiatannya, menatap pada Thalia dengan tajam. "Ini kantor, bukan tempat untuk membicarakan hal yang tidak penting!" potongnya dengan tegas.


"Ta-tapi kak, eh.. maksudku Tuan." Thalia menunduk karena ketakutan di sentak dengan keras di depan orang lain.


"Keluar seka—"


"Mom Sofia sakit," Thalia memberanikan diri memotong ucapan Kenan. "Sejak pindah Mom Sofia jatuh sakit, beliau terus mengigau memanggil nama Anda."


Kenan menghela napasnya dengan kasar. "Bram, panggil dokter Alan! Suruh dia memeriksa Nyonya Sofia."


"Tidak perlu Tuan! Mom Sofia sudah diperiksa dokter, tapi masalahnya Mommy tidak mau minum obat sebelum Anda datang," ucap Thalia dengan cepat.


Kenan lagi-lagi menghela napasnya.


"Aku mohon Tuan, datanglah walau hanya lima menit. Meskipun hubungan kalian tidak dekat, Mom Sofia tetap ibu kandung yang melahirkan Anda."


"Terima kasih Tuan, Mom Sofia pasti bahagia mendengar kabar ini." Thalia pamit undur diri dari ruangan tersebut.


"Tuan, Anda serius ingin menjenguk Nyonya Sofia?" tanya Bram dengan terkejut, setelah memastikan Thalia keluar dari ruangan.


Kenan tidak menjawab pertanyaan Bram, dia hanya diam dengan satu tangan menopang rahang. "Pergi ke Apartemen! Cek keadaan Nyonya Sofia! Dan cari tahu apa benar sudah diperiksa dokter?"


"Baik Tuan," tanpa bertanya lebih jauh, Bram menjalankan perintah tuannya.


Sementara itu Thalia yang berada di dalam ruang kerjanya, tengah menghubungi Mom Sofia. Dia ingin memberikan kabar pada ibu tirinya, kalau Kenan akan datang ke apartemen.


"Bagaimana?" tanya Sofia dengan tidak sabaran, setelah mengangkat panggilan ponselnya.


"Berhasil Mom," ucap Thalia dengan antusias. "Kak Kenan akan datang, jadi mommy harus siap-siap!"


"Bagus," Sofia tersenyum licik. Dia sudah menunggu datangnya hari ini, untuk menjalankan rencananya menjebak Kenan tidur bersama Thalia.


Dulu Sofia merencanakan semua itu untuk mendapatkan harta Thalia, karena dia yakin Kenan tidak akan pernah memberikan harta keluarga Meyer untuknya, walaupun hubungan mereka membaik.


Tapi sekarang selain untuk harta Thalia, Sofia juga melakukanya untuk memisahkan Kenan dengan Cleopatra. Karena gara-gara kebohongan yang dilakukannya mengenai wanita itu, dia terusir dari mansion Mewah milik putranya. Dan semua itu baru Sofia ketahui saat menanyakan kembali pada Kenan, alasan sebenarnya dia di pindah ke apartemen. Di saat itulah Kenan menjawab bahwa kebohongannya tentang Cleo, yang membuat putranya itu sangat marah hingga mengusirnya dari mansion.


"Selama wanita murahan itu ada di samping putraku, aku tidak akan bisa mendekati Kenan," gumamnya dalam hati.


"Mom.. Mom Sofia, kau dengar aku?" tanya Thalia, saat Mom Sofia hanya diam saja tidak menjawab perkataannya.


"Tadi kau bilang?" tanya Sofia, yang baru tersadar dari lamunannya.


Thalia menghela napasnya dengan kasar, karena dari tadi dirinya berbicara tenyata tidak di dengar sama sekali. "Mom harus berhati-hati! Jangan sampai Kenan curiga!"