
"Kau kenapa? Jangan bilang kau iri karena tidak diajak?" goda Cleo saat melihat Kaylin terdiam dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Ck, untuk apa aku iri." Kaylin memalingkan wajahnya.
Melihat wajah Kaylin yang bertambah kesal membuat Cleopatra tertawa, karena ternyata membuat adik iparnya itu kesal bisa membuat moodnya menjadi lebih baik. Setidaknya Kaylin bisa berguna juga sebagai pelampiasan rasa kesalnya pada Kenan.
"Kay apa tawaranmu tempo hari masih berlaku?" tanya Cleo saat teringat sesuatu.
"Tawaran? Yang mana?" Kaylin menatap dengan bingung.
Cleopatra mendekatkan bibirnya di telinga adik iparnya itu. "Tawaran kalau kau mau membantu aku berpisah dengan kakakmu," bisiknya. Karena di tempat tersebut tidak hanya ada dirinya dan Kaylin, tapi juga ada Thalia yang sejak tadi memperhatikan mereka.
"What?" pekik Kaylin.
"Sekarang aku terima tawaranmu, bagaimana?"
Kaylin yang masih terkejut, menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Cleopatra. Seandainya saja wanita itu menerima tawaran nya tempo hari, maka dengan senang hati dia akan mengabulkannya. Tapi sekarang sudah terlambat, karena selain dirinya sudah berjanji pada Kak Kenan menerima Cleopatra sebagai kakak iparnya. Kaylin juga baru mengetahui tadi, kalau wanita itu sudah menjadi sosok yang sangat berarti untuk kakaknya.
"Bisa-bisa aku dihukum gantung jika membantu Cleopatra bercerai dengan kak Kenan."
"Bagaimana Kay?" Cleo kembali bertanya, karena adik iparnya itu hanya diam saja.
"Tawaran itu sudah expired."
"Expired? Kau kira itu makanan?" kesal Cleo. "Kau itu kenapa sih? Kemarin begitu ingin aku pergi dan berpisah dengan kakakmu, tapi kenapa sekarang berubah pikiran?" Cleo tidak perduli perkataannya barusan terdengar oleh Thalia, karena dia sudah terlanjur emosi pada adik iparnya itu.
"Ck, sialan kau!" umpat Cleo sembari berdiri dari tempat duduknya.
"Hei, kau mau kemana?" tanya Kaylin saat melihat Cleopatra pergi.
"Ke neraka," jawab Cleo asal.
"Ck, dasar wanita murahan." Kaylin menatap kesal pada punggung Cleopatra, yang mulai menjauh dari pandangan matanya.
"Kay, aku lihat sepertinya kau tidak suka dengan kakak iparmu?" tanya Thalia dengan memberanikan diri, setelah sejak tadi diam saja mendengarkan pembicaraan antara Kaylin dan Cleopatra.
"Suka atau tidak suka, bukan urusanmu!" ketus Kaylin yang ikut beranjak dari tempat tersebut, karena jujur saja dia tidak suka pada Thalia. Mengingat bagaimana Mom Sofia pergi meninggalkan keluarganya, hanya karena memilih hidup dengan Dad Thalia yang saat itu lebih kaya dari keluarganya.
Thalia yang mendapatkan ucapan ketus dari Kaylin hanya bisa tersenyum kaku, karena ini bukan pertama kalinya Kaylin ketus padanya. Putri Mom Sofia itu sudah tidak menyukainya, sejak pertama kali kakinya menginjak di mansion mewah keluarga Meyer.
*
*
Sementara itu di ruangan lainnya, di sebuah ruang kerja berdesain minimalis modern. Dengan wajah yang datar tanpa ekspresi apa pun, Kenan mendengar semua yang dikatakan Mom Sofia. Mendengar berita bahwa Tuan Yosep, suami Mom Sofia sudah meninggal dunia empat hari yang lalu.
"Mom minta tolong, ijinkan kami untuk tinggal sementara di mansion ini," pinta Sofia dengan air mata yang menetes di kedua pipinya. "Karena kami tidak mempunyai apa pun lagi, semua aset kekayaan milik Yosep sudah habis untuk membayar hutang dan biaya pengobatan."