Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 40


Namun doanya itu ternyata tidak di dengar oleh Tuhan, karena beberapa detik kemudian ponselnya melayang sampai membentur pintu ruangan dengan sangat keras.


"Ponsel kesayanganku," jerit Bram namun hanya dalam hati. Saat melihat ponsel miliknya teronggok tidak berdaya di atas lantai.


"****!" umpat Kenan dengan penuh amarah, dia tidak terima saat melihat foto-foto Cleo yang hanya mengenakan bikini. Harga dirinya seperti diinjak-injak sebagai seorang suami saat melihat tubuh Cleo yang pastinya akan menjadi santapan oleh banyak orang. "Cari cara agar pemotretan itu berakhir! Ambil semua hasil foto-foto itu, dan bawa pulang Cleopatra! " perintah Kenan.


"Baik Tuan," Bram berjalan untuk mengambil ponselnya terlebih dahulu, menatap nelangsa pada barang tersebut yang layarnya tampak retak.


"Tunggu apalagi? Cepat kerjakan!" sentak Kenan saat melihat asistennya itu hanya diam saja.


"Baik Tuan," Bram pun segera berjalan keluar dari ruangan.


"Bram!"


"Ya Tuan," Bram menghentikan langkahnya.


"Bawa pengawal wanita untuk menangani Cleo! Dan perintahkan pada semua semua orang yang ada di mansion, untuk tidak mengijinkan wanita itu keluar!"


"Baik Tuan," Bram pun berjalan keluar dari ruangan untuk menjalankan perintah tuannya.


Kenan yang masih berada di dalam ruang kerjanya, sampai menggebrak meja untuk meluapkan emosinya. Dia tidak pernah menyangka Cleo akan menerima tawaran pemotretan seperti itu, karena tadinya Kenan pikir wanita itu akan lebih seleksi menerima tawaran pekerjaan yang datang, mengingat status Cleo yang sudah menikah.


"Aku harus memberikan hukuman pada wanita jala-ng itu!" Kenan mengambil jasnya lalu berjalan keluar dari ruangan.


*


*


"Lepaskan aku!" teriak Cleo dengan penuh amarah. Bagaimana tidak marah? Saat sedang bekerja tiba-tiba saja ada beberapa pria dan wanita masuk ke dalam ruang pemotretan, dan membuat kacau ruangan tersebut sampai menyita kamera milik sang Fotografer. Bahkan dirinya sampai dibawa paksa ke ruang ganti, oleh dua wanita yang berpakaian hitam-hitam dan kini berakhir di dalam sebuah mobil entah milik siapa. "Apa yang kalian inginkan? Dan siapa yang sudah menyuruh kalian?"


"Kami diperintahkan Tuan Kenan untuk membawa Anda pulang," jawab pria yang duduk di samping pengemudi mobil.


"Kenan? Maksudmu Kenan Meyer?" tanya Cleo memastikan.


"Ya Nona."


"What? Tapi kenapa?" Cleo tidak mengerti kenapa si dingin itu memerintahkan orang-orang nya, untuk mengacaukan pemotretan dan membawa paksa dirinya. Karena seingat Cleo, Kenan membebaskannya untuk bekerja sebagai modeling.


"Kami tidak tahu Nona, kami hanya menjalankan tugas."


"****!" umpat Cleo dengan kesal, sembari mengambil ponselnya untuk menghubungi Kenan. Namun sudah berkali-kali telepon tersebut tidak diangkat, bahkan sampai mobil yang ditumpanginya tiba di mansion Meyer belum juga diangkat oleh pria itu.


"Silahkan turun Nona!" pengawal wanita membuka pintu mobil tersebut.


Dengan penuh amarah Cleo berjalan memasuki mansion, untuk kali ini dia tidak bisa mentolerir sikap Kenan yang sudah berani menganggu pekerjaannya. Karena itu sama saja sudah melanggar isi dari surat perjanjian yang telah mereka sepakati bersama.


"Wah.. kau sudah pulang rupanya. Kenapa cepat sekali? Katanya—"


"Diam kau!" sentak Cleo dengan kasar tanpa menghentikan langkah kakinya.


Kaylin yang terkejut dengan sikap Cleo, hanya terdiam dengan kening yang berkerut. "Aku tadi dibentak? Oleh Cleopatra?" gumamnya pada diri sendiri dengan raut wajah tak percaya. Belum usai keterkejutannya karena dibentak oleh Cleopatra, kini keningnya kembali berkerut saat melihat kakaknya memasuki mansion dengan aura yang begitu mencekam. "Kak, tadi —"


Kenan mengangkat telapak tangannya, mengisyaratkan agar adiknya diam. Membuat Kaylin tidak berkutik, dan hanya menatap punggung kak Kenan dengan semua tanda tanya yang ada di benaknya.