Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 93


"Itu hukuman untukmu!" ucap Kenan dengan seringai tipis dibibirnya, menyembunyikan hasratnya sendiri yang juga minta untuk dipuaskan.


Cleo yang sempat terdiam karena mendadak tidak bisa berpikir, saat kepalanya pusing tidak mendapat apa yang diinginkannya. Langsung menerjang Kenan dengan menarik pria itu, dan membuatnya berada dibawah kuasanya.


Dia tidak terima diperlakukan seperti itu, karena bagi Cleopatra harga diri yang paling utama. Apa yang diinginkannya, harus ia dapatkan, apalagi yang diinginkannya itu adalah suaminya sendiri.


"Kau tidak bisa pergi begitu saja Ken!" Cleo menyentuh dada bidang Kenan dengan jarinya. Menyentuh dari atas sampai di perut berotot pria itu. "Apa kau tidak menginginkanku?" dia mulai bergerak dengan perlahan diatas Kenan, untuk memancing gairah suaminya yang terlihat sudah terbakar.


Kenan hanya diam, melihat dari bawah bagaimana tubuh indah Cleo bergerak dengan sangat menggoda. Ingin sekali dirinya menerjang dan membuat wanita itu mendesah di bawahnya. Namun Kenan menahannya, karena ingin tahu sampai sejauh mana Cleo menginginkannya.


"Kau ingin menghukum ku bukan?" dengan perlahan namun pasti, Cleo menyempurnakan penyatuan yang sejak tadi diinginkannya. "Tapi aku yang akan menghukum mu Kenan Meyer!" ucapnya dengan ******* kecil yang dibuat sensual.


Cleo terus bergerak, menikmati setiap detik raut wajah Kenan yang terlihat menahan diri untuk menerjangnya. "Kau suka?" Cleo mencium bibir Kenan tanpa menghentikan apa yang tengah dilakukannya.


"****!" umpat Kenan dalam hati, saat merasakan nikmat yang diberikan istrinya itu. Sebuah kenikmatan yang tentunya tidak bisa dijabarkan melalui kata-kata dan hanya mampu dirasakan. Kini Kenan sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi, saat gerakan Cleo semakin berkurang. Ia tahu wanita itu sengaja melakukannya untuk balik menghukum dirinya.


"Damn! Aku menginginkanmu," dengan cepat Kenan merubah posisinya, menghimpit wanita itu tanpa melepaskan penyatuan mereka. Bergerak dengan cepat dan tanpa henti untuk menuntaskan hasrat yang sejak tadi di tahannya.


Tentu saja apa yang diperbuat Kenan, membuat Cleo tersenyum penuh kemenangan. Apalagi saat pria itu bergerak begitu cepat dan menggebu, menandakan pria itu begitu menginginkannya. "Aku Cleopatra Mateo, tidak ada yang bisa tahan oleh pesonaku," gumamnya dalam hati.


Lama keduanya menuntaskan hasrat mereka, hingga entah yang keberapa kalinya baru Kenan ambruk di samping tubuh Cleopatra. Napas keduanya terengah-engah, dengan buliran keringat yang memenuhi wajah dan tubuh keduanya.


"Kemarilah!" Kenan menarik tubuh polos Cleo, mendekapnya dengan erat.


"Kau puas?" Cleo menatap wajah Kenan, yang terlihat tampan saat berkeringat dengan rambut yang terlihat sedikit basah.


Kenan tersenyum lalu mengecup kening wanitanya. "Istirahatlah! Sebelum aku menerjangmu lagi," ucapnya sambil menutup kedua matanya.


Cleo tidak menggubris perkataan Kenan, tangannya justru menyentuh luka di wajah suaminya itu. "Kenapa wajahmu bisa terluka seperti ini?"


Kenan diam tanpa mau menjawab pertanyaan Cleo, dia membuka kedua matanya lalu menatap wajah cantik di sampingnya.


"Jangan lakukan lagi?" ucap Kenan dengan tegas dan tatapan yang tajam.


Cleo yang tidak mengerti dengan perkataan Kenan, hanya diam dengan mengerutkan keningnya.