Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 80


Sementara itu di dalam kamar utama yang ada di mansion Meyer, Kenan masuk dengan langkah tegak dan tatapan lurus ke depan, di mana sosok wanita yang sejak tadi ingin ditemuinya tengah berdiri di balkon kamar.


"Jika kau ingin marah, tunggu sepuluh menit lagi! Setelah aku selesai menyiapkan diri, kau boleh marah sepuasnya," ucap Cleo tanpa menengok kebelakang. Dia tahu yang masuk ke dalam kamarnya adalah Kenan, dari wangi parfum yang dikenakan orang tersebut.


"Kau ingin aku marah?" Kenan melingkarkan tangannya di pinggang Cleo, memeluk erat wanitanya dari belakang dengan kepala yang ia sandarkan di bahu terbuka milik Cleopatra. Karena wanita itu memakai terusan dengan kedua tali tipis sebagai penyangga.


Cleo hanya diam, karena terkejut saat mendapatkan pelukan dari Kenan. Karena tadinya Cleo berpikir jika pria itu akan marah besar, karena sudah menyebabkan Kaylin terluka walaupun secara tidak langsung.


"Ini untuk yang pertama, dan terakhir kalinya kau berbicara dengan mantan kekasih mu! Karena jika aku melihatnya lagi, maka pria itu aku pastikan hanya tinggal nama."


Gleg.


Cleo menelan salivanya dengan susah payah, saat mendengar ancaman Kenan. Karena selain mengancamnya, pria itu juga memeluknya dengan erat sampai kesulitan untuk bernapas.


"Ken apa yang kau lakukan pada Orion?" Cleo membalik badan menatap pada Kenan. Entah mengapa Cleo merasa takut pria itu melakukan sesuatu yang buruk pada Orion. Meskipun mantan kekasihnya itu pria yang brengsek, tapi Orion salah satu pria yang begitu mencintainya.


"Kau khawatir pada pria itu?" Kenan mengetatkan rahangnya, menatap tajam pada Cleopatra.


"Tentu saja, karena —" belum sempat meneruskan perkataannya, bibir Cleo sudah lebih dulu dilumat oleh Kenan. Sebuah ******* yang begitu kasar, dan menuntut hingga membuatnya terbuai dengan membalas ciuman tersebut.


"Aku tidak mengijinkannya, kau hanya boleh khawatir padaku! Kau dengar?" ucap Kenan dengan tegas setelah melepaskan tautan bibir mereka.


Cleo menganggukkan kepalanya meskipun tak mengerti kenapa pria itu begitu posesif padanya, padahal jelas-jelas Kenan tidak mencintainya. Lebih tidak mengerti lagi karena Kenan, tidak menyalahkannya sama sekali dengan terlukanya Kaylin. Padahal saat itu Kenan terlihat marah, bahkan tidak mempedulikan keberadaannya sama sekali.


"Aku curiga, jangan-jangan Kenan mempunyai dua kepribadian ganda?" gumam nya dalam hati dengan bergidik ngeri.


"Kenapa?" tanya Kenan dengan menyatukan keningnya dengan kening Cleo, sambil memeluk wanitanya dengan erat.


"Tidak, hanya saja..." Cleo terdiam.


"Katakan!" Kenan menatap kedua mata wanitanya dengan intens, sembari mengecup bibir Cleo dengan singkat.


"Em.. kenapa kau tidak marah padaku? Bukankah Kaylin terluka karena—"


"Kaylin sudah menceritakan semuanya," potong Kenan dengan cepat. Ya, adiknya itu sudah menceritakan apa yang terjadi dari awal sampai akhir. Hingga tersiram nya tubuh Kaylin dari kuat panas makanan yang dibawa oleh pelayan restoran.


Jadi untuk apa Kenan marah pada Cleo? Yang ada, dia justru merasa bersalah karena sudah mengabaikan wanita itu di saat dirinya panik pada Kaylin. Dan satu-satunya kemarahan yang ada dihatinya saat ini adalah kebohongan Mom Sofia, yang sudah mengatakan Cleo menerima panggilan telepon dari Orion. Kenapa Kenan mengatakan Mom Sofia berbohong? Karena tidak mungkin seseorang yang terbaring di ruang ICU tidak sadarkan diri bisa menghubungi Cleopatra.


"Aw.. Kenan apa yang kau lakukan?" pekik Cleo saat digendong secara tiba-tiba.


"Aku menginginkanmu," ucap Kenan. Menaruh dengan sangat hati-hati tubuh Cleo di atas tempat tidur, lalu mencu-mbunya dengan penuh gairah sambil melepaskan satu persatu pakaian yang melekat ditubuh Cleo hingga tak tersisa satu helai pun.


"Ken..." Cleo berteriak kecil saat pria itu kembali membuat mereka menyatu.


"Bagaimana? Kau dengar tidak?" tanya Sofia dari balik pintu kamar putranya.


"Tidak Mom," Thalia ikut menguping, karena penasaran bagaimana sepasang suami-istri itu bertengkar hebat.


"Ya ampun, Mom lupa setiap kamar yang ada di mansion ini memiliki peredam suara," Sofia menghela napasnya dengan kasar, lalu mengajak Thalia untuk pergi dari tempat tersebut.


"Apa yang sedang kalian lakukan?"


Deg.


Sofia dan Thalia yang terkejut, semakin terkejut saat melihat sosok yang kini berdiri di hadapan mereka.


...┉━┉━❀🍃 ﷽ 🍃❀━┉━...


اَلسَّـلَامُ عَلَـيْكُمْ وَرَحْـمَةُ اللّٰهِ وبَـرَكَاتُـّهُ


Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita,


Suara takbir berkumandang bersahutan mengagungkan asmaMu,


Menebar berkah di 1 Syawal Idul Fitri


Kami sekeluarga mengucapkan:


تقبل الله منا ومنكم


Taqabbalallahu minnaa wa minkum


(Semoga Allah ﷻ menerima amal shalih kita sekalian)


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI


1 Syawal 1443H


Semoga Allah سبحانه وتعالى menerima amal-amal yang kita lakukan, selalu memberkahi amalan kita dan senantiasa kita dimudahkan dalam menjalankan amal ketaatan selanjutnya.


آمين اللهم آمين


Mommy tree 😘


...┉━┉━❀🍃 🌼 🍃❀━┉━...