Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 48


Cleo mendorong dada bidang Kenan hingga tautan bibir mereka terlepas, dan dengan segera berdiri dari pangkuan pria itu. Karena dia tahu jika tidak segera menghindar, maka akan berakhir dengan kegiatan panas seperti tadi malam. Dan Cleo tidak mau itu sampai terjadi, meskipun menginginkannya.


"Kau menolak?" Kenan menatap Cleo dengan tajam. Dia tidak suka jika keinginannya ditolak oleh orang lain, terlebih orang itu istrinya sendiri.


"Bukan menolak!" Cleo bersandar di meja kerja milik Kenan, dengan senyum penuh arti dibibirnya. Dia tahu saat ini pria itu begitu ingin menyentuhnya, dan ini kesempatan bagi Cleo untuk menukar keinginan Kenan, dengan kebebasannya untuk kembali kerja di dunia modeling. "Tapi aku tidak akan memberimu ijin menyentuh tubuh ini, sebelum—"


"Tapi aku tidak butuh ijin itu, karena kau milikku," potong Kenan dengan cepat. Berdiri mendekati Cleopatra lalu menarik pinggang ramping wanitanya, dan memeluknya dengan erat.


"Tidak bisa begitu, aku —"


"Kau istriku, apa kau lupa itu?" Kenan mengusap wajah cantik Cleopatra.


"Aku tidak lupa, bahkan aku ingat dengan jelas kontrak pernikahan kita hanya untuk satu tahun."


"Siapa bilang untuk satu tahun?" Kenan mengusap bibir Cleo dengan jarinya. "Kau tidak dengar, kau itu milikku! Jadi selamanya kau akan hidup bersamaku!" Kenan mengecup bibir manis itu, yang semalam menyebut namanya dengan suara yang begitu sexy.


"Apa maksudmu?" tanya Cleo dengan bingung setelah kecupan singkat itu berakhir, menatap wajah Kenan yang tersenyum penuh arti. "Oh my God, kenapa perasaan aku jadi tidak enak."


"Kau masih tidak mengerti juga? Apa yang sudah ku sentuh, akan menjadi milikku! Itu artinya, selamanya kau akan menjadi istriku Cleopatra Mateo." Kenan kembali mengecup bibir wanitanya dengan sedikit mendorong, hingga tubuh Cleo setengah berbaring di atas meja kerjanya.


Dengan susah payah Cleo mendorong dada bidang Kenan, agar tautan bibir mereka terlepas.


"Ken kau gila!" umpat Cleo dengan kesal. "Aku tidak mau jadi istrimu selamanya! Kau lupa isi surat perjanjian itu? Kita sudah menandatangani dengan kesepakatan yang ada di dalamnya."


"Surat perjanjian itu sudah tidak berlaku, semenjak aku menyentuhmu." Kenan hendak mencium kembali bibir wanitanya, namun Cleo memalingkan wajahnya hingga ciuman itu berakhir di pipi.


"Kau tidak bisa berbuat seenaknya Kenan Meyer! Dengan mengatakan surat perjanjian itu sudah tidak berlaku! Lagi pula aku tidak mau menjadi istrimu selamanya, karena aku masih cukup waras untuk terikat dengan keluarga aneh seperti kalian. Dengan kau yang begitu dingin, dan adik ipar yang menyebalkan." Ucap Cleo panjang lebar, dan tanpa sadar sudah membuat pria yang ada dihadapannya mulai tersulut emosi.


"Tapi aku bisa, dan kau tidak punya pilihan Cleopatra Mateo!" dengan penuh emosi Kenan mencium bibir Cleopatra, melu-matnya dengan kasar dan begitu menuntut. Tangannya mencengkram kedua tangan Cleo yang hendak berontak, dan dengan sedikit hentakan menghimpit tubuh ramping itu hingga berbaring, membuat barang-barang yang ada di atas meja kerjanya berjatuhan.


Lama kedua bibir itu bertautan, dan baru terlepas saat Kenan merasakan sudah tidak ada perlawanan dari wanitanya.


"Ken, hentikan!" Cleopatra menahan dengan sekuat mungkin agar tidak mende-sah, saat tangan Kenan masuk ke dalam pakaiannya dan mulai menjamah tubuhnya. Bahkan kini kaos yang dikenakannya sudah naik ke atas, saat kepala pria itu menunduk dan dengan begitu lihainya menguasai ke dua da-danya, hingga membuat Cleo tanpa sadar mende-sah.


"Cleopatra Mateo tahan napsu mu! Jangan biarkan pria itu mendapatkan apa yang diinginkannya!" gumam Cleo dalam hati, mengingatkan pada dirinya sendiri. Namun yang keluar dari bibirnya justru suara laknat yang justru membuat Kenan semakin bersemangat menjamah tubuhnya.