
Mansion Meyer.
Mobil yang Kenan dan Cleo tumpangi akhirnya sampai di mansion, mereka segera turun dan berjalan memasuki mansion tersebut dimana Kenan berjalan di depan, dan Cleo yang berjalan di belakang.
Cleo memang sengaja berjalan di belakang Kenan, karena sejujurnya dia malas harus kembali lagi ke mansion suaminya itu. Karena ada sosok wanita yang selalu membuatnya kesal, bahkan terkahir kali bertemu dengan wanita yang merupakan adik iparnya itu, mereka sempat adu fisik hingga menyebabkan wajah cantiknya sedikit terluka.
Duk.
"Aw..." Cleo mengusap keningnya yang terasa sakit saat menabrak punggung Kenan, karena suaminya itu tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. "Kau itu kenapa sih? Bisa tidak jangan berhenti —" Cleo terdiam saat melihat sosok wanita setengah baya yang berdiri di samping Kaylin, dan lebih terkejut lagi saat wanita itu berhambur ke pelukan Kenan.
"Nak, Mommy sangat merindukanmu sayang."
"Mommy? Jangan-jangan wanita itu ibu mertuaku?" gumam Cleo dalam hati sembari menatap wajah Kenan yang terlihat begitu dingin dan datar.
"Sejak kapan?" Kenan mengurai pelukan dari wanita yang sudah melahirkannya ke dunia.
"Apa maksudmu, Nak?" Sofia menatap putranya dengan intens, menatap anak yang sudah bertahun-tahun lamanya dia tinggalkan.
Kenan hanya diam, matanya beralih pada adiknya yang sejak tadi diam dengan menunduk.
"Sejak kapan Nyonya Sofia ada di mansion kita?"
"Kak dia Mommy kita."
"Jawab pertanyaan ku Kay!" sentak Kenan.
"Mommy.. Mommy datang tiga hari yang lalu, aku ingin memberitahu tapi ponsel Kakak tidak aktif," ucap Kaylin dengan takut.
Kenan menghela napasnya dengan kasar, lalu menatap kembali pada wanita yang merupakan ibu kandungnya. "Ada perlu apa Anda datang kemari?"
Kenan menajamkan pandangan matanya saat melihat Mom Sofia yang terlihat gugup.
"Mom ingin tinggal bersama kita, Kak. Apa boleh?" tanya Kaylin.
"Tidak boleh!"
Bukan Kenan yang menjawab, melainkan wanita yang ada di sisinya. Siapa lagi kalau bukan istrinya yang bernama Cleopatra Mateo, yang saat ini terlihat menutup mulut dengan kedua tangannya.
"Ya ampun Cleopatra Mateo, bisa-bisanya mulutmu ini keceplosan." umpatnya dalam hati, menatap ngeri pada semua orang yang ada di ruangan tersebut. "Maaf aku tidak bermaksud..."
"Siapa dia? Oh tunggu dulu! Wanita cantik ini pasti menantuku," Sofia langsung memeluk wanita muda yang berdiri di samping putranya. "Kenan kau pandai memilih seorang istri." Ucap Sofia sambil mengusap wajah cantik menantunya itu.
Kenan lagi-lagi menghela napasnya dengan kasar, sungguh dia tidak menyangka ibu kandung yang sudah bertahun-tahun lamanya pergi meninggalkan mereka, kini ada dihadapannya tengah bersikap baik pada Cleopatra istrinya. Padahal saat acara pernikahan mereka, ibunya bahkan tidak datang menyaksikan acara tersebut atau sekedar mengucapkan selamat.
"Mom ini obat.. nya."
Semua orang yang ada di ruangan kini menatap pada sosok wanita cantik berambut panjang yang membawa baki. Cleo yang juga melihat sosok wanita tersebut bahkan sampai mengerutkan keningnya, terlebih saat wanita tersebut berjalan kearah mereka dengan tersenyum canggung.
"Ken kau punya adik selain Kaylin?" tanya Cleo yang lagi-lagi keceplosan.
"Sembarangan, aku itu adik satu-satunya kak Kenan." Sahut Kaylin tak terima.
"Lalu dia siapa?"
Kaylin dan Kenan diam, mereka menatap pada satu objek yaitu wanita yang kini berdiri di samping Mom Sofia.