
Setelah masakan yang dibuat Kenan dengan dibantu Mom Sofia telah jadi, Cleo memakannya bersama suami dan Ibu mertuanya itu. Meskipun pada awalnya Kenan tidak mau ikut makan bersama mereka, tapi dengan alasan kehamilannya mau tidak mau pria itu mengikuti apa yang diinginkannya.
"Terima kasih sayang..." Bisik Kenan sembari mengeratkan pelukannya. Kini mereka sudah berada di atas ranjang, saling menghangatkan diri dengan berpelukan.
"Terima kasih untuk?" Cleo menatap wajah tampan suaminya.
Kenan hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan Cleo, namun di dalam hatinya ia merasa bersyukur mempunyai wanita secantik dan sebaik Cleopatra, yang mau berusaha memperbaiki hubungan dirinya dengan Mom Sofia.
Ya, Kenan baru menyadarinya saat makan malam tadi, kalau yang dilakukan Cleo dengan menyuruhnya memasak bersama Mom Sofia hanya untuk mendekatkan hubungan mereka kembali. Dan berkat istrinya juga, Kenan bisa kembali merasakan sup ayam makaroni buatan Mom Sofia, yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak ia rasakan.
"Ken.." Cleo mengusap wajah tampan suaminya, yang hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaannya.
"Terima kasih untuk semuanya, aku begitu beruntung memilikimu." Kenan mengecup bibir istrinya dengan lembut.
"Ck.. tentu saja kau pria yang beruntung. Aku ini cantik, model terkenal, dan dari keluarga terpandang," ucap Cleo dengan penuh percaya diri.
Membuat Kenan tertawa sembari menggelengkan kepala. Inilah yang ia suka dari sosok Cleopatra, penuh percaya diri, terkesan angkuh namun memiliki hati yang begitu baik.
"Ya, kau sangat cantik. Dan aku tergila-gila padamu." Kenan kembali mengecup bibir istrinya. "Sekarang tidurlah!"
"Sayang ada yang ingin aku tanyakan," ucap Kenan saat teringat sesuatu, sembari menatap wajah Cleo yang terlihat sudah memejamkan kedua matanya.
"Em.. ingin bertanya apa?" tanya Cleo tanpa membuka kedua matanya. Hari ini sungguh sangat melelahkan, jadi Cleo ingin segera tidur agar kembali fresh karena besok ada jadwal pemotretan untuk salah satu brand kosmetik ternama.
"Kaylin kemana? Aku tidak melihatnya sejak tadi?" memang bukan hal yang aneh adiknya itu tiba-tiba menghilang, dan datang dengan tiba-tiba. Tapi tetap saja Kenan harus bertanya, mengingat Kaylin adik satu-satunya yang ia miliki.
"Kaylin pergi ke Bandung."
"Bandung?" Kenan mengerutkan keningnya. "Untuk apa dia pergi ke sana?"
"Untuk membeli..." Cleo yang teringat sesuatu langsung membuka kedua matanya. Ia menatap kearah jam yang ada di atas nakas, dan baru menyadari adik iparnya itu belum memberikan kabar sama sekali, padahal saat ini sudah jam satu malam dan pastinya Kaylin sudah sampai di Bandung sejak tadi.
Dengan cepat Cleo mengambil ponselnya untuk menghubungi adik iparnya itu, sementara Kenan yang bingung dengan apa yang terjadi hanya diam menatap wajah istrinya yang terlihat panik.
Satu kali panggil tersebut tidak diangkat Kaylin, dua kali, dan baru yang ke-tiga kali akhirnya panggilan tersebut diangkat oleh adik iparnya itu. Namun belum sempat Cleo bertanya dimana keberadaan Kaylin, wanita itu sudah lebih dulu berteriak padanya.
"Cleopatra Mateo kau mengerjaiku ya? Di Bandung tidak ada yang menjual Ayam Bakar Janda, aku sudah berkeliling ke semua penjual ayam bakar tapi mereka justru menertawakanku."