Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 142


"Kenapa nasib percintaan ku selalu sial, belum juga berkembang sudah layu lebih dulu," gerutu Kaylin dengan menghentikan langkahnya. Dia sudah tidak berminat mengikuti Alex, karena tidak sanggup melihat pria yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, tengah bersikap manis pada wanita lain.


"Apa masih ada hal penting yang ingin kau bicarakan?" Alex menepuk pundak Kaylin dari belakang, karena mengetahui sejak tadi adik ipar Nona Cleopatra mengikutinya.


"Eh kau, bagaimana kau tahu aku..." Kaylin menunjuk kearah dimana pria itu tadi berbelok, lalu tiba-tiba saja kini ada dibelakangnya.


"Nona.. aku sedang sibuk, jadi berhenti mengikuti kami! Mengerti!"


"Apa? Aku mengikutimu? Yang benar saja, siapa juga yang mengikutimu? Aku itu hanya ingin mengambil ini," Kaylin yang gugup mengambil sesuatu yang ada di rak sampingnya.


Alex menatap apa yang dipegang wanita tersebut, lalu tertawa dalam hati saat mengetahui yang diambil wanita itu adalah box berisi ****** ***** pria. Karena saat ini mereka berada di rak yang berisikan kebutuhan khusus pria.


"Baiklah, selamat berbelanja." Alex undur diri sambil terus menahan tawanya.


"Ck.. kenapa dia itu sombong sekali, menyebalkan. Tapi sayangnya dia juga sangat tampan," gerutu Kaylin panjang lebar, sembari menatap box yang tadi diambilnya. "Oh my God, apa ini?" pekiknya dengan terkejut saat menyadari yang diambilnya tadi adalah box berisikan ****** ***** pria. "Oh ya ampun memalukan sekali..." teriaknya sambil berlari dari tempat tersebut.


Dan apa yang dilakukan Kaylin tadi, dapat dilihat oleh Alex yang masih berada di sekitar tempat tersebut.


"Dasar gadis manja," gumamnya dengan tersenyum. Bukan tanpa alasan Alex menyebut wanita yang bernama Kaylin itu manja, karena dari apa yang dia ketahui wanita itu memang begitu manja dan keras kepala. Sifat yang sama dengan yang dimiliki seorang Cleopatra, tapi nona Cleo lebih unggul sedikit karena memiliki kedewasaan dua tingkat diatas Kaylin. "Mudah-mudahan aku tidak bertemu lagi dengannya, karena menghadapi Nona Cleo saja membuatku pusing. Apalagi ditambah gadis itu."


*


*


"Awas saja kalau dia datang, aku akan uhh..." Cleo menekan sendok pada ice cream yang sejak tadi dimakannya.


"Nona Anda sudah menghabiskan..."


"Diamlah! Kau itu cerewet sekali."


"Tapi Nona, tadi Anda memberi perintah untuk mengingatkan jika sudah menghabiskan setengah kotak, dan sekarang Anda sudah menghabiskan dua kotak," pelayan tersebut menatap ngeri ke atas meja, dimana Ice cream milik Nona Kaylin yang ada di lemari pendingin hanya tersisa yang sedang dimakan nona Cleopatra.


"Dua kotak?" Cleo yang tersadar menatap kearah meja. Betapa terkejutnya dia saat mengetahui sudah banyak menghabiskan makanan yang paling dihindarinya karena akan membuatnya gemuk. "Oh my God apa yang kulakukan? Kenapa kau diam saja dan tidak memberitahuku?"


"Aku sudah memberitahu Nona, tapi Nona tidak mau dengar," jawab pelayan tersebut dengan jujur. Karena memang sejak tadi dia mengingatkan, tapi Nona nya itu sama sekali tidak menggubris karena sedang asik mengumpat nona Kaylin.


Cleopatra yang semakin kesal, justru melanjutkan kembali makan ice cream tersebut. Dia tidak peduli jika nanti berat badannya akan naik, karena yang terpenting saat ini hanyalah memuaskan apa yang diinginkannya. Karena hatinya sedang sedih, mengingat sang suami masih di dalam perjalanan, dan adik iparnya yang menghilang entah kemana.