Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 123


Setelah sampai di tempat yang di tuju, Bram membawa nona Kaylin dan tuan Edgar menuju presidential Suite dimana tuan Kenan dan nona Cleopatra berada. Namun belum sempat menunju kamar tersebut, Kaylin lebih dulu melarikan diri saat mereka hendak masuk ke dalam lift.


"Jangan diam saja, cepat kejar!" perintah Bram pada satu anak buahnya. Sementara dia dan dua pengawal lainnya menjaga Edgar agar pria itu tidak ikut melarikan diri.


Melihat adik sepupunya berhasil lari, Edgar pun tersenyum dengan lebar, mengagumi keahlian Kaylin yang satu itu, yaitu pintar melarikan diri di saat menit-menit terakhir.


"Kenapa tidak ikut mengejarnya?" tanya Edgar pada asisten pribadi Kenan.


"Agar kau bisa melarikan diri?" Bram balik bertanya.


Edgar menjawab dengan tertawa. "Kau lebih takut aku melarikan diri, dari pada keselamatan adik tuan mu itu? Oh come on, Kaylin melarikan diri diluar sana tanpa membawa apa pun, kau tidak khawatir kalau nantinya gadis itu kenapa-kenapa?" jelas Edgar.


"Sial! Benar juga yang dikatakannya," umpat Bram dalam hati. Segera berlari mengejar nona Kaylin, setelah sebelumnya memberi perintah pada dua pengawal lainnya untuk membawa Edgar kehadapan tuan Kenan.


Sementara itu Kaylin yang berhasil keluar dari dalam hotel, terpaksa bersembunyi di samping mobil yang berhenti di depan lobi hotel. Ingin melanjutkan langkahnya, tapi tidak bisa karena di belakang sana satu orang pengawal sedang mencari keberadaannya.


"Sial! Bagaimana kalau mobil ini jalan?" gumamnya sembari terus bersembunyi di samping pintu mobil. Karena terdesak saat melihat pengawal itu berjalan, mau tidak mau Kaylin pun mencoba membuka pintu mobil tersebut lalu masuk ke dalamnya.


"Hei Anda siapa? Dan kenapa masuk ke dalam mobil ini?" tanya seseorang yang duduk di kursi pengemudi.


Kaylin yang ingin menjawab, lebih dulu di kejutkan dengan seseorang yang masuk ke dalam mobil.


"Siapa kau?" tanya pria itu dengan wajah yang terkejut.


Bukannya menjawab, Kaylin justru terpana pada ketampanan pria yang kini duduk di sampingnya.


Kaylin yang tengah mengagumi keindahan ciptaan tuhan itu, tersadar saat pria itu menyentaknya.


"Sst.. jangan berisik! Aku sedang bersembunyi dari mereka," Kaylin menunjuk pengawal yang tadi mengejarnya, berserta Bram yang entah sejak kapan ada di sana.


Pria itu menatap kearah yang ditunjuk wanita itu, lalu menatap kembali pada wanita yang duduk di sampingnya.


"Aku tidak peduli! Sekarang juga keluar dari mobilku!"


"Tidak mau," Kaylin menggelengkan kepalanya. "Aku mohon bantu aku lari dari mereka, setelah berhasil aku akan membayar berapa pun yang kau minta."


Pria itu menghela napasnya dengan kasar, dan tanpa banyak berkata menarik tangan wanita itu.


"Hei, tunggu dulu! Aku bersedia memberikan apa pun yang kau inginkan, apa pun..." bujuk Kaylin.


"Aku ingin kau keluar dari mobilku!" pria itu kembali menarik tangan wanita asing tersebut.


"Tidak.. tidak jangan!" Kaylin begitu terkejut saat pria tampan itu menariknya keluar dari mobil.


"Nona..." Bram sedikit terkejut saat melihat Kaylin diseret keluar dari dalam mobil, dengan seorang pria yang dikenalnya.


"Aku tidak tahu ada permasalahan apa diantar kalian, jadi selesaikan tanpa menyusahkan orang lain!" Alex menatap tajam pada Bram.


Ya, pria itu adalah Alex yang baru saja keluar dari hotel untuk kembali ke Jakarta. Tadi malam saat dirinya ingin pulang, tuan Agam justru meminta untuk memastikan nona Cleo baik-baik saja berada di tangan suaminya. Dan pagi ini dia akan pulang ke Jakarta, setelah memastikan semua nya aman terkendali.