
Kaylin yang disindir tidak merasa tersinggung sama sekali. Dia memilih duduk di samping Edgar. "Tapi itu dulu. Sekarang ceritanya sudah berbeda, karena Kak Kenan benar-benar jatuh cinta pada Cleo."
Edgar tersenyum tipis. Dia tidak terkejut sama sekali mendengar perkataan Kaylin, karena sudah menebaknya saat di perusahaan Meyer. Terlebih saat melihat kemarahan Kenan ketika menjemput Cleo tadi, menunjukkan pria itu sangat mencintai Cleopatra. Bahkan dari apa yang dia lihat, rasa cinta itu lebih besar dari pada saat mencintai Silviana dulu.
"Di sini hanya Kenan yang mencintai Cleo? Lalu bagaimana dengan Cleo?"
Kaylin menghela napasnya dengan kasar. "Sepertinya dia belum mencintai kak Kenan," ia menatap kosong ke depan. Memutar ingatannya kembali pada kejadian di mana Cleo terus berupaya pergi dari Kenan, bahkan yang terakhir wanita itu melarikan diri dengan di bantu Edgar. "Lagi pula hal yang wajar jika Cleo belum mencintai kakak ku, mengingat pernikahan itu terjadi karena keterpaksaan. Apalagi saat mengetahui pria yang menikahinya, hanya bertujuan untuk mengabulkan keinginan adiknya yang ingin balas dendam," Kaylin tersenyum miris.
Sementara Edgar mengangguk-anggukan kepalanya, mendengar semua perkataan Kaylin.
"Tapi belum mencintai bukan berarti tidak bisa mencintai bukan? Jadi jangan pernah berpikiran yang macam-macam! Aku tidak akan tinggal diam jika kau bertindak di luar batas, dengan mempertaruhkan kebahagiaan kak Kenan!"
"Wow..." Edgar membelalakkan kedua matanya. "Apa benar ini Kaylin Meyer?" ia tertegun mendengar perkataan dan ancaman Kaylin. Edgar bahkan menaruh telapak tangan di kening sepupunya itu, untuk mengecek apakah wanita itu sedang sakit. Karena dia merasa terkejut, seorang Kaylin Meyer yang begitu manja, sombong, dan keras kepala. Bisa menelisik sebuah permasalahan dengan baik, dan berkata dengan bijak. Bahkan dengan berani mengancamnya.
"Ed..." Kaylin menghempaskan tangan Edgar dari keningnya. "Aku serius dengan perkataan ku! Jauhi Cleo! Dan jangan pernah berpikiran untuk mengulangi kejadian itu!"
Edgar yang masih terkejut dengan perubahan Kaylin, tidak mempedulikan ancaman wanita itu. "Bagaimana bisa kau berubah secepat ini? Bahkan sampai mendukung wanita itu?Bukankah kau sangat membencinya?"
"Dulu aku memang membencinya, meskipun sekarang rasa benci itu mungkin masih ada. Tapi aku tahu, kebahagiaan kakak ada pada Cleo. Jadi mana mungkin aku membenci apa yang menjadi kebahagiaan kakak ku?"
"Bagaimana kau tahu kebahagiaan Kenan ada pada Cleo?"
"Aku tahu karena bisa merasakannya," Kaylin membalas tatapan Edgar. "Kau tahu? Sejak kedatangan Cleo, kak Kenan mulai tersenyum kembali. Dia bahkan sampai meminta diriku mau menerima Cleo sebagai kakak ipar dan tidak lagi membencinya, di depan makam Daddy."
"Really?"
Kaylin menganggukkan kepalanya.
Untuk kali ini Edgar terdiam sampai tidak bisa berkata-kata. Dia tak percaya Kenan sampai melakukan hal tersebut hanya demi seorang wanita. Membuat Edgar semakin penasaran dengan sosok Cleopatra, sosok yang sangat cantik dan berani dengan semua kesempurnaan yang dimiliki seorang wanita.
"Aku bilang jangan berpikir macam-macam! Kaylin menyentuh luka di wajah Edgar dengan kasar. Karena tahu apa yang sedang di pikirkan sepupunya itu.
"Kay, sakit!" Edgar meringis sambil menyentuh luka yang ditekan Kaylin. "Kau itu kasar sekali! Sungguh aku menyesal sudah menampung mu saat di Singapore."
Kaylin tidak mempedulikan ocehan Edgar, ia lebih memilih bergegas menuju dapur mengambil air dingin untuk mengompres luka di wajah sepupunya itu. Sepupu dari keluarga Daddy nya yang banyak membantu Kenan dan tentu dirinya, di saat seluruh keluarga yang lainnya menjauh. Itu sebabnya Kenan masih bisa menerima Edgar, setelah apa yang dilakukan pria itu dengan Silviana. Meskipun Edgar sempat di buat tak berdaya di rumah sakit.