
Ah....
Cleo berteriak sambil berlari kearah bibir pantai, melepaskan semua tekanan yang selama ini dirasakannya saat menjadi istri seorang Kenan Meyer. Bagaimana tidak tertekan jika selalu berada di dalam mansion, dan diijinkan keluar dengan pengawalan yang ketat dengan adik ipar sendiri yang menjadi bodyguardnya.
"Aku bebas..." Cleo kembali berteriak, saat kakinya menyentuh air laut. Ia menatap lautan di depannya dengan sorot mata yang berbinar, tanpa mempedulikan orang-orang yang menatap kearahnya karena memakai bikini yang begitu sexy. Bikini dengan model Ruffle Two Piece itu memang terlihat begitu sexy di tubuhnya, menonjolkan bagian yang bisa membuat mata semua pria tak bisa berpaling darinya.
"Ini lah seorang Cleopatra Mateo, wanita cantik dengan segala keunikannya," gumam Alex dalam hati, menyaksikan bagaimana Cleopatra berteriak dengan bikini yang sudah basah. "Seandainya Tuan Kenan ada disini, habislah Nona Cleopatra." Alex teringat kembali kejadian saat di pusat perbelanjaan ketika Nona Cleo sedang memilih bra, begitu posesif nya seorang Kenan Meyer yang langsung membawa wanita itu pergi. Kemarin pria itu bahkan sampai baku hantam dengan Agam Mateo demi membawa Cleopatra pulang.
"Nona Anda tidak lelah setiap hari datang kemari hanya untuk berteriak?" ucap Alex sembari meng-gelengkan kepala. Karena sudah tiga hari mereka ada ditempat tersebut, dan setiap harinya wanita itu berlari sambil berteriak seolah-olah baru terbebas dari sebuah kurungan.
Cleo yang ditanya hanya menatap sesaat pada Alex, lalu kembali asik dengan kebebasan yang saat ini dirasakannya.
"Nona.. Anda tidak takut jika Tuan Kenan tiba-tiba ada di sini?" Alex sengaja menakut-nakuti wanita itu.
"Untuk apa aku takut? Kau tidak lihat mereka?" Cleo menatap ke seluruh pengawal pria yang ada di sekitarnya, dan semua pengawal itu bagian dari tim Delta yang sudah terlatih, dan khusus di tempatkan oleh Agam untuk menjaganya. "Aku juga punya kau, Alexander sang ketua tim Delta," ucapnya sambil mengerlingkan mata.
"Setengah jam Nona, setelah itu kita kembali!" ingat Alex dengan berteriak.
"Oke!" Cleopatra menunjukkan ibu jarinya.
Setelah puas meluapkan kebahagiannya, Cleo kembali menuju vila khusus milik sepupunya. Ya, saat ini dia berada di vila milik keluarga Arbeto yang berada di Bali. Dia memutuskan tinggal di vila tersebut karena keamanannya yang sangat terjamin, dari pada tinggal di hotel milik keluarganya sendiri.
Jika ada yang bertanya kenapa Cleo memilih pergi ke Bali dari pada pergi ke luar negeri, jawabannya hanya satu. Karena sejauh apapun dia pergi dan bersembunyi Kenan pasti akan menemukannya, maka dari itu dia memilih Vila keluarga Arbeto. Setidaknya jika Kenan datang ke tempat tersebut, pria itu tidak akan bisa mendekati dan menyentuhnya, karena pengawalan yang begitu ketat disekitar Vila.
"Anda ingin pergi lagi?" tanya Alex dengan wajah tak percaya. Karena baru saja mereka sampai di vila, wanita itu sudah berganti pakaian dengan pakaian rapih dengan tas yang ada di bahunya. Alex hapal betul wanita itu akan pergi kemana, karena yang dilakukan Cleopatra sejak menginjakkan kakinya di Bali hanya melakukan tiga kegiatan. Ke pantai, belanja, dan pergi ke Club.
"Ck, kau kan sudah tahu jawabannya. Kenapa masih bertanya?" Cleo berjalan menuju pintu keluar.
Alex pun mau tidak mau mengikuti Cleopatra, karena sudah menjadi tugasnya menjaga wanita itu. Sebuah tugas yang selalu membuatnya darah tinggi, karena kelakuan Cleopatra yang tidak bisa terkontrol. Jika disuruh memilih menjaga Cleopatra atau seekor singa, maka Alex akan memilih menjaga singa. Karena setidaknya ia bisa mati dengan cepat saat diterkam, dari pada mati secara perlahan karena kelakuan Cleopatra Mateo.