Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 44


Keesokan harinya.


Entah berapa lama mereka melakukan percintaan panas tadi malam, karena yang Cleo tahu dia bahkan sampai tertidur saat Kenan masih dengan penuh semangat mencumbunya.


"Oh ya ampun sakit sekali," lirih Cleo saat terbangun dari tidurnya. Dia menatap ke samping ranjang, namun tidak menemukan sosok Kenan. "Dimana dia?" matanya menatap sekitar ruang kamar, dan terhenti saat melihat pintu bathroom yang terbuka. Menampakkan seorang pria tampan, yang hanya berbalut handuk diatas pinggang.


"Ken—"


"Bersihkan dirimu!" potong Kenan sambil berjalan menghampiri Cleopatra, menarik selimut yang menutupi wanita itu lalu menggendongnya.


"Ken kau mau apa?" pekik Cleo dengan wajah yang terkejut, saat pria itu tiba-tiba menggendongnya.


"Diam dan jangan banyak bertanya!" Kenan membawa Cleo masuk ke dalam bathroom, lalu menaruh wanita itu di dalam bathtub yang terisi air hangat, yang sudah dipersiapkannya.


"Terima kasih," ucap Cleo saat menyadari tujuan pria itu menggendongnya adalah untuk membantunya. Karena Cleo tidak yakin bisa berjalan setelah apa yang terjadi tadi malam dengannya, mengingat bagaimana seorang Kenan yang tidak ada kata lelah sedikitpun terus menerjangnya meski ia sudah tertidur. Membuat Cleo bertanya-tanya, sudah berapa lama pria itu tidak melakukan maki-ng love hingga terasa begitu menggebu-gebu.


Kenan tidak menjawab perkataan Cleo, dia memilih pergi dari bathroom tanpa satu katapun terucap dibibirnya. Membuat Cleo terkejut dengan reaksi pria itu yang kembali dingin padanya.


"Cih, tadi malam saja dia begitu hangat. Tapi sekarang kembali dingin," umpat Cleo dengan kesal. "Lihat saja jika dia meminta lagi, aku tidak akan memberikannya! Kau dengar itu Kenan? Kau tidak akan bisa menyentuhku lagi!" teriak Cleo, meski dia tahu pria itu tidak akan mendengar teriakannya.


*


*


"Kak, dimana wanita jala-ng itu?" tanya Kaylin saat tidak melihat sosok Cleopatra.


"Jangan pernah lagi menyebutnya jala-ng!" ucap Kenan dengan tegas, membuat Kaylin terkejut dengan raut wajah tak percaya.


"Why? Dia itu memang jala-ng kan?"


"Tutup mulutmu!" sentak Kenan dengan tatapan yang tajam.


"Kak, kau membentakku?"


Kenan menghela nafasnya dengan kasar. "Mulai saat ini dia kakak iparmu yang sesungguhnya, jadi bersikap baiklah padanya!"


"What? Tadi kau membentak ku dan sekarang meminta aku untuk bersikap baik padanya? Kau itu kenapa?" tanya Kaylin dengan wajah yang bingung, karena dalam semalam sikap kakaknya itu berubah. Padahal sebelumnya kak Kenan masih bersikap kasar pada Cleo.


Kenan tidak menjawab pertanyaan adiknya, dia memilih berlalu dari ruangan tersebut.


"Tunggu kak!" Kaylin mengejar langkah kak Kenan. "Jangan bilang kau sudah menyentuhnya?" tebak Kaylin dengan harap-harap cemas.


"Seharusnya kau sudah tahu jawabanku," Kenan menepuk bahu adiknya lalu berjalan keluar dari mansion, meninggalkan Kaylin yang masih terpaku ditempatnya.


"Tidak, ini tidak mungkin! Kak Kenan pasti bohong, dia tidak akan mau menyentuh jala-ng itu!" gumam Kaylin dengan wajah tak percaya. Namun setelah mengingat bagaimana sikap kakaknya tadi, membuat harapan Kaylin pupus seketika. Karena dia tahu betul siapa itu Kenan Meyer, kakaknya akan mengklaim seorang wanita menjadi hak milik selamanya, jika sudah menyentuhnya. "Sial! Kenapa jadi begini?" umpat Kaylin dengan frustasi, saat membayangkan seorang Cleopatra menjadi kakak ipar seumur hidupnya.