Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 77


Cleo yang melihat bagaimana para pengawal pribadi Kenan menghadiahi Orion dengan pukulan di sekujur tubuh pria itu, hanya bisa diam sambil menatap kearah punggung Kenan yang semakin menjauh. Suaminya itu pergi begitu saja dengan membawa Kaylin, setelah memerintahkan anak buahnya untuk membayar ganti rugi kerusakan yang ada di cafe tersebut.


"Oh my God, Kaylin..." Cleo yang baru tersadar dari situasi yang tak terduga itu, segera berlari mengejar Kenan. Dia tidak peduli dengan keadaan Orion yang masih di pukuli oleh anak buah suaminya. Karena yang ada di pikirannya saat ini adalah keadaan Kaylin yang sempat tersiram makanan panas. "Tunggu! Jangan pergi dulu!" teriak Cleo saat melihat Thalia membuka pintu mobil. Namun adik ipar Kenan itu hanya menatapnya sekilas, lalu masuk ke dalam mobil tanpa mempedulikan teriakannya.


Dan kini, Cleo hanya bisa menatap mobil milik Kenan yang melaju dengan sangat kencang meninggalkan tempat tersebut. "Sial, kenapa jadi begini!" dia tidak menduga keadaannya akan menjadi kacau. Niatnya yang ingin memperlihatkan keburukan Orion di depan adik iparnya, justru berujung dengan terlukanya Kaylin.


"Nona, mari kita pulang!" Bram yang sejak tadi berada di belakang istri tuannya, membuka pintu mobil.


Cleo hanya diam saja, terus menatap kendaraan milik Kenan hingga menghilang dari pandangan matanya, baru dia masuk ke dalam mobil tanpa banyak kata. Hatinya yang merasa tidak tenang karena belum mengetahui keadaan Kaylin, memilih untuk diam selama diperjalanan.


"Nona tidak perlu khawatir! Nona Kaylin baik-baik saja," Bram berkata setelah menutup panggilan telepon dari anak buahnya, yang memberikan kabar keadaan Kaylin yang sudah diperiksa oleh dokter.


Cleo tidak menggubris perkataan Bram, karena dia belum tenang jika tidak melihat sendiri keadaan adik iparnya itu. Belum lagi hatinya masih merasa sesak saat melihat bagaimana Kenan tidak mempedulikan keberadaannya, dan pergi begitu saja tanpa berkata apa pun. Cleo takut Kenan akan menyalahkannya atas apa yang terjadi pada Kaylin, mengingat dirinya yang menyetujui untuk berbicara dengan Orion.


"Apa Kenan akan menyalahkan aku atas apa yang terjadi pada Kaylin?" tanya Cleo dengan pandangan mata yang menatap kearah jendela mobil.


Bram hanya diam tidak berani menjawab pertanyaan Nona Cleo, karena dia sendiri belum tahu dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi. Karena tadi saat menemani Tuan Kenan dan Thalia makan siang setelah bertemu klien, mereka langsung pergi setelah mendapatkan informasi dari pengawal, bahwa Tuan Orion menghampiri Nona Cleo dan Kaylin. Dan setelah sampai di cafe, mereka melihat bagaimana Orion mendorong Kaylin dengan kasar.


"Sepertinya aku sudah tahu jawabannya," Cleo tersenyum sinis saat melihat Bram yang terdiam. Kini dia semakin yakin Kenan akan marah, dan menyalahkan dirinya yang sudah membuat Kaylin terluka.


"Nona Cleo tunggu!" Bram hendak menghentikan Nona nya yang keluar dari mobil, saat kendaraan yang mereka tumpangi sudah sampai di depan mansion Meyer.


Cleo tidak mempedulikan Bram yang terus memanggil namanya, dia berjalan masuk ke dalam mansion dengan langkah tergesa-gesa karena ingin cepat sampai di dalam kamar. Namun langkah kakinya langsung terhenti, saat melihat Mom Sofia yang sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon, dengan tubuh yang membelakangi dirinya.