
"Cepat beritahu aku apa yang kau ketahui?" tanya Cleo, setelah mereka duduk di salah satu cafe yang ada di dekat pusat perbelanjaan.
Ya, Cleo memutuskan untuk mendengar apa yang ingin di sampaikan Edgar. Karena terkejut sepupu suaminya itu mengetahui permasalahan mereka, selain itu dia juga ingin tahu apa yang menyebabkan Kenan tidak menemui ataupun memaksanya pulang. Padahal Cleo tahu betul seorang Kenan Meyer adalah pria pemaksa, dan sangat posesif, jadi tidak mungkin jika pria itu tidak mengejarnya.
"Baiklah akan aku beritahu, tapi sebelum itu lebih baik kita pesan minuman dulu."
"Ck, aku tidak punya waktu." Cleo berdiri dari tempat duduknya.
"Oke.. oke.. aku akan memberitahumu."
Cleo masih tetap berdiri enggan untuk duduk kembali.
"Duduklah! Aku janji akan memberitahumu."
Akhirnya Cleo memilih duduk kembali di tempatnya, menatap Edgar dengan tatapan penuh intimidasi.
"Kenan tidak datang menemuimu karena sedang sibuk bersama mantan kekasihnya, itu sebabnya—"
"Tunggu dulu! Mantan kekasih?" tanya Cleo dengan terkejut.
Edgar menganggukkan kepala. "Mantan kekasihnya yang bernama Silviana."
"What? Kau pasti berbohong? Mana mungkin Kenan bersama mantan kekasihnya yang sudah berselingkuh denganmu?"
"Aku tidak berbohong, eh tunggu dulu! Tahu dari mana Silviana berselingkuh denganku?" tanya Edgar dengan bingung, karena seingatnya dia hanya pernah bercerita mantan kekasih Kenan berselingkuh.
"Aku tahu dari Kaylin," jawab Cleo dengan jujur.
"Kaylin?" ujar Edgar dengan wajah tak percaya. "Kaylin Meyer awas kau!" gumam dalam hati.
"Sudahlah, lebih baik aku pergi dari pada mendengar perkataan mu yang tidak tidak jelas."
Cleo menatap foto tersebut satu persatu, dengan sesekali mengerutkan keningnya. "Kemarin Thalia, dan sekarang bersama mantan kekasihnya. Kenan Meyer rasanya aku ingin sekali membunuhmu!" umpat Cleo dalam hati sambil mencengkram kuat ponsel milik Edgar.
"Kau pasti berpikir, kenapa sepupuku itu masih mau menerima Silviana?"
Cleo hanya diam, berusaha untuk tak peduli meskipun hatinya terbakar oleh api amarah. Apalagi saat mengetahui alasan Kenan tidak berusaha membujuknya, atau sekedar menemuinya karena keberadaan wanita lain.
"Karena Kenan sudah mengetahui kebenarannya, Silviana tidak pernah berselingkuh dengan siapa pun termasuk denganku," lanjut Edgar.
"What?" pekik Cleopatra dengan sangat terkejut. "Apa maksudmu?" ia semakin erat mencengkram ponsel Edgar, untuk melampiaskan emosi yang sejak tadi ditahannya.
"Silviana dan aku tidak pernah berselingkuh, aku hanya membantunya untuk lepas dari Kenan dengan cara seolah-olah kami tidur bersama," jelas Edgar.
"Bullshit!" Cleo menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya dengan semua yang dikatakan Edgar.
"Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi kenyataannya Kenan lebih memilih menemani cinta lamanya dari pada menemui atau menjemputmu. Karena Kenan lebih —"
"Lebih mencintai mantan kekasihnya dari pada aku? Itu tidak perlu kau perjelas, karena aku tahu Kenan tidak pernah mencintaiku! Puas kau?" ucap Cleo sembari melempar ponsel yang ada di tangannya dengan penuh amarah.
"Hei itu ponselku!" dengan wajah yang pucat Edgar berlari mengambil ponselnya.
Sedangkan Alex dan beberapa pengawal yang lainnya, menahan tawa saat melihat bagaimana ponsel tersebut jatuh dengan sangat tepat ke dalam cangkir kopi milik pengunjung cafe lainnya.
"Alex kita pulang sekarang!" Cleo beranjak dari tempat tersebut, tanpa mempedulikan Edgar yang tengah sibuk memeriksa ponselnya.
"Baik Nona," Alex mengawal Cleopatra keluar dari cafe tersebut.
"Cleopatra tunggu!" Edgar ingin mengejar wanita itu, namun dering ponselnya yang basah terkena air kopi menghentikan langkahnya. Dia segera mengangkat panggilan tersebut dengan penuh emosi. "Kaylin Meyer, kau harus tanggung jawab mengganti ponselku!" ucap Edgar lalu menutup panggilan tersebut secara sepihak.