Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 36


🍃 Maaf kalau bab ini baru terbuka di siang hari 🙏 karena bab yang sedikit panas jadi lama rivew nya. Dan di skip dulu ya untuk buka puasa aja biar enggak batal walaupun enggak ada adegan nganunya 🤭


"Tunggu dulu!" Cleo menahan dada bidang Kenan dengan jantung yang berdegup kencang, saat pria itu hendak memulai percintaan mereka. "Aku mohon bermainlah dengan lembut," pinta Cleo dengan kaki yang dibuka selebar mungkin dan senyum yang tersungging di bibirnya, karena sebentar lagi akan merasakan apa itu making love. Meski awalnya dia tidak terima dan tidak mau di sentuh oleh Kenan karena menyangka pria itu homo-sek-sual, tapi sekarang Cleo siap untuk bercinta dengan pria itu setelah tahu Kenan masih normal yang menyukai lawan jenis. Dan untuk umpatan kasar pria itu yang mengatakannya jala-ng, maka akan Cleo tunjukan malam ini bahwa dia wanita terhormat yang bisa menjaga kesuciannya.


Kenan sendiri langsung terdiam saat melihat bagaimana sikap Cleo yang berubah seratus delapan puluh derajat. Wanita yang beberapa menit yang lalu mencoba melarikan diri karena tidak mau disentuh olehnya, kini dengan senang hati membuka kakinya lebar-lebar untuk memudahkan dirinya.


"Kenapa diam saja? Cepatlah! Aku sudah tidak sabar," Cleo mengalungkan tangannya di leher Kenan lalu menarik pria itu untuk mendekat.


Kenan yang sempat bingung dengan perubahan sikap Cleo, tidak lagi mempedulikannya saat dibawah sana miliknya dan milik Cleo saling bersentuhan. "Kau akan aku buat menyesal sudah memintanya!" ucap Kenan dengan tegas dan tatapan yang mematikan.


"Aw..." Cleo merintih saat merasakan sesuatu mulai memasu-kinya. Jari kukunya bahkan menusuk pada punggung Kenan tanpa sadar.


"****!" umpat Kenan dan langsung mendorong tubuhnya untuk menjauh dari wanita yang terbaring polos di atas tempat tidur. Kenan tidak mau melanjutkan permainannya saat menyadari milik Cleo yang begitu susah dimasuki.


"Hei, kau mau kemana?" tanya Cleo dengan wajah yang terkejut saat tiba-tiba saja pria itu berhenti dan kini berjalan menjauh.


"Aku ingin mandi," jawab Kenan tanpa menatap kebelakang.


Dia memutuskan tidak akan mengenakan lingerie, karena ingin menunggu Kenan selesai membersihkan tubuhnya dan melanjutkan kembali kegiatan mereka yang belum selesai. Lama Cleo menunggu hingga satu jam tapi pria itu tak kunjung keluar, sampai akhirnya dia tertidur karena merasa mengantuk.


Sementara itu Kenan yang baru keluar dari dalam bathroom setelah menghabiskan waktu selama satu jam lebih, kini menatap dengan tajam wanita yang berbaring di atas ranjangnya dengan selimut yang menutupi dibagian dada.


"Aku tidak akan menyentuhmu!" Gumam Kenan dalam hati. Dia memiliki alasan kuat untuk tidak menyentuh Cleo, karena pernikahan mereka hanya sebuah kontrak selama satu tahun. Dan yang paling utama tidak ada cinta di hati Kenan untuk wanita itu, maupun untuk wanita lain di luar sana. Hatinya sudah beku dan tidak mau terjebak dalam sebuah kata cinta, karena bagi Kenan cinta dan sebuah hubungan adalah bullshit.


*


*


Keesokan harinya.


Cleo menggeliat di balik selimut tebal yang menutupi tubuhnya, kedua mata yang terpejam itu perlahan terbuka saat merasakan hawa dingin menusuk punggungnya.


"Kenapa aku telan-jang? Di mana pakaianku?" Cleo yang baru tersadar tidak mengenakan apa pun ditubuhnya, mulai mengingat-ingat apa yang terjadi padanya. Dan saat ingatan itu kembali, hanya ada satu kata yang keluar dari bibirnya. "Kenan Meyer brengsek!" umpatnya dengan kasar.


Cleo berjalan keluar dari kamar hanya dengan mengenakan lingerie yang ditutupi oleh kimono. Dia berjalan dengan terburu-buru, karena ingin mencari keberadaan pria yang semalam sudah membuatnya kesal.


"Akhirnya kakak iparku bangun juga," Kaylin menatap tajam pada Cleo dari atas sampai bawah. Wanita yang sangat dibencinya itu dengan percaya diri keluar dari kamar, hanya dengan menggunakan kimono satin yang begitu pendek. Sungguh memperlihatkan betapa murahannya wanita yang dicintai oleh Orion mantan kekasihnya.


"Dimana Kenan?" Cleo bertanya tanpa mempedulikan sindiran adik iparnya.


"Ck, kau masih bertanya di mana kakakku? Kau tidak lihat ini sudah jam sembilan pagi, tentu saja kakakku sudah pergi ke kantor." Jawab Kaylin dengan ketus. "Sekarang cepat buatkan aku sarapan!"


"What? Kau bilang apa?" tanya Cleo tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Aku bilang buatkan sarapan untukku! Cepat!" Kaylin mengulangi apa yang dikatakannya dengan lebih ketus.


Cleo meng-gelengkan kepala dengan tersenyum sinis. "Dasar gila!" umpatnya.


"Hei, berani sekali kau mengataiku!" Kaylin yang emosi langsung berdiri dari tempat duduknya. Dia tidak terima dikatai gila oleh wanita murahan seperti Cleopatra.


"Ck, tentu saja aku berani. Kau pikir aku takut? Lagi pula disini ada banyak pelayan, kenapa kau tidak minta pada mereka?" Cleo hendak pergi dari ruangan tersebut, namun langkah kakinya terhenti saat Kaylin menyerahkan sebuah berkas dihadapannya.


"Bacalah dengan teliti! Di situ tertulis dengan jelas isi poin tambahan yang di buat oleh kak Kenan." Ucap Kaylin dengan senyum penuh arti.


Cleo membaca berkas tersebut dengan kening yang berkerut. "Apa-apaan ini?" ia melemparkan berkas yang sudah dibacanya itu. "Kau pikir aku ini budak kalian!" sentaknya dengan penuh emosi, sambil berlalu dari tempat tersebut.


"Hei, kau mau kemana?" Kaylin tersenyum penuh kemenangan saat melihat kemarahan seorang Cleopatra. "Aku tunggu sarapannya!" teriak Kaylin dengan rasa bahagia, karena hari-hari untuk mengerjai wanita murahan itu sudah dimulai.


Cleo sendiri tidak mempedulikan teriakan adik iparnya, ia terus berjalan menuju kamarnya untuk satu tujuan, yaitu menghubungi si manusia dingin yang sudah membuatnya marah dari semalam hingga pagi ini.


Kenan yang sedang duduk di ruang kerja, menjauhkan ponsel miliknya saat mendengar teriakkan dari wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.


"Aku benar-benar akan membunuhmu! Kau dengar?" lanjut Cleo dengan napas naik turun.


"Kalau kau menghubungiku hanya untuk marah-marah, lebih baik aku tutup." Kenan hendak memutuskan sambungan teleponnya, namun terhenti saat lagi-lagi mendengar suara teriakkan Cleopatra. Suara teriakan yang entah kenapa terdengar sexy di telinganya.


"Bagaimana bisa kau merubah isi surat perjanjian kita, tanpa persetujuan dariku?" tanyanya masih dengan penuh emosi.


"Tentu saja bisa, kau lupa pada poin terakhir?" jawab Kenan dengan santai dan datar.


Gleg.


Cleo menelan salivanya dengan susah payah, saat teringat isi poin terakhir yang sudah disepakati oleh mereka.


"Ya, tapi kau tidak bisa bertindak sesukamu! Kau pikir aku ini pelayan, yang setiap harinya harus menyediakan sarapan dan makan malam untuk kalian?" Cleo tidak terima saat membaca poin yang diubah oleh Kenan, atau kata yang lebih tepatnya di tambah oleh pria itu. Yang berisikan dirinya harus mau melakukan pekerjaan ibu rumah tangga pada umumnya tanpa dibantu oleh para pelayan yang ada di mansion Meyer.


Kenan hanya diam tidak menjawab perkataan Cleopatra.


"Kau tahu, aku ini sejak kecil selalu dilayani oleh para pelayan. Jadi bagaimana bisa kalian menyuruhku mengerjakan semua tugas itu? Ya Tuhan, kuku-kuku indahku ini akan jadi apa jika aku memasak?" gerutu Cleo panjang lebar.


"Sudah selesai?" tanya Kenan saat tidak lagi mendengar ocehan wanita itu.


Cleo reflek menganggukkan kepalanya, padahal apa yang dilakukannya itu tidak bisa dilihat oleh Kenan yang berada di tempat lain.