
Satu Minggu kemudian.
Kenan menatap wajah cantik Cleo yang tengah memakaikan dasi untuknya, menatap wajah yang selama satu minggu ini membuatnya setres dengan sikapnya yang berubah dengan cepat. Terkadang wanitanya itu begitu manja, namun di sepuluh menit kemudian akan marah-marah tidak jelas.
Bahkan rasa cemburu Cleo berkali-kali lipat, hingga menyuruh Bram menjadi mata-mata hanya untuk memastikan dirinya tidak dekat dengan wanita manapun terlebih Silviana. Untung saja untuk masalah mantan kekasihnya itu, ada Kaylin yang turun tangan langsung mengatasi Silviana hingga tidak memperkeruh hubungan mereka lagi.
"Kau jadi pergi ke Jepang?" tanya Cleo setelah selesai merapihkan dasi yang dikenakan suaminya. Dia ingat, hari ini Kenan akan pergi untuk urusan bisnis di Jepang selama tiga hari.
"Kita sudah membicarakan ini sejak kemarin sayang," Kenan mengecup bibir Cleo dengan lembut. "Ada Kaylin yang akan menjagamu selama aku pergi."
"Ck.. yang ada aku yang menjaga Adikmu," gerutu Cleo dengan wajah yang ditekuk.
Kenan tersenyum sembari mengecup kembali bibir istrinya. "Kalau begitu kau ikut denganku, sekalian kita bulan madu lagi agar kau cepat mengandung," ucapnya sambil mengusap perut Cleo dengan perlahan.
"Aku tidak mau, kau tahu kan akhir-akhir ini aku malas melakukan apapun."
Kenan menatap lekat wajah istrinya, mengingat bagaimana Cleo yang sudah satu Minggu ini hanya diam di dalam mansion tanpa melakukan apapun. Sesuatu yang sangat aneh, mengingat wanitanya yang hobi jalan-jalan dan shopping.
"Jadi kau ingin ikut atau tidak?" Kenan kembali memastikan sebelum berangkat.
Cleo menggelengkan kepalanya dengan perlahan, lalu ******* bibir Kenan cukup lama.
"Bawakan aku oleh-oleh," pintanya setelah tautan bibir mereka berakhir.
"Kau ingin apa?"
"Aku ingin..." Cleo mengerutkan keningnya dengan wajah yang berpikir. "Nanti aku hubungi, setelah tahu apa yang kuinginkan."
"Baiklah," Kenan meraih tengkuk wanitanya, mencium bibir Cleo dengan sangat menuntut.
"Ken stop!" Cleo mendorong dada bidang suaminya, karena jika tidak dihentikan maka mereka akan berakhir diatas ranjang. "Nanti kau terlambat," ucapnya dengan napas naik turun.
"Oke," Kenan menyatukan kening mereka, sebelum akhirnya menjauh saat mendengar suara Kaylin yang memanggil namanya.
"Bram sudah menunggu di bawah," ucap Kaylin dari balik pintu kamar.
Mereka bertiga pun berjalan menuju pintu mansion. Setelah melihat mobil Kenan keluar dari gerbang, baru Kaylin dan Cleo masuk kembali ke dalam mansion.
"Kak Cleo tunggu!" Kaylin menahan tangan kakak iparnya untuk tetap berada di ruang tengah. "Ada yang ingin aku bicarakan."
"Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Cleo, setelah tiga puluh menit mendengarkan adik iparnya berbicara tidak jelas arahnya kemana.
"Em.. sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu," Kaylin yang gugup memilin ujung pakaiannya.
Cleo menghela napasnya, karena ternyata benar jika selama tiga puluh menit tadi Kaylin hanya berbasa-basi sebelum membicarakan hal yang sebenarnya.
"Kau ingin bertanya apa?"
"Aku.. aku ingin tahu apakah Alex sudah mempunyai kekasih?"
"Alex? Alex yang mana?" Cleo balik bertanya
"Ih.. Alex yang pernah menjadi pengawal Kak Cleo," Kaylin tahu semua informasi tentang Alex dari Bram, termasuk pria itu yang ternyata bekerja pada keluarga Mateo dan Arbeto.
"Oh... Alexander."
"Ya, Alexander. Apa dia sudah memiliki kekasih?" tanya Kaylin dengan bersemangat.
"Kenapa kau bertanya tentang hal itu?"
Kaylin menghela napasnya dengan kasar, entah mengapa berbicara dengan kakak iparnya itu begitu sulit. Padahal wanita itu hanya tinggal menjawab sudah atau belum, bukannya menjawab dengan sebuah pertanyaan lainnya.
"Karena aku ingin tahu, jadi apa dia sudah memiliki kekasih?"
"Kalau sudah kenapa? Kalau belum kenapa?"
"Cleopatra...!" teriak Kaylin dengan frustasi, tanpa embel-embel kata kak karena terlalu kesal.
"Kau membentak ku?" Cleo yang tak terima berdiri dari tempat duduknya.
"Ya, karena kau—" belum sempat meneruskan perkataannya, Kaylin dibuat terkejut saat Cleo memegang kepalanya. "Kak kau kenapa?"
"Aku.. kepalaku.." padangan matanya mengabur, dan dalam sekejap semuanya terasa gelap. Yang sempat dia dengar hanya suara Kaylin yang memanggil namanya.
Note ~ cerita Cleopatra & Kenan mau dilanjut sampai memiliki anak atau tidak? Tulis di kolom komentar ya🥰 Jangan lupa kirim poin, vote, dan like tiap bab nya😘