
Selama hampir lima menit Cleo berusaha menjelaskan pada Orion, alasan kenapa dirinya lebih memilih menikah dengan Kenan Meyer dari pada menerima lamaran pria itu. Tapi sepertinya semua penjelasan itu tidak dengar sama sekali oleh Orion, pria itu justru terkesan mengulur waktu dengan berbicara hal yang tidak penting seperti menghina Kenan sebagai seorang bajingan, dan pria penyuka sesama jenis. Karena Orion tidak pernah melihat Kenan dekat dengan seorang wanita, dan banyak lagi hinaan yang di tujukan untuk Kenan.
"Aku tetap tidak terima dengan semua ini!" Orion tidak peduli dengan semua perkataan Cleo, karena yang ada di benaknya hanya membuat wanita itu kembali padanya.
"Aku tidak peduli kau terima atau tidak! Lagi pula, mana mungkin aku mau menerima tawaran menikah dari pria yang tidak setia sepertimu," Kini saatnya Cleo memperlihatkan pada Kaylin bahwa Orion bukan pria yang tepat untuk dicintai oleh adik iparnya itu.
"Apa maksudmu?"
"Oh ayolah, kau jangan berpura-pura bodoh. Kau lupa kita menjalin hubungan saat kau masih bersama Nathania dan Elisa?"
Deg.
Orion seperti terlempar oleh kenyataan yang ada di masa lalunya, dimana dia berhubungan dengan Cleo saat masih berstatus sebagai kekasih dari dua orang wanita. Atau kata yang lebih tepatnya tiga orang wanita, karena Kaylin pun masih berstatus sebagai kekasihnya.
"Dan aku baru tahu, ternyata bukan hanya Nathania dan Elisa. Tapi kau juga berhubungan dengan adik Kenan Meyer, yaitu Kaylin Meyer," Cleo menatap adik iparnya yang terlihat menatap mereka dengan kilatan penuh amarah.
"Ya, aku akui itu. Tapi setelah berhubungan denganmu aku memutuskan mereka semua. Karena hanya kau wanita yang aku cintai Cleopatra Mateo, hanya kau seorang tidak ada yang lain." Orion berusaha menarik tangan wanitanya untuk digenggam, tapi gagal karena Cleo lebih dulu menghempaskan tangannya.
"Benarkah?" Cleo mulai memancing Orion. "Kalau kau tidak mencintai mereka, kenapa kau menjalin hubungan dengan ketiganya?"
"Karena aku hanya ingin mencari kepuasan, itu saja tidak lebih."
"Wow, jadi ketiganya bisa memuaskanmu?" Cleo tersenyum sinis.
"Cukup!" Kaylin yang sejak tadi diam mendengar semua perkataan Orion, kini berjalan mendekati pria yang sangat dia cintai itu dengan hati yang terluka. Bagaimana tidak terluka saat mengetahui ternyata Orion begitu mencintai Cleo, hingga sanggup menghina kak Kenan dan juga dirinya. "Kau bajingan!"
Plak
Kaylin melayangkan tangannya dengan penuh tenaga tepat di pipi Orion, hingga menimbulkan suara yang begitu nyaring. Membuat para pengunjung Cafe terkejut menatap kearah mereka.
"Kau..! Berani sekali kau menamparku!" Orion yang tidak terima mendorong Kaylin dengan kasar, hingga membuat wanita itu terjatuh menabrak pelayan Cafe yang tengah membawa makanan.
"Aw.. panas-panas," teriak Kaylin kesakitan saat tubuhnya terkena sesuatu yang panas.
"Kay ..!" Cleo hendak menolong Kaylin, namun langkahnya terhenti saat seseorang berjalan dengan cepat kearah adik iparnya.
"Kenan..." lirih Cleo saat melihat pria yang berstatus sebagai suaminya itu terlihat marah saat melihat keadaan Kaylin.
"Kak panas," lirih Kaylin sambil mengibaskan dadanya yang terkena kuah sup panas yang dibawa oleh pelayan.
Kenan mengetatkan rahangnya, menatap Orion dengan tajam. "Hajar dia!" perintahnya dengan penuh amarah, lalu menggendong Kaylin keluar dari Cafe dengan terburu-buru.
Tanpa banyak bicara para pengawal itu langsung menghajar Orion habis-habisan, hingga membuat para pengunjung ketakutan dan berlari keluar dari dalam cafe.