
Sementara itu di kota yang berbeda, tepatnya di salah satu ruang kerja milik seorang pria tampan yang memiliki garis tegas di wajahnya, tampak sedang marah pada asisten pribadinya. Bagaimana tidak marah, setelah selesai rapat bersama anggota dewan direksi yang memakan waktu cukup lama, ia mendapat laporan tidak enak dari pengawal yang khusus ditempatkan di Bali untuk menjaga istrinya.
Ya, pria itu adalah Kenan Meyer. Pria yang sudah tiga hari ini bekerja lembur siang dan malam hanya untuk mengalihkan pikirannya dari seorang Cleopatra Mateo.
"Bagaimana bisa si brengsek itu ada di sana?" tanya Kenan, setelah mengetahui sepupunya menemui Cleopatra.
"Aku sendiri tidak tahu Tuan, tapi yang pasti itu bukan sebuah kebetulan."
"Sial!" Kenan menggebrak meja untuk melampiaskan amarahnya.
Di saat ia mati-matian menahan keinginan untuk datang ke Bali menemui, dan menjemput Cleopatra. Sepupunya itu justru dengan mudahnya datang ke Bali menemui istrinya dengan tujuan yang tidak dia ketahui. Tapi dari foto dan video yang dikirim oleh anak buahnya, cukup membuat Kenan marah saat beberapa kali melihat Edgar menyentuh tangan Cleopatra.
"Bram tunda semua agenda hari ini dan beberapa hari kedepan. kita ke Bali sekarang!" Kenan mengambil ponselnya lalu berjalan keluar dari ruangan.
"Ke Bali? Ta-tapi Tuan, Anda bilang ingin memberikan kebebasan pada Nona Cleo selama satu Minggu?" Bram berjalan mengikuti tuannya.
"Lupakan itu!" Kenan masuk ke dalam lift. Dia menyesali keputusan yang sudah diambilnya, dengan memberikan waktu bagi Celopatra untuk menikmati kebebasan yang diinginkan wanita itu. Karena tenyata wanita itu justru bersenang-senang setiap harinya tanpa rasa sedih sedikitpun berpisah dengannya. Apalagi saat mengetahui kedatangan Edgar menemui Cleopatra, semakin membulatkan tekadnya untuk menjemput istri nakalnya itu.
"Hubungi para pengawal di sana, tanyakan keberadaan Cleo?"
"Bagus, tapi sebelum berangkat ada yang harus aku urus terlebih dahulu," Kenan masuk ke dalam mobil dengan raut wajah dingin dan datar.
Bram yang ikut masuk ke dalam mobil, tidak berani bertanya urusan apa yang harus diselesaikan tuannya. Karena dia tahu tuan Kenan dalam mode siaga level tiga, jika di usik sedikit saja maka tamat riwayatnya.
*
*
Cleopatra yang sangat kesal, dan marah setelah mengetahui kabar Kenan yang sibuk bersama mantan kekasihnya, memilih pergi ke Lounge and Bar di daerah Seminyak. Karena selama di dalam Vila dia tidak bisa beristirahat sama sekali, pikirannya terus tertuju pada Kenan Meyer dan apa yang sedang di lakukan pria itu bersama mantan kekasihnya.
"Dasar pria brengsek! Semua laki-laki di dunia ini sama saja, semuanya bajingan!" umpat Cleo sambil menenggak minuman yang entah sudah keberapa kalinya. "Kau tahu Alex? Inilah yang aku takutkan jika menikah. Suamiku tergoda dengan wanita lain, dan aku dicampakkan." Cleo memukul bahu Alex dengan kuat, meskipun pukulan tersebut selalu meleset karena pandangannya yang mulai mengabur efek minuman alkohol yang diminumnya.
"Nona Anda sudah sangat mabuk, lebih baik kita pulang sekarang!" Alex hendak membawa nona Cleo, namun wanita itu tidak mau dan terus meronta.
"Aku tidak mabuk, mana mungkin mabuk hanya dengan sedikit minum." Cleo memperlihatkan gelas sloki yang baru saja ia habiskan isinya.