Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 117


Alex meng-gelengkan kepala, bagaimana bisa nona nya itu berkata tidak mabuk jika berdiri saja sudah sempoyongan.


"Jika Anda tidak mabuk pasti bisa menjawab pertanyaanku. Ada berapa jariku ini?" Alex menunjukkan tiga jarinya.


"Pertanyaan yang sangat mudah, satu.. dua..." Cleo mengusap matanya. "Tiga.. lima, ya ada lima," jawabnya sambil tertawa. "Benarkan?"


Alex hanya bisa menghela napas panjang saat mendengar jawaban Cleopatra, ingin rasanya dia tertawa tapi lupa bagaimana caranya, karena terlalu setres menghadapi tingkah laku Cleopatra selama beberapa hari ini.


"Bagaimana bisa Anda mabuk berat seperti ini?" tanyanya dalam hati, mengingat background wanita itu yang cukup sering minum saat berada di luar negeri. "Sudah cukup Nona!" Alex menahan minuman yang ada di tangan Cleopatra. "Kita pulang sekarang!"


"Aku tidak mau!"


Mendapat penolakan kesekian kalinya, Alex pun memutuskan membawa paksa wanita itu. Namun saat hendak menggendong, sebuah tepukan di pundak menghentikannya.


"Berikan padaku!"


Alex menatap pria yang berdiri di belakangnya tanpa rasa terkejut sama sekali, karena beberapa jam yang lalu dia sudah diberitahu akan kedatangan pria tersebut. Dengan menganggukkan kepala, Alex diam saja saat pria yang berstatus sebagai suami nona nya itu mengambil alih.


Ya, pria yang tengah menggendong Cleopatra adalah Kenan Meyer. Dan orang yang memberitahunya tentang kedatangan pria itu, adalah Tuan Agam Mateo. Entah apa yang terjadi di Jakarta antara tuan Agam dengan Kenan, sehingga tuan nya mengijinkan pria itu bersama Cleopatra.


"Kau pergilah, kembali ke Jakarta!" ucap Kenan dengan mempertahankan Cleopatra di dalam gendongannya, karena wanita itu tidak mau diam dan terus meronta minta diturunkan.


Alex lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, menatap kepergian Kenan yang membawa nona nya dengan penuh suka cita. Karena akhirnya dia bisa terbebas dari seorang wanita yang bernama Cleopatra Mateo.


*


*


Kenan hanya diam saja, menatap wajah cantik yang sangat dirindukannya itu, wajah yang saat ini terlihat memerah karena mabuk. Rasanya ingin sekali Kenan marah karena wanitanya itu sudah berani meminum minuman yang beralkohol, namun rasa marah itu tertutup oleh kerinduan yang ada dihatinya.


"Kenapa diam? Jawab aku!" tanya Cleo sambil meronta saat mengetahui dirinya di bawa masuk ke dalam mobil. "Keluarkan aku! Aku tidak mau pulang, aku masih ingin di sini Alexander!" teriaknya sambil berusaha membuka pintu mobil.


"Diamlah Cleopatra!" Kenan menarik wanitanya kedalam pelukan, agar diam dan tidak meronta kembali.


"Hei.. kenapa suaramu juga berubah?" Cleo berusaha untuk membuka matanya yang terasa berat, untuk menatap pria yang wajah dan suaranya begitu mirip dengan Kenan Meyer. "Alex kau benar-benar mirip dengan si brengsek itu!"


Kenan mengerutkan keningnya, awalnya dia tidak peduli dikatakan brengsek karena menganggap wanitanya sedang mabuk berat. Tapi setelah dua kali di katai brengsek tentu menjadi tanda tanya di benaknya.


"Siapa yang kau sebut brengsek?"


"Ck, tentu saja Kenan Meyer. Memangnya siapa lagi? Kau tahu, aku begitu marah sampai rasanya ingin sekali memaki dan mencekik lehernya!" jawab Cleo sambil menyadarkan kepalanya yang terasa berat.


Kenan semakin bingung dengan jawaban Cleopatra, karena seharusnya disini dia lah yang marah karena wanita itu pergi begitu saja tanpa ijin darinya, bersenang-senang bahkan sampai mabuk.