Deal, Kita Menikah!

Deal, Kita Menikah!
Part 60


Keesokan harinya.


"Ken.. Kenan..." panggil Cleo dengan setengah berbisik pada pria yang tengah tertidur pulas di sampingnya. "Kenan Meyer..." Cleo kembali memanggil sambil menyentuh wajah pria itu. Pria yang semalam menyentuhnya tanpa henti, seakan-akan tidak ada kata lelah sama sekali.


Karena tidak mendapatkan respon dari Kenan yang masih tertidur dengan pulas, Cleo pun memilih menatap intens wajah damai dan tenang itu, wajah yang sangat berbeda jika sedang terbangun yang begitu dingin dan datar. "Kau memang sangat tampan," Cleo menyusuri setiap lekuk wajah Kenan yang terpahat dengan sangat sempurna, dengan bulu mata yang tenyata begitu lentik jika dilihat dari dekat dan hidung yang begitu mancung.


"Oh ya ampun, aku kenapa?" Cleo menyentuh dadanya, saat merasakan detak jantungnya yang berdegup dengan kencang. "No Cleo, kau tidak boleh mencintainya?" gumamnya dalam hati.


Cleo terus menyakini dirinya sendiri untuk tidak jatuh cinta pada Kenan, karena selain tidak ingin menjadi bagian dari keluarga Meyer selamanya, karena ada adik ipar gila yang begitu membencinya. Dia juga tidak mau jatuh dalam pelukan pria yang tidak bisa memberikannya cinta, karena hidup dengan pria yang tidak mencintainya pasti akan terasa menyiksa.


"Kenapa kau tidak bisa memberikan cintamu? Kenapa juga kau mengatakan cinta adalah sebuah omong kosong?" tanya Cleo, pada pria yang masih tertidur nyenyak di hadapannya. "Seandainya kau bisa memberikan aku cinta, mungkin akan ku pertimbangkan untuk tetap berada di sisimu." ungkapnya tulus dari dalam hati.


Karena tidak ingin berlama-lama terpesona pada kharisma seorang Kenan Meyer, Cleo pun memutuskan untuk turun dari atas ranjang. Namun saat tangannya berusaha menyingkirkan lengan kekar Kenan dari pinggangnya, dia justru merasakan lengan itu semakin erat memeluknya.


"Ke-Kenan..." Cleo terkejut saat melihat kedua mata yang semula terpejam kini terbuka dengan lebar, memperlihatkan mata hazel yang terlihat menatapnya dengan intens.


"Ken lepaskan! Aku ingin berendam," Cleo berusaha membebaskan diri dari pelukan Kenan, saat merasakan milik suaminya itu kembali tegang hingga terasa menyentuh miliknya. Karena saat ini baik dirinya dan Kenan masih polos tanpa sehelai benangpun.


"Kau tidak diijinkan untuk turun dari tempat tidur!" dengan cepat Kenan mengurung Cleo dibawah kuasanya, menghimpit wanita itu sembari melu-mat bibir manis yang tadi malam terus menyebut namanya.


"Ken hentikan!" Cleo menarik paksa rambut Kenan, saat ciuman pria itu mulai menyusuri tengkuknya. "Aku lelah Ken, dan aku sangat lapar." Bagaimana tidak lapar? Saat mereka menginjakkan kakinya di pulau ini, Cleo belum makan sama sekali karena langsung di sekap di dalam kamar luas yang saat ini mereka tempati.


"Kita makan setelah ini," Kenan kembali menyusuri tubuh polos wanitanya, untuk mengulang kembali apa yang mereka lakukan tadi malam.


"Ken... " Cleo tidak bisa lagi mencegah Kenan, saat pria itu kembali menyentuh titik sensitifnya, membuat gairah dalam tubuhnya kembali terbakar. "Sial, kenapa tubuh dan bibir ini begitu jala-ng." umpat Cleo pada dirinya sendiri. Entah mengapa saat bersama Kenan, Cleo tidak bisa menjadi seorang Cleopatra biasanya yang terkenal sebagai penakluk dan pengendali pria. Karena di sini Cleo lah yang dikendalikan oleh Kenan, dikendalikan setiap sentuhan pria itu yang membuatnya semakin jatuh pada pesona seorang Kenan Meyer.


Sementara itu Kenan yang terus bergerak di atas tub-uh Cleopatra, mengusap wajah cantik itu lalu melu-mat bibir wanitanya dengan sangat menuntut, tanpa mengurangi tempo gerakannya. "Damn! Aku benar-benar menyukai tub-uhnya." gumam Kenan dalam hati, yang semakin membulatkan tekad untuk membuat Cleopatra mengandung keturunannya.